
Clara mulai melancarkan aksinya untuk mengawalinya. Awalnya Clara merasa malu namun makin kesini rasanya ia malah merasa yakin dengan tindakannya yang menggoda Rey terlebih dahulu.
Rey sendiri mulai hanyut dengan kelincahan Clara yang tersembunyi. Tak sekali pun Clara menunjukkan tanda -tanda nakal memggoda Rey. Tapi malam ini, Clara sungguh membuat Rey terpesona.
Awalnya Clara hanya menjalankan apa yang di tulis dalam artikel yang ia baca, lama -lama nalurinya ikut menghanyutkannya dalam permainan yang ia buat sendiri.
Rey makin gemas dengan Clara di tambah lagi aroma wewangian yang Clara pakai sangat membangkitkan gairah Rey.
"Saya gak suka seperti ini Clara," ucap Rey tiba -tiba. Rey ragu dengan permainan Clara. Ia tak mau lagi merasakan kekecewaan seperti tadi sore sampai ia harus meninggalkan Clara dan menenangkan diri di kamar kerja khusus miliknya.
Clara yang masih terus menciumi leher Rey pun kemudian membuka kedua matanya lebar dan menatap Rey lekat.
"Apa Clara terlihat seperti bermain -main? Hanya menggoda Mas Rey?" tanya Clara yang kemudian menyibakkan selimut twbalnya dan memperlihatkan tubuhnya yang seksi dalam balutan baju jaring -jaring.
Sontak kedua mata Rey terperanjat melihat tubuh setengah polos itu kini memang nyata dalam dekapannya. Berarti apa yang ia lihat tadi bukan halusunasi.
"Kamu ...." tanya Rey pelan namun di urungkan pertanyaan itu.
"Apa Clara salah? Jika ingin membahagiakan suami?" cicit Clara manja, ia mengedipkan satu matanya pada Rey. Jelas, Clara memang sedang ingin menggoda Rey. Rey tidak tahu saja. Sudah sejak tadi, Clara juga merasakan denyutan aneh di bagian bawah dan terasa basah sempurna.
Rey tersenyum lebar dan mencium bibir Clara dengan rakus tanpa aba -aba. Lalu melepasnya perlahan dan menjawab," Tidak ada yang salah, hanya ... saya tidak ingin di buat nanggung seperti tadi sore."
Clara langsung menaiki tubuh Rey dan mencium bibir lelaki tampan itu dengan sedikit ganas. Rey makin menggelora dengan awalan yang baik seperti ini. Seolah birahinya di bangunkan tepat pada waktunya.
"Sayang ... Kamu lagi ...." ucapan Rey terhenti dan sama sekali tak di respon oleh Clara. Clara malah mulai kalap sendiri. Ia mulai mempraktekkan apa saja yang ia lakukan tadi di depan kaca.
Clara membuka ikatan piyama Rey dan menyibakkan kain piyama itu hingga dada bidang lelaki itu jelas terlihat indah di kedua mata Clara. Rey sendiri mulai menggerakan kedua tangannya yang berada di pinggang Clara naik ke atas hingga merasakan tubuh Clara yang empuk dan kenyal itu dalam genggaman tangannya.
Clara beringsut turun dari tubuh Rey dan mulai melakukan apa yang sejak sore ia lakukan untuk menyenangkan suaminya. Perlahan Clara menurunkan pakaian dalam Rey yang sudah menongolkan sedikit kepala si joni yang agak basah. Clara hanya mengulum senyum.
Jujur saja, Clara tidak pernah tahu urusan beginian. Sejak bertemu Rey dan terjadi kesalahan di malam itu, Clara semakin penasaran dan sering mencari artikel begituan dan menonton sesuatu hal yang bisa meningkatkan birahinya sekaligus sebagai pembelajaran. Hitung -hitung sebagai pengalaman Clara. Tapi memang Clara selalu malu untuk mengawali atau membalasnya karena Clara tidak ingin di katakan sebagai wanita yang sudah mahir atau terbiasa dengan hal ini.
Rey hanya menatap Clara. Ia ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh istri labilnya yang tiba -tiba berubah nakal di ranjang.
Tangan Clara mulai menyentuh batang joni dan mengusap pelan pada bagian kepalanya yang basah. Terlihat Rey menikmati dan memejamkan kedua matanya. Tanga Rey mencari tambahan kenikmatan dengan menyentuh dua semeru kembar dengan kuncup yang mulai mengeras.
Perlahan tapi pasti saat batang joni mulai di dekatkan pada mulut Clara. Imajinasi Clara harus mulai di mainkan agar mulai terbiasa dan hanya fokus untuk membahagiakan suaminya.
Inget kata ibu Clara di kampung. Jangan beri celah untuk perempuan lain bisa mendekati suamimu dengan alasan apapun. Makanya kamu sebagai istri harus mampu jadi istri yang baik di depan orang banyak, istri yang hebat di depan koleganya, istri yang pandai apapun di depan mertua dan istri yang nakal saat betada di ranjang. Saat semua tugas seorang istri mampu menyesuaikan tempat dan waktunya, maka tidak ada lelaki yang merasa kekurangan dengan apa yang di miliki oleh istri. Ada juga, ia bangga memiliki istri yang satu paket lengkap sempurna.
Satu ******* pada batang joni membuat tubuh Rey sedikit bergetar. Mungkin rasanya campur aduk, rasa enak dan ingin terus membuat Rey hanya bisa menahan napas saja dan berharap Clara bisa menyelesaikannya secara sempurna.
__ADS_1
Anggap saja ini malam pertama mereka. Malam yang berbeda dari malam -malam yang sudah mereka lewati bersama. Ranjang tidur itu semakin terasa panas hawanya. Clara semakin kuat mengulum dan sesekali memberikan gerakan memeutar pada batang si joni.
Ternyata, kalau sudah di awali smeuanya jalan begitu saja tanpa pelajaran. Clara juga melakukannya mengikuti kata hati. Lama -lama ia jadi tahi, kalau melakukan ini akan membuat suami makin melayang dan keenakan. Kalau begini malah membuat suami terasa kesakitan.
Mulai dari hisapan gemas pada batang joni yang sudah mengeras. Terakhir Clara menghisap kuat dan menariknya hingga terlepas dari dalam mulutnya. Seketika membuat Rey membuka matanya dan bibirnya ikut terbuka sedikit menahan sensasi nikmat tak terkira.
Rey sungguh takjub dengan permainan Clara malam ini. Ia juga tak mau kalah dengan istrinya. Masih banyak gaya yang belum ia coba bersama istrinya lewat imajinasinya.
Clara menggigit bibirnya dan menatap Rey yang juga menatap dirinya.
"Enak sayang," jawab Rey lirih seolah ia minta di ulangi lagi permainan baru saja.
"Hemm ... Mas Rey suka?" tanya Clara pelan.
"Suka banget," jawab Rey jujur.
"Tapi Clara capek, Mas. Mulut Clara agak kebas ini. Nanti lagi ya," ucap Clara yang beringsut tiduran di sebelah Rey.
Rey memeluk Clara dengan kaki yang menopang ke tubuh Clara.
"Makin pintar istriku," puji Rey sambil merapikan anak rambut Clara yang agak berantakan.
Clara hanya melirik dan tersenyum.
"Lha mesumnya mulai kumat," ucap Clara berusaha menutupi rasa malunya.
"Hemmm ... Saya benar -benar memujji tidak ada maksud lain," ucap Rey pelan masih mengusap pelan pipi Clara.
"Mas Rey ...."
"Kenapa sayang,"
"Clara tidak mentruasi ...." ucap Clara lirih. Jujur ia bingung tentang darah yang tadi pagi keluar.
Rey mengangkat tubuhnya dan menopang kepalanya dengan tangan hingga tubuhnya terlihat lebuh tinggi dari Clara. Tatapannya lekat seolah meminta penjelasan Clara.
"Apa maksud kamu. Saya gak paham. Coba jelaskan pelan -pelan," tanya Rey perlahan.
"Iya tadi pas mandi tidak ada darah menstruasi. Lalu tadi pagi darah apa ya?" tanya Clara bingung.
Rey sendiri juga tidak paham masalah seperti ini.
__ADS_1
"Perutnya sakit gak?" tanya Rey kemudian.
"Gak. Cuma pagi agak mulas saja," jawab Clara jujur.
"Besok pagi kita ke klinik ya? Kita cek. Saya gak mau sesuatu terjadi pada kamu. Saya gak mau telat membawa kamu periksa. Kali ini saya akan paksa kamu," titah Rey tegas.
Clara mengangguk sempurna. Tidak ada pilihan lain. Ia sendiri juga takut kalau ada sesuatu terjadi pada dirinya nanti. Lebih baik mencegah di bandingkan harus mengobati.
"Mas Rey ...."
"Iya," jawab Rey lembut. Ia baru sja melamunkan kata -kata Clara yang khawatir tentang darah tadi pagi.
"Clara pengen ...." cicit Clara malu dan menutup wajahnya dengan telapak tangan.
"Pengen apa?" tanya Rey bingung.
"Itu ...." ucap Clara lebih berani mengungkapkan keinginannya. Clara menarik tangan Rey dan menyentuh baguan bawahnya yang sudah basah dan berlendir. Jelas, Clara menginginkannya.
"Sayang ... Besok kita ke dokter dulu. Tahan ya. Lihat si joni juga saya suruh tidur dulu. Saya gak mau ada sesuatu. Lebih baik kita tidak melakukan itu dulu. Walaupun sejujurnya ini berat banget, saya juga sudah gak tahan," ucap Rey terkekeh.
"Ternyata Clara itu beneran dapat suami super mesum ya? Apa karena usia Mas yang jauh dengan Clara?" tanya Clara menggoda.
"Ekhemmm ... gak juga. Itu bukan jaminan. Usia tak lantas membuat seseorang berkeinginan meluapkan hasratnya. Itu tandanya saya menyukai kamu, Clara. Tidak mungkin saya ujug -ujug berhasrat dengan siapa kecuali memang dengan pasangannya. Ibarat sandal, ia akan terlihat pas di kaki yang sesuai ukurannya atau memang kaki pemiliknya. Bukan kaki yang lain," ucap Rey menjelaskan.
"Sekaramg? Mas Rey sudah bisa menerima Clara?" tanya Clara pelan.
"Sejak saya memuruskan menikahi kamu. Saya yakin dengan kamu, Clara. Walaupun awalnya memang saya sedikit ragu. Tapi ... perjalanan hubungan kita itu seperti sudah di gariskan untuk bersama. Kalau kamu tanya alasannya kenapa, mjalinkalan saya suka kamu, itu adalah hal yang sulit saya jelaskan. Bukan saya tidak bisa menjawab tapi bicaranya lewat hati, Clara," ucap Rey menjelaskan sejals -jelasnya.
"Terus ... kalau Clara keluar dari tempat magang, skripsi Clara gimana?" tanya Clara masih saja memikirkan skripsinya.
"Kamu cari judul lain di perpustakaan. Bisa tentang bursa efek atau nilai ekuitas atau saham obligasi. Banyak banget dan bisa kamu selesuakan semester ini. Biar kamu bisa cepat lulus asal ...." ucapan Rey sengaja di hentikan.
"Asal apa?" tanya Clara pelan dan tak paham.
"Jatah malam saya dua ronde ya," Rey terkekeh melihat perubahan wajah Clara yang langsung merengut.
"Boleh. Asal Clara di ijinkan ambil S2," pinta Clara lembut sambil mengecup pipi suaminya.
"Hah ... Buat apa? Kamu kuliah S2. Kamu kira saya gak sanggup kasih uang bulanan buat kamu?" tanya Rey merasa tersinggung.
"Lho ... Bukan itu Mas maksud Clara. Apakah seorang wanita salah meniti karir dan memiliki pendidikan tinggi," tanya Clara pelan.
__ADS_1
Rey melengos dan merebahkan tubuhnya dengan posisi terlentang. Ia tidak setuju dengan ucapan Clara baru saja.
Bukan Rey tak setuju, kalau Clara mengambil S2 dan atau ingin bekerja lalu menggapai karirnya setinggi mungkin. Rey itu selalu beranggapan, semakin tinggi pendidikan wanita dan semakin tinggi jabatan seoarang wanita maka wanita itu akan semakin semena -mena. Semakin sombong dan lupa kodratnya sebagai wanita karena merasa dirinya mampu dan mandiri tanla laki -laki. Perempuan lupa bahwa sejatinya perempuan bisa mandiri dan kuat karena hanya ingin pujian dan suatu penghargaan dari pasangannya saja. Ia akan kembali lagi menjadi wanita lemah yang butuh sosok laki- laki dalam hidupnya.