PAK DOSEN, I LOVE YOU

PAK DOSEN, I LOVE YOU
71


__ADS_3

Dokter itu kembali menjelaskan dengan penjelasan yang sejelas -jelasnya. Apa yang di alami oleh Clara itu adalah hal biasa. Mengeluarkan darah sedikit atau flek itu adalah sesuatu yang wajar bagi wanita hamil di usia kandungan trisemester pertama. Ini yang di sebut sebagai Pendarahan Implantasi atau pendarahan ringan pada awal kehamilan. Pendarahan ini tidak berbahaya dimana akan muncul bercak yang di sebabkan oleh embrio yang sedang berkembang dan mulai melekat pada dinding rahim. Biasanya keadaan ini akan terjadi di waktu seperti biasa mengalami menstruasi.


Terlihat Rey dan Clara menyimak penjelasan dokter itu dengan baik dan seksama. Pasangan pengantin baru itu sangat awam dengan hal -hal berbau ilmu kedokteran.


"Jadi istri saya intinya masih hamil kan? Darah yang keluar itu bukan darah menstruasi atau keguguran? Begitu kan dokter?" tanya Rey dengan cepat menyela pembicaraan dokter tua itu karena rasa penasarannya.


"Sejauh ini jawabannya iya. Istri anda memang jelas mengandung. Tapi kondisi ini tidak boleh terulang lagi. Usahakan Nyonya Rey ini tidak kelelahan atau stres itu bisa menjadi pemicu janin tidak berkembang dan akhirnya keguguran. Kandungan pada trisemester awal itu sangat rentan sekali, ini harus benar -benar dalam pengawasan baik dari segi fisik dan mental serta asupan gizi yang di makan oleh Ibu hamil. Satu lagi hindari dulu untuk berhubungan badan. Puasa dulu ya," ucap dokter tua itu sambil tertawa keras hingga menggema di seluruh ruangan.


"Hah? Gimana Dok? Harus puasa?" tanya Rey terperanjat kaget. Tiba -tiba ada berita buruk yang begiti tak mengenakkan bagi si joni.


"Ya ... Puasa. Satu bulan lah sampai kandungan istri kamu ini benar -benar kuat. Apalagi mengandung kembar itu resikonya besar," ucap dokter itu pelan.


Dokter tua itu masih melihat monitor menatap jelas kantung rahim Clara.


Rey tak berani berdebat lagi. Kesehatan Clara dan baby twinsnya lebih penting dari pada harus menyenangkan si joni.


"Ekhemm ... Bisa jadi kemarin Ntonya Rey terkena Vinishing twin syndrome atau dapat di katakan keguguran pada kembar yang hilang. Mungkin ada tiga janin yang bakal jadi tapi gagal saat akan berkembang. Kalian baru periksa sekarang ya?" tanya dokter tua itu pada Clara.


"Iya dok. Saya pikir di sesuaikan saat waktu datang bulan saya. Memang kemarin adalah tanggal seharusnya saya datang bulan," jawab Clara polos. Ia tak tahu soal inj. Tahunya setiap bulan ia datang bulan dan tidak pernah sedikit pun menghitung majunya tanggal datang bulan.


Dokter tua itu hanya manggut -manggut saja.


"Terakhir datang bulan? Maksud saya tanggal awal datang bulan di bulan kemarin?" tanya dokter itu mulai memghitung.

__ADS_1


"Ekehm ... tanggal sepuluh dokter," jawab Clara agak berpikir. Tapi jelas sekali tanggal itu adalah tanggal keramat yanh bakal Clara ingat seumur hidupnya. Saat menunggu bimbingan Pak Felix tapi tidak datang. Ternyata ruangannya pindah tanpa pemberitahuan. Sungguh mengesalkan sekali dosen tua bangka itu. Mau marah tapu sama dosen, tidak marah kok harmti Clara hancur bukan main seperti ahbis di putus saja.


"Tanggal sepuluh ya. Nah, bulan berikutnya biasanya maju beberapa hari. Kalau sekarang tanggal sebelas seharusnya kamu bisa datang bulan sekitar tanggal lima paling cepat atau tanggal tujuh. Itu hitungan secara ilmunya. Tapi ... intinya Selamat kepada kalian berdua Nyonya dan Tuan Rey, kalian akan bahagia menyambut baby twinsya. Oke silahkan duduk di sana. Akan saya beri obat penguat janin, penambah darah dan vitaminnya," ucap dokter itu tersenyum lebar.


Memberikan kabar bahagia bagi pasien adalah hal terindah bagi seorang dokter. Apalagi kabar baik itu adalah kabar yang mereka tunggu senagai pengharapan.


Rey membantu menutup pakaian Claara dan membantu istrinya turun dari brankar pemeriksaan itu.


Rasanya ingin terus bersama Clara dan memperhatikan istrinya dengan baik agar sesuatu buruk tidak terjadi.


Hati Rey begitu senang. Suami mana yang tidak bahagia saat mengetahui istrinya hamil dan kembar. Membayangkan memiliki baby twins yang montok dan gembil menggemaskan.


"Mas ... Mas ...." panggil Clara berbisik lalu menyenggol lengan Rey dengan sikutnya pelan hingga Rey kembali terbangun dari lamunannya.


"Hah? Kenapa?" tanya Rey pada Clara.


Apa ia menikahi lelaki setengah tua yang mulai pikun? Kenapa harus menuju pintu keluar ruangan padahal dokter tua itu menunggu mereka di meja pemeriksaan. Untung saja, dokter tua itu dan suster Ria sedang menyiapkan obat dan taknmelihat kejadian itu. Kalau lihat mungkin akan jadi bahan tertawaan yang tak ada habisnya.


"Eungh ... Maaf Sayang. Mas terlalu senang," jawab Rey pelan menutupi rasa malunya. Pendangannya mengedar kalau saja ada yang melihat tentu akan semakin malu rasanya.


Rey merangkul Clara dengan penuh kasih sayang kembali ke meja pemeriksaan dan menunggu obat yang di janjikan oleh dokter tua itu.


"Ini obatnya. Tetap semangat dan jaga kesehatan. Banyak makan makanan berprotein tinggi dan bergizi. Mual dan muntah itu lumrah tapi asupan makanan ke tubuh kita itu penting. Ingat ada dua janin yang sudah siap berkembang dan harus di jaga dengan baik. Kamu!!" tunjuk doktet itu pada Rey.

__ADS_1


"Iya ... Saya dokter," ucap Rey ikut tegang.


"Ingat jangan lakukan hubungan badan paling tidak satu bulan ini," tegas dokter itu kembali.


Rey menelan air liurnya dalam. Ia tidak bisa membayangkan sebenarnya. Harus menjauhkan si joni dari lubangnya.


"Tidak usah pusing. Masih banyak cara kan? Mau saya kasih tipsnya?" tanya dokter itu pelan.


Clara menggelengkan kepalanya dan dengan cepat menjawab, "Tidak perlu dok."


Suara Clara keras dan lantang hingga Rey dan dikter tua itu menatap Clara lekat.


"Sayang ... Dokter ini mau kasih tahu materi bagus dan penting buat keselamatan batin si joni. Kenapa kamu tolak?" ucap Rey kesal berbisik membhat Clara merasa bersalah.


Ha ... ha ... ha ... suara tawa dokter tua itu makin menjadi.


"Sudahlah. Kalian ini pasangan baru yang malu -malu mau. Apalagi kamu!! Kamu telat merasakan yang *** -*** makanya belingsatan saat istri kamu hamil dan di larang berhubungan. Betul kan?" tanya dokter tua itu.


"Betul dok. Lalu gimana dokter? Si joni ini sedang aktif -aktifnya meminta jatah," ucap Rey tak malu mengungkapkan keluh kesah pada dokter tua itu.


"Hubungan mesra dan romantis itu memicu kebahagiaan tersendiri, karena bisa menghilangkan stres, beban berat sampai rasa ingin marah -marah. Suami istri itu harus saling memberi dan saling menerima. Tidak ada salahnya mencoba gaya lain demi menyenangkan suami tanpa harus berhubungan. Itu bukan hal yang tabu tapi materi yang kudu di ketahui. Tapi saya rasa, anda orang pintar Tuan. Tentu banyak cara yang bisa anda lakukan bersama. Sudah, itu saja dari saya. Sekali lagi selamat berbahagia untuk kalian. Selamat hadirnya baby twins Rey junior," ucap dokter itu tertawa.


"Anda mengejek saya dokter?" tanya Rey kemudian.

__ADS_1


"Tidak. Anda terlali sensitif Tuan. Sering -serung baca majalah dewasa biar gak stres," ucap dokter itu menyindir.


Rey berpura -pura tak mendengarnya dan malah sibuk membantu Clara berdiri untuk segera pulang. Berlama -lama di sana, otak Clara makin berasap. Rey dan dokter tua itu selaras.


__ADS_2