PAK DOSEN, I LOVE YOU

PAK DOSEN, I LOVE YOU
103


__ADS_3

Radit tertawa keras lalu masuk ke dalam kamar mandi yang ada di atas. Niatnya ingin ke kamar mandi, namun kamart mandi di bawah, kerannya mati, makanya Radit naik ke lantai dua sessuai petunjuk asisten rumah tangga yang sedang berada di dapur. Tapi, memang nasib baik bagi kaum jomblo seperti Radit harus melihat hal yang menurutnya indah untuk di pandang dan di goda.


Jujur, melihat pandangan barusan membuat Radit sedikit kesal dan gerah. Gimana tidak, ia sendiri mendapat karma kutukan cinta pertama sepertinya. Niat hati ingin menghancurkan keluarga Desy melalui orang -orang di sekitarnya. Tapi, setelah bertemu Clara, ia malah jatuh hati dan berusaha memiliki istri dari dosen idaman di kampusnya. Fakta kedua, yang membuat Radit mengurungkan aksi balas dendamnya pada Desy, calon Mama tirinya adalah tentang hubungan Ayahnya dan Desy yang sudah lama hingga memiliki anak. Tapi, melihat kenyataan Clara yang bahagia dengan Rey membuat api cemburunya mulai panas dan membakar hatinya.


***


Rey menutup pintu kamarnya dan mengunci rapat. Jangan sampai adega ninu ninunya harus di pertontonkan secara publik tanpa di sengaja.


Koper yang di bawa Rey di letakkan begitu saja di dekat meja rias tanpa di rapikan terlebih dulu. Clara yang sedang bercermin mematut dirinya yang nampak sedikit berisi mulai cemas dengan perubahan tubuhnya beberapa bulan yang akan datang nantinya.


"Mas Rey ...." panggil Clara dengan nada suara manja. Clara masih berkaca dan berdiri dari arah depan, samping kiri dan samping depan. Jangan sampai Clara terlihat buruk di depan orang banyak karena perutnya yang semakin lama semakin membesar.


"Hemmm ..." Rey hanya berdehem melirik ke arah Clara lalu berjalan menghampiri istrinya setelah meletakkan koper.


Clara menoleh ke arah Rey yang menghampirinya sambil menatap lekat istrinya yang sejak tadi berdiri di depan kaca rias.


"Udah cantik, Sayang. Itu lama -lama kacanya pecah kamu tatap begitu," goda Rey sambi lmemeluk tubuh Clara yang mulai berisi.


"Haishh ... Pinter nih Pak Dosen kalau di suruh modusin bini," cicit Clara yang mulai terbiasa dengan sikap Rey yang selalu ingin mesra dengan Clara. Rey berdiri di belakang Clara sambil memeluk perut Clara. Sesekali tangannya mengusap perut Clara yang sedikit menyembul dan sudah terasa agak keras di bandingkan biasanya.


"Bukan modusin bini. Tapi ...." ucapan Rey terhenti sambil memegang dagu Clara dengan gemas.


"Tapi apa ..." tanya Clara mulai memutar kedua matanay denagn malas. Ini kalau sudah mulai manis kayak kucing, ujung -ujungnya suaminya pasti ada maunya.

__ADS_1


"Cinta mati sama bini," kekeh Rey di iringin suara tawa yang lepas.


"Hah ... Mas Rey nih, gak pernah berubah. Dari awla ketemu selalu begitu. Alasan klasik, ngerayu Clara dengan kata manis, lalu ...." Clara melotot dan berteriak keras.


"Arghhhh ... Turunin Clara, Mas. Mas Rey, Clara teriak nih biar Bunda denger .... " ancam Clara pada Rey yang terkejut tiba -tiba di gendong ala bridal dan di bawa ke kasur berukuran king itu.


Rey tak menanggapi teriakan keras istrinya yang malah terdenagr manja dan menggelitik di telingannya. Ini sih bukan teriakan pemberontakan, tapi teriakan kucing betina yang malah senang di perlakukan manja oleh suaminya.


"Husss ... Kamu nih, Ra. Kayaklagi di apain aja. Mas cuma gendong kamu biar kamu istirahat. Denger gak tadi. Mau ada acara makan siang di taman belakang," ucap Rey mengingatkan.


"Hemmm ... Itu bukan mengingatkan tapi sambil menyelam minum air. Mas Rey kan paling pinter cari kesempatan," ucap Clara kesal. Bibirnya mengerucut ke depan.


Clara sudah di rebahkan di kasur dan Rey ikut berbaring di sebelahnya. Tangan kirinya menopang kepala Clara dengan tubuh menyamping menatap Clara. Clara sendiri merebahkan tubuhnya secara terlentang dan menatap langit -langit kamar.


"Gak. Males. Mas Rey itu lima M besar," ucap Clara sekenanya, bahkan ia tak tahu apa lima M yang baru saja ia sebutkan. Otaknya mulai mencari jawaban lima M yanga asal ia ucapkan itu.


"Lima M besar? Apa saja coba? Mau denger," ucap Rey penasaran.


"Ekhemmm ... Awas kalau marah," ungkap Clara makin ketus. Padahal ia belum juga punya jawaban lima M itu.


"Iya engak. Apa lima M besar itu? Awas aja ngadi -ngadi, Mas kelitikin sampai minta ampun," goda Rey yang sudah bersiap dengan menunjukkan tangan kanannya yang siap mengeksekusi pinggang Clara.


"Iya. Dengerin nih. Lima M besar, Males Mas Mood Modus Mesum," ucap Clara dengan wajah serius. Rasanya ingin tertawa dengan jawaban asal itu, tapi tak bisa, karena tatapan Rey terlihat tajam dan seperti kesal menatap dua bola mata Clara yang bening itu. Clara masih sanggup menahan rasa tertawa, sdeangkan Rey sedang mengganggu Clara dengan sikap seriusnya agar istrinya tetawa. Lelucon Clara sungguh garing dan gak ada lucu -llucunya sama sekali.

__ADS_1


"Males Mas Mood Modus Mesum? Apa maksudnya? Itu sih bukan lima M, tapi itu penilaian kamu terhadap Mas. Ayo ngaku? Gak ngaku Mas kelitikin," ucap Rey bersiap mengeglitiki tubuh Clara.


"Dihh ... Clara tidak sedang bercanda. Apalagi bikin lelucon garing. Klaau garing itukacang kulit. Lagi pula Clara kan gak suruh Mas Rey tertawa," ucap Clara mengklarifikasi ucapannya tadi adalah ucapan serius dan tidak main -main.


"Ohh ya ... Jadi selama ini, istri Mas itu males sama Mas yang dikira mesum dan modus gitu," tanya Rey lekat mendekatkan wajahnya ke arah Clara sambil menaik naikkan satu alisnya kepada Clara.


"Dihh ... Mas Rey baper amat sih," ucap Clara lirih. Wajah Rey semakin mendekat dan membuat Clara semakin tak bisa berkutik karena setengah tubuh Rey menindih Clara. Bibir heart shape milik Rey sudah terbentuk dan terus menndekati wajah Clara. Bibir seksi yang memiliki sisi sensual dan selalu membuat candu dalam berciuman. Ini adalah bentuk bibir yang membuat Clara jatuh hati pada Rey saat pertama bertemu.


Rey tak menjawab secara lisan. Napas Clara mulai memeburu saat bibir Rey mulai menyentuh kulit bibir milik Clara. Hanya menyentuh bukan mengecup, tapi hawa dan gairah Rey luar biasa terasa, bukan hanya ingin menciumtapi gerak gerik bahasa tubuhnya seolah ingin mengajarkan Clara agar tak menilai suaminya dari sudut padang kaca mata Clara sendiri.


Bibir Rey sudah menempel lalu Rey berucap, "Begini termasuk mesum? Kalau pun Mas mesum, itu Mas lakukan dnegan istri Mas sendiri bukan dengan yang lain."


Rey perlahan membuka bibirnya dan ******* bibir Clara yang sudah nampak siap menerima sapuan lidah Rey di dalam mulutnya. Kedua mata Clara terpejam dan mulai menikmati alur ciuman Rey yang selalu pandai membuat Clara berasa terbang ke awan. Rey menatap Clara yang terlihat sangat menikmati ciuman itu. Rey ingin sekali menggoda istrinya hingga kesal.


"Sudah ah sebentar aja. Nanti di kira mesum, modus, cuma memanfaatkan," ucap Rey tiba -tiba yang melepaskan pertautan bibir yang sedang panas itu hingga membuat Clara membuka kedua matanya dengan cepat. Wajahnya terlihat sanagt kecewa dan kesal.


Rey hanya melepas ciuman itu dan menatap Clara lekat.


"Istirahat dulu," ucap Rey mengulum senyum.


Clara hanya menatap Rey pasrah dengan mulut yang masih membuka. Rasanya Clara ingin merasakan kembali bibir Rey bermain di dalam mulutnya.


"Udahan Mas?" ucap Clara yang lolos begitu sajatanpa dosa.

__ADS_1


__ADS_2