
"Poppy..?"
Senyum Pandu merekah kala ia menoleh dan langsung melihat rupa dari sosok yang ditunggunya sejak tadi.
"Hey, maaf ya..udah nunggu lama nih pasti? Tadi di jalan macet banget! Sampai parkiran Mall juga enggak dapat tempat, akhirnya aku valley." Poppy merangkul bahu Pandu lalu keduanya bercipika-cipiki layaknya teman dekat.
Hal itu memang fakta, karena Poppy dan Pandu sudah saling mengenal satu sama lain sejak mereka sejak kecil. Kedua orang tua mereka ini bersahabat dekat sehingga imbasnya sang anak pun jadi ikut-ikutan berteman.
Dari mulai Poppy dan Pandu duduk di bangku taman kanak-kanak sampai tingkat sekolah menengah atas, mereka selalu saja satu sekolah. Hampir tak pernah terpisahkan, kecuali saat masuk perguruan tinggi.
Jika ada yang bertanya mengapa keduanya tak dijodohkan, maka jawabannya adalah, baik Poppy dan Pandu memang tidak memiliki ketertarikan untuk satu sama lain.
Apalagi Poppy tahu betul riwayat perjalanan cinta Pandu yang kerap kali bergonta-ganti pasangan dan suka melakukan ONS. Makin mustahil saja jika keduanya bersatu.
Disamping itu, orang tua mereka pun juga tidak pernah punya intensi menjodohkan keduanya. Hubungan mereka murni sebatas sahabat.
"It's okay..aku belum lama datangnya. Baru sekitar 10 menitan yang lalu." sahut Pandu ketika pelukan mereka terlepas.
"Syukurlah, aku sungkan kalau telat. Ya sudah ayo kita langsung cari makan yuk, laper nih!" ajak Poppy.
Pandu merespon dengan sebuah anggukan dan senyuman tipis. Keduanya lalu berjalan menuju salah satu tempat makan yang menyediakan menu Thai Food kesukaan Poppy.
Sesampainya di restoran, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk langsung memesan makanan. Poppy sudah seringkali datang kemari, sehingga dia hafal menu-menu yang sekiranya enak. Pandu tinggal menurut saja.
Sambil menunggu hidangan datang, Poppy secara tak sengaja memindai raut wajah Pandu dengan seksama. "Pandu, dari tadi aku perhatikan kamu kok kayak orang bengong sih? Kayak lagi gelisah. Kamu kenapa, ada masalah?"
Pandu tertegun sebentar sebelum berucap, "Eh...eng--enggak kok, aku baik-baik saja." nada suaranya terdengar gugup.
"Jangan bohong deh, aku tuh hafal banget sama tabiat kamu! Biasanya kamu paling excited kalau kita pas lagi temu kangen gini. Tapi hari ini kamu terlihat berbeda, pikiran kamu tuh seperti kosong. Awas lho entar dikira kesurupan!" Poppy bertanya serius namun diselingi oleh sebuah candaan.
"Mana ada kerasukan siang bolong begini, lebay kamu!" Pandu menyentil kening Poppy pelan.
"Hehehe...iya-iya,kan cuman bercanda! Ayo udah jangan pakai ngeles lagi. Kamu kenapa kok lesu begini hah?" desak Poppy.
"Baru ketemu sama mantan," tukas Pandu keceplosan.
"HAHHH?!!" sentak Poppy dengan suara yang menggelegar. Untung restorannya sedang sepi. Jadinya tak ada yang perduli meskipun Poppy berteriak.
"Ketemu mantan, Ndu? Dunia sempit banget. Pantas muka kamu sepat begitu! Ini mantan yang dimaksud itu, yang dulu putus gara-gara kamu selingkuhi dia kan ya?"
__ADS_1
"Dih...malah nyindir, enggak usah diingatkan juga kali!" ketus Pandu.
"Lah emang benar kan? Seingat aku pas habis putus dari mantan terakhirmu, kamu belum ada gebetan baru lagi!"
Pandu mengangguk. "Hm..memang iya sih, tadi aku enggak sengaja ketemu sama dia. Si mantan terindah."
Mengapa disebut mantan terindah? Karena sampai sekarang Pandu belum juga move on.
Poppy refleks tertawa melihat ekspresi wajah Pandu yang tiba-tiba berubah mellow. Pria itu terkena serangan galau mendadak. "Kamu sih oon banget! Udah tahu cinta dan sayang..eh malah diselingkuhi. Kamu sama dia udah tahun-tahunan kan ya pacarannya?"
Pandu membenarkan, "Hmm udah lama kita pacarannya. Tapi ujung-ujungnya kandas karena kebodohan aku sendiri yang menyia-nyiakan wanita sebaik dia," ucap Pandu lirih.
"Padahal sebenarnya aku pingin kenalan sama cewekmu itu, penasaran banget! Setiap kali kita teleponan, kamu pasti bahasnya dia melulu. Kok dulu enggak pernah dikenalin ke aku ya? Fotonya aja aku enggak tahu!" sahut Poppy.
"Jaman pacaran sama dia, kita itu seperti backstreet. Keep it low profile aja, jarang gembar-gembor atau upload sosial media. Dia bahkan enggak tahu kalau aku dari keluarga berkecukupan."
"Lagipula 4 tahun kemarin kamu tinggalnya di luar negeri Pop, mana sempat aku ngenalin dia ke kamu! Ya kali dibawa ke luar negeri, orang kita aja bisanya komunikasi by phone." Pandu menerangkan.
"Ohh..iya juga sih!" balas Poppy.
Wanita itu baru ingat kalau beberapa tahun terakhir dia menetapnya di Singapura. Baru tahun inilah kembali lagi ke tanah air untuk berkarir sembari membantu bisnis sang ayahanda.
"Sayang banget harus putus, makanya lain kali kalau punya burung tuh dijaga..jangan suka terbang-terbangan kesana kemari. Kapok deh tuh ketahuan berbuat dosa di apartemen sendiri," cibir Poppy.
"Enggak usah meledek, aku ini lagi sedih! Masih kaget habis ketemu mantan terindah. Mana dia udah nikah, terus hamil lagi. Sakit hatiku nambah berkali-kali lipat."
"Yahh..udah kalah start dong kamu! Mantan disalip orang. Beneran udah hamil ya dia? Tahu darimana, apa kamu sempat ngobrol?" tanya Poppy.
"Enggak perlu ngobrol juga orang asing bakalan tahu kalau dia lagi hamil. Waktu ketemu tadi kulihat perutnya buncit. Kalau bukan hamil apa coba? Jujur rasanya jadi nyesek. Ada perasaan enggak suka pas aku lihat dia lagi jalan sama suaminya. Pengen banget aku rebut!" Pandu mengepalkan tangannya sendiri saking gemasnya.
"Suaminya ganteng Ndu?" tanya Poppy penasaran.
"Ganteng. Banget malah! Wajahnya seperti blasteran gitu. Mungkin ada turunan bule suaminya." mendadak Pandu jadi minder sendiri kala mengingat penampilan suaminya Luna tadi.
Pantas jika mantannya itu memilih suaminya yang sekarang. Jelas unggul berkali-kali lipat dibandingkan dirinya. Suami Luna tampak gagah, tinggi, tampan, berkharisma, dan perawakannya parlente. Auranya high class. Pasti dia orang kaya.
"Sebenarnya kamu juga enggak kalah ganteng sih Ndu, untuk ukuran orang lokal ya! Tapi kalau saingannya bule begitu, wah jelas menang dia kemana-mana lah!" Poppy sengaja menggoda sahabatnya itu.
Pandu berdecih kesal. "Cihh...habis muji aku, endingnya dihempas juga!"
__ADS_1
Poppy menanggapi gerutuan Pandu dengan tawa kencang. Rasanya puas sekali mengejek Pandu.
"Tapi ngomong-ngomong, bukan cuman kamu aja sih Ndu! Sebenarnya aku sendiri juga lagi mengalami hal yang sama."
"Hal yang sama gimana maksud kamu?" tanya Pandu sembari ia menyeruput jus melon.
Disela-sela perbincangan mereka tadi, seorang waitress datang untuk mengantar pesanan minuman mereka terlebih dahulu. Makanannya masih menyusul.
"Aku lagi jatuh cinta sama suami orang."
Burrppp....
Karena shock, Pandu refleks menyemburkan jus melon yang sedang diminumnya. Untung semburan air itu jatuhnya ke lantai. Tidak mengenai baju Poppy sama sekali.
"Kamu suka sama suami orang?"
"Iya..." jawab Poppy dengan santainya. Poppy sendiri justru bersikap biasa saja meski tadi sempat hampir kena semprot Pandu.
"Siapa dia Pop?" Pandu balik bertanya.
"Ada lah pokoknya...dulunya itu aku sempat dijodohkan sama ini orang. Bahkan kami sempat beberapa kali kencan tipis-tipis selama kurang lebih 3 bulan."
"Buset..kamu pernah dijodohkan? Kalau ini sama juga, aku enggak tahu apa-apa! Mama dan Papaku juga enggak pernah dengar kabar selentingan kamu dijodohkan tuh?!" Pandu menatap Poppy menyelidik. Mengingat betapa dekatnya keluarga mereka. Sangat mustahil jika berita ini tertutup rapat.
"Ya itu karena perjodohannya tiba-tiba batal, makanya enggak naik di media! Kalau di publish justru aku malu beritanya tersebar perkara aku ditolak cowok. Keluargaku menutup rapat-rapat soal hal ini."
Pandu dengan setianya menyimak segala cerita Poppy.
"Si cowok yang mau dijodohkan sama aku ini ternyata lagi in relationship sama cewek lain dan berujung menikah. Tapi setelah 8 tahun bersama, mereka cerai tanpa menghasilkan anak. Enggak lama setelah itu, si cowok yang aku suka ini malah nikah lagi. Kalau sama istri yang sekarang baru tokcer, lagi hamil 4 bulan."
"Apes banget kan aku?! Dua kali lho enggak dikasih kesempatan. Soalnya aku tuh baru tahu dia cerai, coba aja aku tahu duluan..pasti dia udah aku pepet terus!" curhat Poppy panjang lebar.
"Kamu suka banget ya sama dia?" Pandu bisa melihat Poppy begitu emosional kala bercerita tentang pria yang ditaksirnya ini.
"Bukan suka lagi, mungkin aku udah kategori cinta banget sama dia. Kayak susah banget untuk berpaling. Susah payah aku menghapus perasaanku sama dia, udah sempat bisa move on sejenak. Eh enggak tahunya 8 tahun kemudian ketemu lagi. Buyar semua deh usahaku..." keluh Poppy.
***
Halo kakak-kakak dan teman-teman semua, maaf ya baru up setelah 3 hari off. Minggu ini lagi sibuk banget 😭 Ini sengaja aku selingi cerita dari tokoh lainnya biar enggak terlalu bosan, semoga suka hehehe...
__ADS_1
Makasih untuk yang sudah sabar menunggu. Jangan lupa like, komen, dan kasih gift ya kak supaya Author semangat up nya 😁