PAK DOSEN, I LOVE YOU

PAK DOSEN, I LOVE YOU
75


__ADS_3

Rey pun menoleh ke asal suara. Begitu pun dengan Clara menatap sosok wanita berparas cantik dengan kaca mata dan rambut pendek potongan nge -bob. Pakaiannya ala perempuan korea dengan tas slempang berwarna silver. Senyum wanita itu sangat menawan dan mempesona.


Clara langsung melirik ke arah Rey yang awalnya terkejut menatap gados yang memanngilnya lalu ikut tersenyum manis.


Clara mencubit punggung tangan Rey yang masih menggenggam tangan Clara sambil berbisik, "Mas kenal sama cewek korea ini?"


Wajah Clara tetap stay dengan ketenangan dan kedataran. Walaupun ada tasa penasaran, se -bisa mungkin untuk tetap terlihat santai saja.


"Gak. Saya lupa," jawab Rey lemah. Tapi mimik wajahnya seperti kenal dan sangat akrab sekali.


Clara tetap mencoba tersenyum kepada makhluk cantik di depannya ini. Kebetulan sekali pesanan mereka sudah selesai dan Rey menerima dua piring pesanan milik Clara dan Rey sendiri. Rey melepaskan genggaman erat pada tangan Clara karena harus membawa dua piring di tangannya.


"Ayo sayang kita cari tempat duduk kamu mau duduk di mana?" tanya Rey pelan sambil mengedarkan kedua matanya mencari tempat duduk yang pas untuk dirinya dan istri kecilnya itu.


"Di sana Mas agak kosong," jawab Clara santai.


Sebutan sayang di depan orang banyak itu bukanlah sebutan biasa. Jelas Rey, perlahan ingin mempublikasikan status mereka kepada orang banyak.


Gadis ala korea itu menatap keduanya.


"Pak Reynand? Dia pacar kamu?" tanya Ayunda. Gadis cantik bergaya korea menatap Clara yang menurutnya bukan lah saingan.


Clara hanya membalas tatapan gadis itu dengan tatapan aneh.


"Istri kesayangan saya. Permisi. Kami mau makan," jawab Rey santai dengan senyum yang masih terlihat di pipinya.


Rey sama sekali tak kenal. Rey berjalan lebih dulu menuju meja makan. Clara juga sudah duduk di meja itu sambil menunggu pesanan minumannya.


Beberapa pasang mata memandang ke arah Rey dan Clara. Ada tatapan tajam dan sinis, tapi juga ada yang menatap iri, ada pula yang menatap seolah memberikan selamat.


"Di makan!! Katanya mau bumbu rendang sama kerupuk," titah Rey dengan suara tegas tapi setengah berbisik.


Clara menatap sendu ke arah Rey.


"Gak usah bentak juga kali Mas," cicit Clara sambil memotek kerupuk besar sambil di cocolkan ke arah bumbu rendang.


Rey menarik napas panjang dan sedikit memejamkan kedua matanya. Perasaan dia tidak membentak cuma bicara agak tegas agar Clara segera makan makanan yang di pesannya.


"Saya gak bentak kamu, Clara sayang. Saya cuma pengen kamu fokus sama makanan kamu. Sudah jangan lihatin yang lainnya," ucap Rey melembut.


"Tadi Mas Rey bentak Clara," ucap Clara kesal.


"Oke. Maaf kalau begitu saya salah. Kamu makan ya," titah Rey lembut. Rey mulai menyendokkan satu nasi dengan rendang kesukaannya ke dalam mulutnya.


Clara menatap Rey yang terlihat enak sekali menikmati nasi padang itu.


"Enak Mas?" tanya Clara dengan lidah yang mulai berair di dalam mulutnya.


"Enak pake banget. Ini menu spesial buat saya. Tapi rendang buatan kamu waktu itu juga enak. Saya suka," jawab Rey memuji smabil tersenyum menatap Clara di depannya.

__ADS_1


Claara langsung mengambil piring Rey dan menukar piringnya.


"Buat Clara ya Mas. Kayaknya enak, tiba -tiba saja pengen makan dari piring Mas, lebih nikmat," cetus Clara cepat.


Rey melongo saat Clara mulai menukar piringnya dan menikmatinya dengan enak.


"Sayang ... Itu pesanan Mas lho," ucap Rey yang hanya bisa pasrah melihat tingkah Clara.


"Ssstt ... Mas Rey makan kerupuk saja itu sama bumbu rendang. Ini enak banget," ucap Clara memuji.


"Mas kesana lagi. Pesan lagi ya," ucap Rey pelan.


"Gak boleh," jawab Clara lantang.


Clara menatap ke arah sekitar. Gadis ala korea itu masih menatao Rey dari kejauhan.


"Saya lapar Clara," ucap Rey kesal.


"Kita makan bareng saja ini. Mas Rey suapin saya ya," pinta Clara manja.


"Kamu kenapa sih Sayang?" tanya Rey bingung.


"Clara?" tanya Clara sambil menunjuk wajahnya dengan satu jari.


"Clara gak apa -apa," imbuhnya santai.


Tangan Rey langsung di genggam Clara.


"Jangan pergi Mas. Udah Mas habiskan saja makanannya. Clara sudah kenyang, tadi cuma pengen aja," ucap Clara cepat.


Rey menatap Clara aneh. Ia baru makan dua suap dan piring itu kembali di kembalikan pada Rey.


"Kamu kenapa sih? Tadi pengen katanya laper?" ucap Rey pelan.


Clara menggelengkan kepalanya pelan.


"Gak apa -apa Mas. Sudah kenyang," jawab Clara sekenanya.


Clara sendiri tidak tahu kenapa ia jadi begini. Tiba -tiba saja lapar dan pengen banget kalau makan bekas suaminya. Dan memang nikmat. Tapi saat suaminya mau pesan lagi, rasa nikmatnya hilang. Seharusnya Rey melihat Clara makan saja, tanoa harus ikut makan juga.


Arghh ... Betapa egoisnya Clara. Apa lagi di sana ada cewek korea abal -abal yang sejak tadi melihat ke arah Rey. Siapa sih sebenarnya dia. Masa iya, Mas Rey gak kenal.


Tapi, Rey memang sama sekali gak peduli. Penasaran pun tidak.


"Kamu aneh banget," ucap Rey lelan sambil menghabiskan makanannya lagi.


Clara menatap lekay suaminya. Tiba -tiba rasa ingin makannya timbul lagi.


"Mas ... Suapin satu suap. Kok kayaknya enak banget," ucap Clara memohon.

__ADS_1


Rey pun langsung menyendokkan satu suapan untuk Clara. Clara langsung melahap dan mengunyah enak. Ternyata di suapi itu enak sekali.


"Mmmhh ... Enak. Lagi," cicitnya mulai manja.


Rey dengan santai dan cueknya menyuapi kembali istrinya yang mulai manja.


"Kamu lagi ngidam ya?" tanya Rey tersenyum.


"Ngidam? Gak. Clara lagi gak pengen rujak atau mangga muda," ucap Clara pelan.


Anggapan Clara kalau ngidam itu selalu ada hubungannya dengan mangga muda atau rujak. Padahal gak seperti itu sama sekali. Tapi sebenarnya mengidam itu hanya akal -akalan ibu hamil saja mau di perhatiin lebih. Kalau tiba -tiba pengen sesuatu belum tentu juga ngidam. Bisa jadi habis nonton tentang kulineran terus pengen ini, lalu itu di katakan ngidam? Kalau posisi perempuan sedang hamil. Kan gak gitu juga.


"Tapi ini permintaan aneh yang tidak biasa itu di sebut ngidam. Kamu mana pernah makan bekas saya," tanya Rey pelan menyelidik dan mengedipkan satu matanya. Rey suka dengan tatapan manja Clara saat ini, apalagi istrinya itu sedang mengandung.


"Clara lagi kesel," ucap Clara tiba -tiba.


"Kenapa? Saya ada salah lagi? Ini saya suapin. Kita jadinya makan satu pirung berdua," ungkap Rey mengalah.


Perutnya masih lapar. Tapi demi menjaga perasaan Clara. Rey pun mengurungkan niatnya kembali untuk menambah pesanan.


"Cewek korea itu siapa sih? Dari tadi lihat ke arah Mas Rey. Bohong aja kalau gak kenal," cetus Clara yang mulai merasa cemburu.


Rey sama sekali tak menoleh ke arah yang di tunjukkan pada Clara. Kalau menoleh pasti salah lagi. Lebih baik memang dia cepat menghabiskan makanannya dan segera keluar dari tempat ini.


"Kalau saya bilang gak kenal ya gak kenal," tegas Rey menghabiskan suaoa terakhir dan mengunyah lembut makanannya tetus meneguk air teh yang ada di gelas.


Tatapan Clara lekat dan tajam. Ia terus menatap Rey. Lelaki di depannya ini bohong atau tidak.


Ayunda berjalan menghampiri meja Rey dan Clara. Ayunda sempat kaget juga dengan pernyataan Rey tadi yang mengenalkan Clara sebagai istrinya.


Tag ... tug ... tag ... tug ...


Suara hak sepatu high heels yang jelas menyentuh lantai.


"Pak Reynand ...." panggil Ayunda yang sudah berdiri di samping meja Rey dan Clara lalu menggeret kursinya dan duduk di tengah di antara Rey dan Clara.


Clara menatap Rey lalu ke arah Ayunda. Rey sendiri tetkejut fengan kedatangan Ayunda.


"Maaf saya tidak kenal anda, Ayunda," ucap Rey kelepasan. Rey langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan dan melirim ke arah Clara.


Niatnya berbohong pada Clara tapi ternyata Rey masih mengingat jelas nama perempuan itu dan menyebutnya secara spontan.


Wajah Ayunda berbinar bahagia. Namanya masib di kenal baik. Itu tandanya Rey masih mengingatnya jelas dirinya dan kejadian saat itu.


Clara melotot tajam dan menginjak kaki Rey dengan keras hingga Rey menahan teriakan karena sakit. Wajahnya langsung memerah karena nyeri di bagian depan jari -jari.


"Katanya gak kenal. Tapi nama Ayu di sebut dengan lengkap," ucap Ayunda dengan senyum merekah membuat Clara mual seketika.


Siapa sih perempuan ini. Datang tak di undang. Sepertinya harus pulang tanla di antar secepatnya. Jangan sampai terlambat memulangkan wanita -wanita berbau menginginkan hak orang lain.

__ADS_1


__ADS_2