PAK DOSEN, I LOVE YOU

PAK DOSEN, I LOVE YOU
77


__ADS_3

Pagi ini Clara sudah bangun sangat pagi sekali. Dalam hati ia sangat ingin belajar menjadi istriyang baikdan sempurna. Walaupun tahapannya kalau saat ini masih sanagt kecil sekali. Maklum Clara dan Rey kan pengantin baru.


Tadi malam Rey sibuk dengan urusan kampusnya. Beberapa mahasiswa yang ikut bimbingan dengannya mulai berani mengirim email dan menanyakan kapan Rey ada di kampus karena seharian kemarin Rey tidak ada di kampus untuk memberikan bimbingan. Clara juga sibuk mencari judul lain untuk skripsinya. Sudah jelas kan, ia tidak bisa melanjutkan magang di perusahaan kemarin. Clara juga belum sempat berpamitan kesana. Rencananya ingin pamitan, tapi Rey melaran dengan sejuta alasan. Lelaki itu kini menjadi sangat posesif sekali.


Clara sudah mandi dan sudah rapi dengan pakaian yang biasa ia pakai ke kampus. Celana jeans hitam dengan kaos berkerah berwarna hitam juga, agar menyamarkan semua lemak yang tersimpan di beberapa bagian tubuhnya yangmembuatnya tidak seksi lagi.


Langkahnya pelan menuju dapur. Rencananya pagi ini, Clara mau membuat omlete dan roti panggang dan disatukan biar terlihat seperti sandwich tapi rotinya agak crunchy gitu jadi lebih menggoda lidah.


Panci teflon sudah di hangatkan dan di letakkan satu per satu di atasnya hingga agak kecoklatan dan mulai terihat garing dipinggiran rotinya.


Empat lembar roti berukuran besar cukup untuk membuat dua sandwich Lalu di lanjutkan dengan daging ham nya yang di panaskan agar lebih nikmat.


Clara mulai sibuk membuat sandwich mirip di salah satu restaurant franchise yang tersebar di seluruh kota di salam negerinya.


Tidak lupa selada air dan keju. Pilihan kejunya ada di keju mozarella dan kemudian di hangatkan kembali sebentar sandwich itu di atas teflon panas itu.


Kini giliran Clara membuat omletenya. Di campur daun bawang dan bawang bombay biar kayak martabak telur. Clara mulai mengocok telur hingga semuanya tercampur menjadi satu, lalu di beri bumbu sedikit. Clara memang tidak melihat sema bumbu itu dengan benar. kedua matanya memang masih sedikit mengantuk dan tubuhnya agak lelah karena Rey yang membangunkan Clara setelah seleesai kesibukkannya membalas email mahasiswa yang ikut bimbingan dengannya.


Seperti biasa Rey tidak akan melepas Clara atau menyia -nyiakan waktu yang ada. Bagi Rey, "Time is important." Semua waktu adalah jam 'besuk' bagi Rey. Tidak semeenit pun ia melepaskan waktunya begitu saja tanpa ada kenikmatan di dalamnya


Seperti pagi ini, tubuh Rey masih tak mau lepas dari dekapan guling dan pelukan selimut tebal yang membuatnya semakin lelap. Wajahnya menyunggingnya semyum indah kepuasan. Bayangkan saja tiga ronde sekaligus tanpa ada jeda.


Yummy ....


Sandwich buatan Clara sudah siap sambil menunggu omlete buatannya yang wanginya agak berbeda dari omlete yang biasa Clara buat.


"Kenapa wanginya begini? Seperti agak ada manis -manisnya?" batin Clara di dalam hati sudah merasakan sedikit keanehan tapi sama sekali tak tahu apa itu.


Dua omlete sudah selesai dan di letakkan di atas masing -masing sandwich ala Clara. Memang tak sama tapi sedikit menyerupai saja. Semuanya hasil ide kreatif Clara.


Meja makan yang berukuran sedang sudah rapi dengan sajian sarapan. Tinggal membuat minuman hangat dari rebusan air jahe. Rencananya Clara mau membuat minuman hangat susu jahe. Cuaca di luar sangatlah dingin. Memang cocok melipat tubuh dengan selembar selimut tebal berbulu dan hidup.


"Hai sayang ...." ucap Rey pelan. Rey sudah rapi dengan kemeja biru tua dan celana kain semi jeans berwarna hitam. Rey memeluk Clara dari arah belakang dan mengecup pipi chubby milik istri labilnya yang perlahan mulai berubah.


"Mas Rey ... Geli ih ...." ucap Clara meleguh manja.


"Hemmm ... Pengen ya?" bisik Rey tepat di telinga Clara.


Clara langsung menoleh ke arah Rey dan melepaskan pelukan Rey yang melingkar di perutnya.

__ADS_1


"Pengen? Mas ... Kita mau ke kampus. Jadi gak usah ngadi -ngadi pakai pengen segala. Mas Rey yang pengen atau Clara?" tanya Clara kesal.


"Duh istri Pak Dosen kok kalau cemberut makin menggemaskan sih?" ucap Rey menjawil dagu Clara dengan gemas.


"Jiah ... Mas Rey!! Udah sana duduk di kursi makan, cobain masakan Clara. Calon mamah muda terketjeh ...." tawa Clara pun menggema di seluruh ruangan dapur bersih itu.


Satu cubitan penuh emosi Clara berhasil membuat kulit tangan Rey terasa perih. Belum lagi, bulu -bulu tangan Rey yang sedikit lebat juga ikut tercabut beberapa helai.


"Sakit sayang. Ini bulu -bulu investasi yang membuat ...." ucapan Rey langsung di bungkam oleh Clara untuk segera diam dan tak melanjutkan.


"Cukup!! Gak usah tebar pesona mesum Mas. Cepet sarapan dan minum susu jahenya biar badan Mas lebih hangat," titah Clara cepat.


Rey langsung diam dan duduk di salah satu kursi makan lalu mengambil garpu dan pisau siap memotong sandwich unik yang tampak menggoda.


Satu potongan sandwich sudah bersiap mendarat di mulut Rey yang agak besar.


aemmm ... Rey mulai menikmati sarapannya. Nikmat sekali rasanya. Satu kunyahan mulai terasa aneh di mulut Rey. Kunyahan kedua rasanya makin aneh dan sama sekali ingin di muntahkan oleh Rey. Asin, manis, asem, malah terasa seperti nano -nano.


Wajah Rey mulai memerah menahan rasa aneh di mulutnya lalu ia berusaha menghargai Claar yang ada di depannya dan sejak tadi menatapnya penuh harap di beri pujian atas sarapan yang di buata secara unik ini. Ternyata bukan hanya bentuknya saja yang unik, tapi juga rasanya unik dan di luar ekpektasi Rey. Bisa bayangkan sandwich yang ada di restaurant cepat saji itu? Rey pikir rasanya akan sama karena melihat isiannya pun mirip. Ada selada, daging ham, tomat, saos tomat, saos mayo, saos keju, saos sambal dan keju mozarella, lalu di atasnya omlette. Bagaimana? Tentu ekspektasi kalian rasanya, asin, gurih, dan enak tentunya. Tapi?


"Kenapa Mas? Mukanya sampai merah dan hitam gitu? Enak kan?" tanya Clara jadi panik sendiri. ia tadi memang merasakan ada yang aneh tapi setelah di lihat tidak ada yang aneh. Tumpukan bahan pun jelas dari bahan premium pilihan dan masih baru. Karena memang baru belanja bulanan kemarin.


"Mas? Kenapa? Gak enak? Ini sandwich lho bukan Natto atau Kimchi. Kok mukanya kayak gak bersahabat gitu sih," ucap Clara tersinggung.


Rey berhasil menelan makanan itu sampai di dalam perutnya dengan aman. Tidak ada yang menyangkut di kerongkongan.


"Sayang ... Maaf nih. Sandwichnya enak, bentuknya pun unik dan rasanya cukup mengejutkan saya. Rasa ini belum pernah ada, makanya saya bilang unik bukan aneh ya. Tapi unik," ucap Rey berusaha menutupi keanehan yang sebenarnya.


"Unik? Gak pakai bumbu apapun kok," ucap Clara pelan. Bumbu dan bahannya wajar.


"Sini sayang ... Saya pangku. Saya mau mengusap perut kamu dan menyapa baby twinsnya Papah Rey," ucap Rey mengulurkan tangannya agar Clara mengikuti arahannya dan menurut.


Benar saja, Clara langsung bangkit berdiri dan duduk di pangkuan Rey.


"Mau coba masakan kamu gak? Enak lho ... Biar baby twinsnya tahu rasa masakan Mamahnya sendiri," ucap Rey pelan sudah menusuk satu potongan kecil ke dalam mulut Clara.


Satu potongan kecil sandwich itu sudah masuk ke dalam mulut Clara dan langsung mengambil tissu kering lalu ....


Hoek ... Hoek ....

__ADS_1


Clara memuntahkan makanannya di dalam tisuue kering itu lalu menatap Rey. Kedua matanay berair karena menahan rasa manis berperisa strawberry.


Wajah Rey terlihat datar dan tenang. Tidak memarahi atau menghina setiap usaha Clara. Clara memang pintar memasak tapi mungki ia salah lihat satu bumbu hingga rasanya malah menjadi manis seperti starwberry.


"Kenapa? Aneh? Atau memang kamu bikin unik begini?" tanya Rey pelan.


Clara menggelengkan kepalanya cepat dan memeluk Rey.


"Maaf ya Mas," ucap Clara malu sekali.


"Kenapa harus minta maaf? Memang kamu mau membunuh saya? Itu bukan sianida kan?" tanya Rey pelan.


"Masa iya mau membunuh suami tertampan pilihan banyak orang? Clara kan seperti itu, nanti baby twinsnya? Jadi anak yatim dong," cicit Clara lemah.


"Terus? Kenapa iti rasanya sedikit unik," tanay Rey pelan.


Clara diam dan langsung bangkit berdiri menuju dapur. ia bergerak cepat ke arah kerannjang sampah dan mengambil bungkusan merah yang ia kira adalah bumbu penyedap rasa salah satu merek ternyata itu adalah satu bungkus minuman bubuk yang berperisa starwberry.


Auto ngakak lebar dan terkekeh tak henti. Clara pun membawa bungkusan itu kepada Rey.


"Ini biangnya Mas!! Resek banget sih!! Pantes rasanya aneh. Clara pikir pakai penyedap rasa royco ternyata malah jasjus rasa strawberry. Ya ampun," ucap Clara mengaduh.


Rey hanya mengulum senyum dan menahn tawanya.


"Mas gak ketawa? Gak lucu ya?" tanya Clara kesal.


"Bukan gak lucu. Saya bingung. Mau ketawa, ngakak takut dosa dan kamu pasti marah, gak ketawa di kira gak bisa bercandaan receh begini. Iya kan?" ucap Rey menjelaskan.


"Uhhh ... Mas Reynya Clara kok so sweet banget sih. Papahnya twins memang super baik banget sih," ucap Clara memeluk Rey dan mencium bibir Rey lembut.


"Ekhemmm ... Sekarang berani ya?" tanya Rey pelan.


"Punya Clara kan?" tanya Clara pelan.


"Iya punya kamu. Memang punya siapa lagi? Kan saya cuma punya Clara, Mamahnya twins,," ucap Rey pelan.


"Makasih Mas Reynya Clara ...." ucap Clara lembut.


"Sama -sama Claranya Rey ...." ucap Rey lembut.

__ADS_1


__ADS_2