
"Selamat Pagi Luna!" ujar Noah yang baru turun dari tangga.
"Pagi Mas Noah-ku sayang..." balas Luna mesra.
Noah menelusupkan lengannya ke lingkar pinggang Luna dan mengecup kepala istrinya dari belakang. Diusapnya perut Luna dengan gerakan lembut kemudian Noah meletakkan dagunya di bahu Luna.
Seminggu setelah pulang dari bulan madu, keduanya langsung menempati rumah baru yang telah disiapkan oleh Noah meski dengan persiapan yang serba mendadak. Memindahkan dan mengangkuti barang-barang lama mereka lumayan memakan waktu. Belum lagi, Luna disibukkan dengan menata-nata perabotan rumah yang baru.
Namun tak ayal juga, tinggal berdua membuat mereka semakin romantis dan tambah lengket setiap harinya. Para asisten rumah tangga mereka sampai menatap geleng-geleng kala melihat majikannya yang terkadang tidak tahu tempat jika bermesraan hampir di seluruh sisi rumah.
"Oh ya Mas, itu pihak Event Organizer yang kamu hire mau datang jam berapa ke rumah?" tanya Luna seraya menyiapkan sandwich telur dan salmon di dapur untuk sarapan Noah.
Noah menguraikan pelukannya dan duduk di kitchen island. "Aku sih kemarin suruh mereka datang jam 9-an nanti, kan kamu sendiri yang minta pagi."
Rencananya, dalam 2 minggu kedepan Noah dan Luna akan mengadakan pesta kecil-kecilan dalam rangka penyambutan rumah baru. Hitung-hitung sebagai bentuk rasa syukur mereka.
Tadinya pesta tersebut akan diadakan minggu ini, tapi sengaja ditunda karena ternyata bertepatan dengan Isabelle yang melahirkan anak kedua.
Bisa saja diganti minggu depannya lagi, namun Noah tak mau merusak momen indah kakaknya yang baru saja lahiran. Keluarga besar mereka masih dalam euforia menyambut kedatangan anggota keluarga baru, sehingga Noah memilih untuk mengalah. Sedangkan Luna mengikuti saja, maka dari itu akhirnya diundur hingga 2 minggu lagi.
"Iya aku memang maunya pagi, biar cepat beres urusannya. Soalnya nanti siang aku harus ke rumahnya Kak Isabelle, mau mengunjungi lagi adiknya Chloe yang gemes itu. Sekalian kasih hadiah juga yang udah aku siapkan!" tukas Luna.
Isabelle memang telah melahirkan anak keduanya tepat dua hari setelah kepulangan Noah dan Luna dari bulan madu. Proses persalinannya berjalan lancar dan hanya membutuhkan waktu 2 jam saja untuk melahirkan bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu.
Bayinya begitu cantik dan sehat tanpa kekurangan satu apapun. Luna bersyukur karena Isabelle melahirkan putrinya saat dirinya dan Noah sudah kembali ke tanah air, sehingga dia bisa ikut menemani proses persalinan Isabelle di rumah sakit bersama mertuanya.
Noah menyeduh teh chamomile hangat kesukaannya ke dalam cangkir. "Gimana kalau malam aja Lun kesananya, nunggu aku pulang kerja sekalian. Biar aku bisa ikutan nengokin Baby Ashley!"
__ADS_1
Luna kemudian datang menghampiri Noah dengan membawa sepiring sandwich telur dan salmon tadi beserta mashed potato buatannya.
"Enggak ah, Mas kelamaan! Aku kan udah enggak sabar liat Baby Ashley. Pipinya yang gembul itu lho bikin kangen! Kalau ke rumah Kak Isabelle-nya malam, nanti baby nya udah tidur dan enggak bisa diajak main. Lagipula aku udah terlanjur janji sama Kak Isabelle untuk datang siang ini."
"C'mon Lun, masa kamu tidak mau menunggu suami sendiri? Apa ditunda besok aja gimana? Besok kan hari Minggu, aku pasti libur." Noah bernegosiasi sambil menarik tangan Luna untuk duduk di atas pahanya.
"Ya makin lama dong Mas ketemunya! Orang kamu nawarin kesananya malam aja aku tolak, apalagi besok! Tetap sesuai rencana aja ya, aku pergi ke rumah Kak Isabelle siang ini. Besok, aku temani kamu lagi deh kesana!"
"Aku coba lihat schedule dulu hari ini, kalau memang agak lowong nanti aku pulang cepat dan kita ke rumah Kak Isabelle bersama."
"Yeayyy!!! Thank you Mas!!" Luna mengecup kening Noah.
Kemudian ia hendak beranjak dari pangkuan Noah agar sang suami bisa lebih leluasa saat makan, tapi Noah malah menahannya.
"Mau kemana?" tanya Noah.
"Cuman pindah duduk disebelah sini. Masa aku dipangku terus...nanti kamu enggak bisa makan dong Mas!" Luna terkekeh.
Noah semakin merapatkan pelukannya dan mendusel-duselkan kepalanya ke ceruk leher Luna, seolah-olah tak ingin istrinya pergi. Luna yang kegelian karena aksi suaminya, jadi tertawa cekikikan dan mengalungkan lengannya pada Noah erat.
"Terus gimana makannya Mas, kamu ada-ada aja ih!" ucap Luna.
"Kan ada istri, ya kamu lah yang suapin aku!" celetuk Noah dengan santainya.
"Okay...okay..aku suapin. Tapi kamu kenapa makin manja sih Mas akhir-akhir ini."
"Manja sama istri memangnya tidak boleh?"
__ADS_1
"Boleh-boleh, ya sudah buka mulutnya aaa..." Luna mengambil sepotong sandwich dari piring dan menyuapkannya pada Noah.
Dan akhirnya, di pagi yang cerah ini, mereka sama-sama menghabiskan sarapan pagi hanya berdua saja.
***
Setelah keduanya selesai sarapan, kini Luna mengantarkan Noah ke halaman depan dengan bergandengan tangan. Noah harus buru-buru berangkat ke kantor. Pagi ini, ada rapat penting yang akan dilaksanakan dengan klien baru dari Australia. Tidak mungkin jika Noah telat, nanti dia akan terlihat tidak profesional. Faiz--supir pribadinya, telah menunggu di depan.
"Kamu nanti jangan terlalu capek-capek ya, biar urusan dekor dan lain-lain diurus sama Event Organizer saja. Kamu cuma bagian pilih ini itu aja." ujar Noah.
"Pasti Mas, kan nanti juga baru pilih-pilih dulu dan lihat brosur..belum deal apa-apa kok!"
"Ya sudah, aku serahkan sama kamu semua. Kamu bisa bebas pilih tema pesta kita apa. Tapi pesan aku, kalau urusan catering tetap minta bantuan ke Mommy, dia jagonya kalau soal itu. Aku kalau makanan agak sedikit picky, aku tidak mau mengecewakan tamu karena jamuan makannya yang tidak enak."
"Iya Mas Noah-ku sayang.." jawab Luna mendayu-dayu. "Nanti siang pas ke rumah Kak Isabelle kan sekalian ketemu Mommy juga."
"Okay lah, aku berangkat dulu ya. Kamu di rumah aja baik-baik. Kalau butuh apa-apa langsung suruh Bibi aja! Rumah ini besar, jangan kerepotan dan terlalu memaksa melakukan semuanya sendiri," pesan Noah.
Luna mengangguk paham. Noah kemudian mengecup kening dan bibir Luna bergantian sebelum berangkat dan memasuki mobil, keduanya lalu berpelukan.
"Hati-hati di jalan ya, itu Faiz jangan ngebut-ngebut nyetirnya!" Luna melambaikan tangannya.
"Bye Lun...see you at noon!" ucap Noah.
Mobil yang ditumpangi Noah keluar dari pelataran rumah dan segera melaju pergi menuju Clerk Kingdom.
***
__ADS_1
Jangan lupa kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya..supaya Author lebih semangat untuk up😊
Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.