
"Gimana Pak Bimo dan Bu Ririn? Kalian setuju kan kalau Luna menikah dengan putra saya Noah??" ucap Mommy Adelia sumringah.
Pakdhe Bimo dan Budhe Ririn terdiam, saling menatap satu sama lain dengan menunjukkan sikap canggungnya di hadapan kedua calon besannya itu.
Hari ini sedang dilangsungkan untuk pertemuan antara dua keluarga guna membahas pernikahan Noah dan Luna.
"Loh...kok diam saja Pak, Bu? Apakah ada sesuatu yang mungkin kurang berkenan?" selidik Daddy Jo.
Sebelumnya Mommy Adelia telah berbicara pelan-pelan dan menjelaskan duduk perkara yang terjadi pada walinya Luna tersebut, tentang mengapa Noah dan Luna bisa tiba-tiba akan menikah dalam waktu dekat.
"Hmmm...bukan begitu Pak Jonathan, saya dan istri hanya sedikit kaget karena semuanya berjalan dengan cepat. Selama ini Luna memang selalu cerita kepada saya dan istri mengenai kedekatannya dengan ananda Noah. Tapi saya sungguh tidak mengira jika kedekatan mereka seserius itu hingga hubungan mereka akan melaju ke jenjang pernikahan," kata Pakdhe Bimo.
Budhe Ririn menyela dengan raut wajah cemasnya, "Tapi Bu Adelia..berdasarkan cerita yang anda sampaikan, benarkan kalau Luna dan Noah tidak berbuat itu-itu?"
Mommy Adelia tersenyum tipis. "Betul kok Bu, saya bisa pastikan 100 persen pada anda berdua kalau Noah dan Luna itu anak-anak yang baik. Mereka tidak pernah berbuat nakal yang menyalahi aturan."
"Kalau memang tidak terjadi apa-apa saat itu, lalu mengapa pernikahan tetap akan dilanjutkan?"
"Karena saya ingin Luna menjadi menantu saya. Luna itu anak yang baik, ramah dan sopan, cekatan...entah kenapa saya senang kalau berdekatan dengan Luna. Begitupun juga dengan suami dan anak sulung saya, mereka semua begitu akrab dan senang saat Luna main ke rumah."
"Semenjak Luna hadir, keluarga kami menjadi ramai Bu karena dia anak yang humoris. Cucu saya saja sampai betah kalau bermain dengan keponakan anda!" lanjut Mommy Adelia.
"Dengan kata lain, Bu Adelia sengaja memanfaatkan situasi kemarin untuk memaksa mereka menikah begitu?" tanya Budhe Ririn polosnya.
"Ibu..kok ngomongnya begitu sih," bisik Pakdhe Bimo.
"Ihh..Bapak gimana! Ibu itu cuman penasaran, semuanya harus jelas, jangan sampai Luna jatuh ke tangan yang salah!" balas Budhe Ririn.
"Pak..Bu..saya dan istri memang terkesannya egois dan jahat karena sudah mengatur pernikahan Noah dan Luna sedemikian rupa dengan memanfaatkan situasi kemarin. Tapi percayalah, kami benar-benar tulus. Kami sayang pada Luna dan ingin dia menjadi menantu di keluarga ini. Hanya Luna Bu, yang betah menghadapi sifat putra saya yang suka tidak menentu."
"Memangnya Noah mencintai Luna, Pak?" giliran Pakdhe Bimo bertanya.
__ADS_1
Mommy Adelia dan Daddy Jonathan tak bisa menjawab. Selain karena tidak tahu tentang perasaan anaknya, mereka juga yakin kalau sesungguhnya Noah belum mau membuka hati untuk menyambut kedatangan wanita baru di hidupnya.
"Hmm..Ibu dan Bapak sepertinya tidak bisa menjawab. Inilah yang saya takutkan. Jujur saya itu kurang sreg dengan pernikahan yang dilandasi dengan keterpaksaan. Pernikahan itu bukan main-main. Membangun sebuah rumah tangga tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan."
"Pak, kami mungkin belum punya jawabannya. Tapi kami yakin, seiring dengan berjalannya waktu..mereka pasti bisa saling mencintai ketika sudah terbiasa. Apalagi basic-nya mereka itu adalah teman dekat, jadi tidak sulit bukan? Yang saya tahu, Luna itu mencintai putra kami Pak! Untuk Noah, saya bisa pastikan..cepat atau lambat dia pasti sanggup membalas perasaan Luna."
Pakdhe Bimo menghembuskan nafasnya kasar. "Kalau benar begitu adanya, semua saya kembalikan lagi pada Luna. Kami tidak ingin memaksa Luna untuk menikah jika dia belum siap."
"Luna pasti siap Pak, waktu main ke rumah saya aja..Luna sering kok berbicara tentang pernikahan, kalau sudah begitu jangan ditunda lagi. Jodoh di depan mata!" sahut Mommy Adelia semangat.
Pakdhe Bimo dan Budhe Ririn lagi-lagi diam termenung.
"Kenapa lagi Pak? Ada yang ingin disampaikan?" tanya Daddy Jo yang masih melihat kegelisahan di benak kedua walinya Luna.
"Begini Pak..kami ini kan dari keluarga yang biasa-biasa saja, apakah anda berdua sudah yakin ingin membangun relasi dalam ikatan pernikahan dengan keluarga sederhana ini? Saya bahkan tidak pernah bermimpi untuk memiliki calon besan orang besar seperti Bapak Jo dan Ibu Adel, orang tua Luna---"
"Pak Bimo, Luna sudah pernah cerita dengan keluarga kami mengenai orang tuanya. Walaupun tidak detail, kami mengerti kondisi yang terjadi. Dan kami tidak masalah, yang kami butuhkan dari Bapak dan Ibu adalah restu. Tolong ya Pak, Bu..restui Noah dan Luna?" Mommy Adelia memohon.
***
"Loh, Mas Noah ada disini?"
Luna keheranan melihat Noah yang sudah nangkring di halaman parkiran mobil khusus untuk tamu dan jemputan para anak-anak yang bersekolah di primary school Sunny Bright Day.
"Iya, Mommy memintaku untuk menjemput kamu," jawab Noah yang sedang berdiri menyandar di mobilnya.
"Tapi aku bawa motor Mas, ada di parkiran sana tuh!" Luna menunjuk kearah kanan.
"Biarkan saja, nanti aku suruh orang untuk membawanya pulang. Motor kamu juga udah aku titipkan ke satpam disini. Kamu sudah selesai ngajar belum?"
"Sudah Mas, ini selesai makanya mau pulang."
__ADS_1
"Kamu ikut aku dulu Lun!" kata Noah.
Luna mengangguk, "Oke, Mas."
Sudah 3 bulan terakhir ini, Luna sedang menjalani trial menjadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak TK. Meskipun basic pendidikan Luna bukanlah seorang pengajar, tidak ada salahnya mencoba daripada menganggur.
Apalagi Luna juga memiliki bekal pengalaman karena pernah mengajar di lembaga kursus bimbingan dan les privat untuk mata pelajaran bahasa Inggris.
"Mas, ini kita sebenarnya mau kemana sih? Aku penasaran!"
Luna melirik kearah Noah, namun Noah masih tetap fokus dengan pandangan lurusnya.
"Kita ke Mall."
"Mau ngapain ke Mall? Mas Noah mau belanja atau mau beli sesuatu?"
"Iya, aku mau beli barang. Tapi bukan untuk aku."
"Buat siapa?"
"Kamu," jawab Noah singkat.
Luna tercengang kaget, "Hah..aku? Mau beli apaan emang?"
"Cincin pernikahan."
Glekkk...
Luna tergelak. "Cincin pernikahan?" batinnya dalam hati.
***
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih semua.
Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.