
Sebelum Rey datang ke rumah. Renata sudah terlebih dahulu menghubungi Desy, kakak perempuan Rey. Usia Rey dan Desy memang tidak jauh. Namanya juga perempuan akan lebih cepat menikah di bandingkan laki -laki.
Dulu, Desy dan Arga memang sepasang kekasih. Orang tua Rey tidak setuju karena usia Arga lebih muda di bandingkan Desy. Dan saat itu, Arga masih baru lulus kuliah dan mau melanjutkan magister. Jadi, Araga belum bekerja dan masih mengandalkan biaya darinkedua orang tuanya.
Namanya orang tua selalu berharap yang terbaik untuk anaknya terlebih anaknya seorang perempuan yang takdirnya adalah di rumah dan bekerja melayani suami dan anak -anaknya kelak.
Walaupun Arga adalah sahabat Rey. Arga tidak marah, tidak kecewa dan justru penolakan itu malah membuat Arga semakin bersemangat untuk menunjukkan kualitasnya dengan berusaha dan bekerja keras. Hubungan Arga dan Rey tetap mengafi seorang sahabat.
Awalnya mereka tetap menjalani hubungan itu secara backstreet. Rencananya Arga akan melamar Desy setelah berhasil. Mungkin kedua orang tua Desy akan luluh dengan perjuangan Arga.
Tetapi ... semua itu di luar dugaan Arga. Desy sudah di lamar pria lain. Pria itu seorang pegusaha sukses. Arga hanya rahu soal itu saat ia pulang dari luar negeri dan akan melamar Desy.
Di saat satu hari sebelum pernikahan Desy dan pria yang telah melamarnya. Desy mendatangi Arga untuk menukahinya lebih dulu. Arga tidak mau karena tidak mau merusak rencana seseorang yang sudah di rencanakan jauh -jauh hari.
Entah bagaimana perkenalan Desy dan Iwan, suaminya itu. Semuanya tetjadi begitu cepat. Sampai suatu hari Desy bersikeras ingin menikah dengan Iwan. Desy meminta ijin pada kedua orang tuanya.
Mulai sejak itu Desy selalu meneror semua kekasih Arga agar tidak pernah sampai ke pelaminan. Karena penolakan Arga untuk menikahinya. Desy akhirnya menikah dengan Iwan.
Dan Renata adalah mata -mata bagi Desy soal Arga. Sempat meneror Nita juga tapi Arga menyelamatkan Nita saat itu
Begitu jahat dan irinya hati Desy, sampai berani mempertaruhkan segalanya demi kelancaran aksinya.
Termasuk aksi satu malam itu yang berakhir malapetaka bagi Rey, adiknya.
Pernikahan Desy dan suaminya adalah sebuah skandal untuk menutupi sebuah rahasia besar yang di tutup rapat dari keluarganya.
"Kak Desy, Rey baru pulang dari sini. Dia gak mau kembali dan dia lebih memilih si dada rata itu di bandingkan Rena," ucap Renata kesal.
"Kenapa? Kamu tidak menjalankan apa yang aku katakan?" tanya Desy cepat.
"Gak bisa Kak. Rey belum naik ke kamar Rena," ucap Rena lirih.
__ADS_1
"Aku harus bagaimana? Semua rencana kita gagal Rena!! Soal obat itu pun juga," ucap Desy kesal.
"Sudahlah aku nyerah Rena. Aku ikhlaskan Arga dengan Nita," ucap Desy lirih.
"Kak Desy yakin? Lupa ... sebentar lagi semua orang akan tahu, siapa sebenarnya suami Kak Desy," ucap Renata tertawa keras.
"Kau sudah gila Rena!! Oke baiklah!! Aku akan bantu semampu aku untuk tetap bisa membuat kamu menikah dengan Rey. Tapi aku gak bisa janji. Karena kamu tahu sendiri, Rey sudah nyaman dengan Clara walaupun jelas cinta di antara mereka belum ada," tembak Desy mulai kesal.
Desy menutup sambungan telepon itu. Hidupnya benar -benar sudah menggila menutupi semua ini. Tapi, kalau ia buka maka ia dan kedua anaknya bisa mati di bunuh.
Desy turun ke bawah saat mendengar suara Rey sudah ada di ruang tengah. Desy menyimak obrolan Rey dengan kedua orang tuanya dan menolak tegas hubungan Rey dan Clara.
"Kenapa Des? Kamu sepwrti gak suka sama Clara? Clara sopan, baik, ramah, lembut, tutur katanya juga bagus. Bunda setuju. Apalagi Clara sedang hamil," ucap Bunda Silva senang drngan kedua mata berbinar indah.
"Bunda percaya? Siapa tahu? Clara itu hamil dengan orang lain?" sindir Desy pada Rey.
"Jaga mulut kamu, Kak!! Tolong hargai pilihan Rey. Dulu Rey pun hargai Kakak tetap bersikeras mendekati Arga yang sudah jelas -jelas tidak di restui," ucap Rey lantang sambil berdiri.
"Cukup Rey. Jangan kaitkan masalah ini dengan masa lalu!!" ucap Desy keras.
"Tapi ini pilihan Rey!! Jadi Kak Desy gak perlu ikut campur!! Setuju atau tidak, Rey akan tetap menikahi Clara!!" tegas Rey.
"Rey!! Lebih baik Rena!! Dia sudah kerja juga, kurang apa?" ucap Desy keras.
"Kak Desu gak tahu? Kalau Rena itu kerja sebagai apa?" tegas Rey muak.
"Apa maksud kamu!! Dia sales consultant profesional," ucap Desy lantang.
"Profesional sampai berani menjatuhkan harga dirinya dan tidur dengan lelaki hanya untuk mendongkrak popularitas? Cari nilai? Dan kekayaan?" ucap Rey keras.
"Benarkah itu Rey!!" tanya Bunda Silva tak percaya.
__ADS_1
"Untuk apa Rey bohong. Tadinya Rey mau kembali pada Rena karena hubungan kita sudah terlalu lama. Rey juga jngi membuktikan kebenaran ucapan Arga tentang Renata dan semuanya bemar. Tidak ada lagi kesempatan!! Rey akan menikahi Clara!!" ucap Rey tegas yang langsung pergi begitu saja keluar rumah.
Bagi Rey masa bodoh urusan restu Kakaknya itu yang tak juga mengijinkan. Bagi Rey adalah restu kedua orang tuanya lebih penting dan restu itu sudah di kantongimya.
Malam ini, Rey ingin mendatangi kost Clara dan meminta maaf atas perbuatannya tadi. Mulai saat ini hubungan mereka adalah hubjngan yang serius dan akan di publikasikan di dalam atau di luar kampus. Rey sudah bulat dan berani mengakui Clara sebagai kekasihnya, tunangannya sekaligis calon istrinya.
Sesampai di kost putri, Rey langsung masuk seperti biasanya dan mengetuk kamar Clara berkali -kali.
"Claranya tidak ada. Tadi keluar sejak siang dan belum kembali," ucap salah seorang anak kost yang melihat kepergian Clara tadi.
"Pergi kemana? Kamu tahu," tanya Rey kemudian dengan rasa penasaran.
"Tidak tahu," jawab anak kost itu dan masuk kembali ke dalam kamarnya.
Rey memukul kepalan tangannya ke arah tembok dengan keras.
"Aku terlambat!!" ucap Rey kesal.
Selang beberapa menit Nita masuk ke dalam kost bersama Arga lalu menyapa Rey.
"Pak Rey? Ketuk aja. Clara di dalam pasti. Tadi nangis seharian, terus minta di bawain ini, ayam bakar," ucap Nita mengetukmkamar Clara yang nampak sepi dan gelap.
"Thanks bro ... Berkat loe, gue tahu siapa Rena, sebenarnya. Gue gak habis pikir, dia bisa berbuat kayak gitu," ucap Rey kecewa.
Arga menepuk pundak Rey.
"Kita sahabat Rey, bahkan kita dulu hampir saja jadi kakak adik, kan," ucap Arga berbisik agar Nita tak tahu.
"Ssttt ..." Rey menutup mulutnya lalu terkekeh.
"Kenapa ketawa? Ada yang aneh?" tanya Nita yang sejak tadi memperhatikan kesua sahabat itu saling menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1