Om Duda, I'M Coming!

Om Duda, I'M Coming!
Berunding


__ADS_3

📱


"Halo Dad.."


"Ya..halo Noah, ada apa telepon?"


"Daddy sama Mommy ada di rumah kah?" tanya Noah.


"Ada kok, hari ini kami tidak ada agenda pergi kemana-mana. Memangnya kenapa, kamu mau mampir?" tebak Daddy Jo yang memang tepat sasaran.


"Iya Dad, aku mau kesana sama Luna. Ada yang perlu kami bicarakan dan itu penting. Boleh kan?"


"Bicara apa? Sepenting itukah memangnya?" mendengar nada suara Noah, sepertinya hal yang mau dibicarakan ini begitu serius, pikir Daddy Jo.


"Iya Dad, itu sebabnya kita perlu bertemu untuk membahasnya. Tidak bisa lewat telepon saja."


"Tentu boleh, datang kesini saja kalau gitu. Justru Mommy-mu pasti heboh kesenangan karena kalian datang. Kemarin Mommy sempat merengek minta ke rumahmu, tapi Daddy larang karena Daddy pikir kalian butuh istirahat. Kan katanya hari ini mau terbang ke Yunani?!"


"Masih nanti sore Dad flight-nya, masih banyak waktu.."


"Ya tetap saja, Luna sedang hamil tidak boleh capek-capek. Atau begini saja, biar Daddy dan Mommy yang ke rumahmu bagaimana?" usul Daddy Jo.


"Tidak usah repot-repot Dad, kebetulan aku dan Luna sedang diluar ini. Jadi sekalian saja perginya. Luna juga bosan kalau di rumah terus.."


"Ya sudah kalau begitu Daddy tunggu di rumah ya, Daddy mau kasih tahu Mommy juga."


"Okay Dad, see you.."


"See you.."


Panggilan telepon berhenti, Noah kemudian langsung menoleh pada sang istri. Saat ini keduanya tengah berada didalam mobil, sedang dalam perjalanan menuju kediaman orang tua Noah.


Setelah pertemuan di Kafe dengan Akbar rampung, Noah ingin buru-buru bertemu orang tuanya. Tak ingin menunda untuk membahas perkara kasus Poppy ini. Sedangkan Akbar harus kembali ke kantor karena tidak ada hari libur.


"Gimana Mas? Daddy dan Mommy ada di rumah kan?" Luna mendongakkan kepalanya untuk bertanya.


Posisinya kini tengah merangkul lengan Noah dengan manja, sedang dagunya bersandar pada pundak suaminya.

__ADS_1


"Ada sayang..mereka tidak pergi kemana-mana kok," jawab Noah. Daddy Jo dan Mommy Adelia biasanya super sibuk, beruntung mereka tidak ada jadwal pergi hari ini.


"Pas banget, langsung kesana aja kalau gitu! Tapi kita mampir dulu yuk Mas beli poffertjess, di bakery langgananku kayak biasanya..." pinta Luna.


Noah kembali melirik Luna, "Kamu lagi ngidam? Tadi bukannya udah makan makanan manis terus..sekarang masih mau poffertjess?!"


"Ishh..bukan buat aku Mas, buat Mommy sama Daddy! Mereka kan suka banget sama camilan itu. Aku mau bawain aja, enggak enak dong kalau datang ke rumah orang tua tapi enggak bawa buah tangan apa-apa."


"Ya ampun, repot-repot banget sih! Tidak usah lah beli untuk mereka, di rumah Mommy sama Daddy makanan itu melimpah sayang..nanti malah tidak kemakan!"


Noah hafal betul jika Mommy Adelia itu selalu punya banyak stok makanan yang berjibun. Tidak pernah kekurangan walau penghuni rumahnya orangnya cuman sedikit. Luna dan Noah hanya perlu bawa badan saja kalau berkunjung.


"Pasti kemakan, Mas..Mommy itu selalu menghargai pemberian orang lho! Pokoknya aku mau beli titik." Luna tak ingin dibantah.


"Ya sudah iya.." Noah mengangguk setuju. "Karta, tolong putar balik ya! Kita ke toko kue langganan istri saya dulu." perintah Noah pada supirnya.


"Siap, Tuan." sahut Karta mengangguk.


Hari ini Noah lagi malas menyetir, itu sebabnya mereka menggunakan supir.


***


Mereka bisa tahu kedatangan Noah dan Luna, karena sebelumnya sudah di infokan oleh sekuriti rumah yang sedang jaga didepan.


"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga..duh kangen Mommy!" Mommy Adelia langsung menerjang Luna dengan sebuah pelukan erat dan mengecupi keningnya lama.


Begitu juga dengan Daddy Jo yang tak ingin kalah, calon kakek tiga cucu itu mengusap lembut rambut Luna dengan halus seraya membubuhkan kecupan pada pelipis wanita itu, saking sayangnya dengan menantu.


"Aduh...itu pelukannya jangan erat-erat Mom, Dad..nanti anak Noah bisa kegencet!" dengan gerakan cepatnya, Noah memisahkan pelukan mereka namun tangannya ditepis oleh Mommy Adelia.


"Apa sih kamu, lebay banget! Orang jaraknya masih jauh juga...ya kali Mommy mau bikin perut Luna kecepit" ketus Mommy Adelia.


"Sudah jangan berdebat, ayo masuk saja kita ngobrol di ruang keluarga. Cuaca sedang panas ini, kasihan Luna kalau kelamaan berdiri diluar begini!" ucap Daddy Jo protektif.


Tanpa berlama-lama lagi, akhirnya dua orang tua Noah itu menggiring menantunya masuk dan mengabaikan anak kandung mereka sendiri. Sudah tak mengejutkan lagi, kalau mereka datang berkunjung sudah pasti Luna akan dikuasai oleh pasangan lanjut usia tersebut.


"Mom, Dad..ini aku ada bawa poffertjess kesukaan kalian. Jangan lupa dimakan ya.." ucap Luna dengan riangnya sambil menyerahkan paper bag berisi box penuh kue pada mertuanya.

__ADS_1


"Aduh makasih sayang, tahu aja sih kalau lagi pingin makan ini!" Mommy menerima bungkusan itu dan mengelus pipi Luna.


"Tadi aku sempat dilarang sama Mas Noah loh Mom, katanya enggak usah beli karena Mommy di rumah banyak makanan..hihihi.." Luna sengaja mengadu untuk memancing keributan.


"Hihh..Daddy enggak kaget lagi Lun, suamimu memang apatis begitu! Makanya males kami sama dia!" ucap Daddy Jo sinis sambil membuka kotakan kuenya di meja.


Alhasil Noah memasang raut wajah yang tidak enak. Mau marah juga tak mungkin, nanti Luna malah balik merajuk.


"Dad, Mom..seperti yang sebelumnya aku infokan lewat telepon. Kedatangan kita kesini ada maksud tertentu. Noah ada sesuatu yang pengen dibicarakan sama kalian.." kata Noah.


"Ngomong ya tinggal ngomong aja.." sahut Daddy Jo sambil mengunyah kue.


"Dad, Noah minta..Clerk Kingdom membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaan keluarganya Poppy. Apakah itu bisa dilakukan?" tukas Noah tanpa basa-basi.


Daddy Jo dan Mommy Adel sontak menghentikan aktivitas makan mereka dan menatap Noah serius. Keduanya sama-sama tertegun sejenak dan saling menatap satu sama lain saking terkejutnya.


"Kenapa tiba-tiba Noah? Ada masalah kamu sama mereka.." tanya Daddy Jo hati-hati.


Beberapa hari yang lalu proyek restoran terlihat baik-baik saja, namun sekarang kenapa tiba-tiba berubah?


"Tentu Dad, Noah tidak akan mengambil keputusan besar ini tanpa suatu alasan. Pokoknya mulai besok aku tidak akan melanjutkan proyek restoran yang sempat kami gagas bersama," jawab Noah.


"Boleh Daddy tahu apa alasannya?" tanyanya lagi.


Noah berkata, "Ini ada kaitannya sama keselamatan menantu Daddy. Aku tidak mau perusahaan kita berasosiasi dengan orang yang bermaksud jahat pada istri dan calon anakku."


"Yang kamu maksud ini siapa? Daddy tidak paham..yang jelas kalau ngomong!" desak Daddy Jo.


Noah lalu menjelaskan, "Mommy sama Daddy ingat kan kalau Noah pernah cerita, rumah kami diteror oleh orang misterius. Setelah Noah selidiki, pelakunya itu Poppy. Dia dengan sengaja memasang alat penyadapp dan menonaktifkan seluruh closed circuit television di rumahku."


Deghh...


Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Mommy Adelia dan Daddy Jo tak menyangka dengan fakta itu. Ini benar-benar diluar prediksi. Bagaimana bisa wanita baik-baik dan polos macam Poppy berbuat nekad?


***


VISUAL LUNA & NOAH

__ADS_1



__ADS_2