
"WOYYY!!! Kalian berdua ngapain disini? Mau berbuat aneh-aneh pasti!"
Seorang pria paruh baya tengah membentak dengan nada keras hingga membuat Noah dan Luna terbangun dari tidur lelapnya.
"Wahh...enggak waras nih dua orang, rumah gubuk kecil begini masa mau diperuntukkan buat hal yang tidak pantas! Dasar omes!" sahut pria tua lain yang ada disamping orang tadi.
"Tung--tunggu Pak, ini ada apa ya ramai-ramai begini?" ucap Noah.
Noah dan Luna yang baru saja bangun dan nyawanya belum sepenuhnya terkumpul agaknya sedikit kaget melihat keramaian didepan mata.
"Lah..malah nanya balik! Yang ada harusnya kita-kita nih yang tanya, kalian berdua ngapain disini!" ketus seorang wanita bertubuh gempal yang ikut-ikutan.
Luna semakin ketakutan karena terdesak oleh orang-orang dan memilih bersembunyi dibelakang tubuh Noah.
"Pak, tolong jangan berpikiran macam-macam ya! Kami berdua ini orang baik-baik dan enggak berniat untuk melakukan perbuatan tercela seperti yang anda tuduhkan!" Noah mengelak.
Semakin kesini, Noah tampaknya mulai mengerti kemana arah pembicaraan para masyarakat sekitar.
"Alahhh...banyak alasan, kalau udah ketahuan begini mana mau ngaku! Kalian udah menikah apa belum?"
"Kami bukan pasangan suami-istr---" belum selesai Noah menjelaskan, ada ibu-ibu yang ikut menyela ucapannya.
"Tuh bener kan! Nih pasti pasangan omes! Pasti habis anu-anu kan disini...padahal ini rumah istirahat buat para penebang kayu macam kami!" ibu-ibu tadi menimpali lagi.
Noah menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Orang-orang yang ada di hadapannya ini sudah kadung tersulut emosi sehingga akan susah apabila dikasih tahu.
"Mas, ini gimana? Aku takut..mereka kalau emosi jadi seram!" bisik Luna di telinga Noah.
"Kamu tenang dulu, jangan panik! Saya akan coba pelan-pelan memberitahu mereka kejadian yang sebenarnya agar tidak salah kaprah." Noah memegang tangan Luna.
__ADS_1
Seorang pria yang diklaim sebagai Pak RT setempat mulai menimbrung dan menghampiri Noah dan Luna.
"Coba itu kamu pakai dulu bajunya, biar lebih enak saat dilihat!!" ucap Pak RT.
Noah dengan segera memakai kembali kaos putih dan juga jaketnya yang sebenarnya masih basah. Begitupun juga Luna. Karena dia memakai dress tanpa lengan, terpaksa harus mengenakan jaket pink miliknya tadi meski belum kering.
"Begini ya Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, saya tegaskan sekali lagi, kami disini tidak berbuat hal yang melanggar aturan."
"Perkenalkan, nama saya Noah Clerk. Saya tiba di daerah sini sekitar pukul 17.15 hampir menuju petang. Tadinya saya naik mobil bertiga dengan supir dan teman perempuan yang di sebelah saya ini, namanya Luna. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba saja ban mobil yang kami tumpangi itu pecah dan bocor. Sehingga, supir saya--Anton, pergi mencari bengkel terdekat di daerah sini yang namanya Mata Batin."
"Benar sih, di dekat sini memang ada bengkel Mata Batin. Tapi kenapa kalian bisa nyasar kesini?" tanya Pak RT lagi.
"Nah itu dia Pak, kami berdua kehujanan! Itu sebabnya kami berteduh di tempat ini. Mobil milik saya itu terkunci, jadi tidak bisa dibuka. Sedangkan supir saya sudah terlanjur pergi membawa serta kunci mobilnya. Pas mau ditelepon, disini enggak ada sinyal!" Noah menjelaskan.
Tampaknya para masyarakat tersebut mulai percaya dan menerima penjelasan Noah karena terdengar masuk akal.
"Kalau emang niat berteduh, kenapa pas tadi kita masuk...kalian berdua dalam posisi berpelukan? Mana yang cowok enggak pakai atasan lagi..terus ceweknya juga pakaiannya begitu! Jaket kalian sama-sama dilepas!" seorang ibu-ibu menyahuti lagi.
"Dih..mentang-mentang anda blasteran pakai istilah hat-hit-hat-hit..bodi hit apaan? Udahlah pokoknya mah kalau udah ketahuan jangan ngeles lagi! Pak RT nikahkan aja mereka berdua..."
"Betul tuh Pak, ayo Pak segera!! Bisa aja mereka bohong!"
"Iya nih, warga sini enggak mau kena sial kalau ada yang beginian! Bikin daerah sini jadi tercemar aja nih berdua!"
Para orang-orang yang hadir disana mulai protes dan menyuarakan keinginan mereka masing-masing.
"Mari, kalian berdua ikut ke rumah saya dulu saja. Kita bicarakan lagi disana, rumah saya ada sinyal kok. Kalian berdua bisa telepon pihak keluarga masing-masing. Saya selaku pihak yang berwenang untuk daerah sini, perlu menindaklanjuti persoalan kalian berdua.."
"Tapi Pak, sebaiknya masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan. Toh saya dan teman saya kan tidak terbukti melakukan apa-apa!" Luna kini bersuara.
__ADS_1
"Tidak bisa begitu, kalian berdua tetap datang ke rumah saya. Sesuai prosedur dan peraturan disini!" tegas Pak RT.
Dengan terpaksa, Noah dan Luna mengikuti para warga sekitar berjalan menuju rumah Pak RT yang ternyata lokasinya tidak terlalu jauh.
***
Sementara itu, Anton.
"Mas, udah selesai nih ban-nya, udah saya tambal. Nanti sampai di kota langsung ganti ban baru aja..kalau dipaksain malah takut rusak!" ucap salah satu montir dari bengkel Mata Batin.
"Oke Mas, terima kasih ya..ini untuk biayanya!" Anton memberi amplop berisikan uang seratus ribuan sebanyak 4 lembar.
"Kebanyakan ini Mas, enggak ada kembali!"
"Buat Mas-nya aja...hitung-hitung bonus karena udah bantu saya tadi!"
"Oke Mas, makasih banyak...hati-hati di jalan, sebaiknya cepat pulang karena kalau malam suka licin jalanan disini..bahaya!!" montir itu menasehati.
"Siap Mas, thanks atas infonya..tapi sebelum saya pulang, saya mau nyari majikan saya dulu nih! Tadi itu mereka berdua menunggu disini tapi malah enggak ada wujudnya sekarang.." Anton menoleh kanan-kiri mencari keberadaan Noah dan Luna.
"Pasti cari tempat teduh Mas, kan tadi sempat hujan lebat tuh!" sahut sang montir.
"Wah iya ya! Saya enggak kepikiran..mana mobilnya saya kunci lagi, bisa gawat nih kalau bos kenapa-napa!" Anton mulai panik.
Kecerobohan Anton yang mengunci mobil ketika majikannya masih berada diluar membuatnya ketar ketir. Bisa-bisa Anton kena pecat. Apalagi Noah dan Luna belum nampak. Mau telepon pun juga tidak ada sinyal ternyata. Anton sungguh bingung.
***
Jangan lupa untuk memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih semua.
__ADS_1
Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Favorite Sin", di apk ini juga kok. Terimakasih.