Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Datang ke Kantor Om Noah


__ADS_3

Luna


Berkas-berkas untuk pembuatan paspor milikku sudah lengkap ada di tangan, tinggal aku serahkan saja pada Om Noah. Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, dan aku sudah tiba di kantor Clerk Kingdom. Satu jam lebih cepat dari yang disepakati.


"Makasih ya Mas Faiz sudah antar-jemput saya..jadi ngrepotin nih!" Luna merasa tidak enak karena dijemput oleh supir Om Noah.


"Enggak apa-apa Non! Emang udah tugas saya begitu, perintah dari Pak Bos! Saya juga melakukannya senang hati, apalagi yang diantar Nona cantik begini..." canda Mas Faiz.


"Bisa aja sih Mas, saya jadi malu kan!" Luna tersipu. Jarang-jarang dia mendapat pujian dari laki-laki lain.


"Kalau gitu saya pamit dulu ya Non! Saya mau langsung pergi ke rumah orang tuanya Pak Bos untuk jemput Non Chloe."


"Oh iya Mas Faiz enggak apa-apa. Tadi saya pikir mau nungguin disini!! Saya titip salam ya Mas buat Chloe. Sekalian juga untuk Tante Adelia dan Om Jo.."


Semenjak hubungan Noah dan Luna memanas, Luna jadi tidak tahu bagaimana kabar Om Jo dan Tante Adelia. Rencananya Luna ingin menemui mereka dalam waktu dekat ini. Tapi sebelumnya, Luna akan meminta izin pada Noah terlebih dahulu boleh atau tidaknya. Dia takut terkena semprot lagi.


"Siap Non, saya sampaikan nanti. Permisi, selamat siang." Faiz menunduk hormat.


"Hati-hati dijalan Mas Faiz!" Luna melambaikan tangannya.


Setelah berpamitan dengan Mas Faiz, aku langsung berjalan menuju front desk bagian resepsionis untuk bertanya dimana ruangan Om Noah. Sebenarnya aku sudah menelponnya tadi, tapi sayangnya tidak diangkat. Mungkin beliau sedang sibuk atau makan siang, karena ini sudah jam nya.


"Selamat datang di Clerk Kingdom, ada yang bisa saya bantu?" pegawai cantik tersebut bertanya dengan sopan.


"Siang juga Mbak, permisi..saya mau tanya untuk ruangannya Pak Noah Clerk dimana ya?"


"Pak Noah Clerk? Apa sebelumnya anda sudah ada janji dengan beliau?"


"Sudah mbak, tadi saya diminta untuk datang ke perusahaannya pukul 1 siang. Lebih cepat 1 jam sih, tapi saya sudah janjian kok. Bilang saja, dari Luna Olivia."

__ADS_1


"Kalau begitu saya akan hubungi beliau dulu ya Bu, sebab Pak Noah masih ada rapat saat ini. Saya akan persilahkan anda untuk duduk dulu disana, dan mungkin bisa dinikmati kudapan yang tersedia sembari menunggu," ucap pegawai itu ramah.


"Baik, terima kasih Mbak.."


Pantas saja ditelepon tidak tersambung ternyata Om Noah sedang rapat. Untung saja di ruang tunggu sini ada banyak camilan dan minuman kaleng yang tersusun rapi di chiller. Keren juga ya kantornya Om Noah!


Daripada bosan menunggu, aku memutuskan untuk membaca majalah dan beberapa buku bacaan yang tersedia di meja sembari mengunyah camilan. Bukankah tadi sang pegawai resepsionis telah menawarkannya padaku? Jadi tidak masalah kan.


Tak lama setelahnya aku mendengar ada suara teriakan seorang anak kecil memanggilku.


"Tante Pretty!!!!"


Aku pun otomatis menoleh pada sumber suara tersebut.


"Chloe??" sontak aku terkejut, karena ternyata yang memanggilku tadi adalah Chloe. Aku langsung beranjak dari kursi dan menghampiri Chloe dengan cekatan.


"Aku juga kangen main sama Tante Pretty!" Chloe melingkarkan tangan kecilnya pada leherku.


"Halo..kamu Luna ya?" seorang wanita yang berada di belakang Chloe menyapaku.


Wanita itu sunggu berparas cantik. Dia sungguh mempesona hingga membuatku terpukau sejenak. Style pakaiannya sangat elegan, menandakan sekali jika dia pasti orang berkelas.


"Hmmm...iy-iya..saya Luna, maaf apa kita pernah bertemu sebelumnya? Saya tidak terlalu ingat.." aku meringis canggung.


Aku ini punya penyakit pelupa, apalagi dengan nama orang. Terkadang aku tak ingat kalau pernah berkenalan atau bertemu dengan mereka sebelumnya. Jadi suka malu sendiri.


"Kita belum bertemu kok sebelumnya. Saya Isabelle, mamanya Chloe."


DEGGHHH....

__ADS_1


Tubuhku terjengat kaget. Aku langsung berdiri tegak dan menundukkan kepalaku hormat padanya.


"Oh..maaf Bu, saya enggak tahu. Perkenalkan nama saya Luna." aku mengulurkan tanganku untuk bersalaman.


"Ehhh..jangan formal-formal begitu! Panggilnya kok Ibu, aku belum tua banget kok! Panggil Kak Isabelle aja ya..salam kenal," Kak Isabelle menyambut uluran tanganku dengan ramah.


"Chloe itu banyak cerita ke aku tentang kamu, dia selalu excited bahasnya! Kamu cantik juga ya orangnya..pantas anak perempuan aku nempel sama kamu!" Isabelle tertawa kecil.


Ternyat begini ya rasanya dipuji, membuatku cukup salah tingkah. "Kak Isabelle bisa aja, jadi malu saya.." aku tersipu.


"Kamu kesini mau ketemu sama Noah ya?"


"Iya Kak, saya ada keperluan sama Om--, ehmm Mas Noah maksudnya," hampir saja aku kelepasan memanggil Om Noah di depan Kak Isabelle. Kalau dia tahu, bisa-bisa aku diketawain. Sama seperti Tante Adelia dan Om Jo yang tertawa terbahak-bahak saat aku memanggil Om Noah dengan sebutan Om.


"Sekarang anaknya mana? Kamu kok enghak ke ruangannya, malah duduk disini sendiri?!"


"Mas Noah masih rapat kata pegawai resepsionis nya Kak, makanya saya nunggu disini."


"Oh, ya sudah kalau gitu. Kamu ke ruangan saya aja..ayo kita ngobrol-ngobrol disana sambil nunggu Noah selesai."


"Ehmm..tapi Kak, say--"


"Udah ayo, nanti kalau udah selesai aku bisa telepon Noah untuk ke ruanganku. Disini juga ngapain kan sendiri, diatas juga banyak camilan. Kalau kurang kita bisa order via aplikasi..sekalian makan siang bareng!"


Kak Isabelle menarik tanganku paksa dan menggeretnya menuju lift. Entah kenapa dia terlihat sangat semangat sekali, Chloe juga begitu. Dia cukup puas ketika melihat Mamanya membawaku.


***


Mohon kesediaannya untuk teman-teman agar memberi like, vote dan hadiah ya teman-teman..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2