
"Mas tolong ulangin dong? Tadi dari siapa? Clara gak jelas soalnya fokus sama film india nih, seru banget. Tentang suami yang suka menolong, ehh ternyata menolong mantannya, tuh lagi di kejar mau di mutilasi sama istrinya. Gemes kali ya, istrinya," ucap Clara tertawa renyah sekali. Garingnya melebihi kerupuk opak yang di jual di terminal.
Rey menoleh ke arah televisi yang ternyata, Clara hanay menonton film kartun mickey mouse bukan foilm india, yang tadi di katakan.
"Katanya india kenapa jadi kartun?" ucap Rey merasa kesal. Belum hilang rasa kesalnya baca pesan singkat barusan.
"Duh ... Ketipu ya?" jawab Clara tertawa.
Clara berdiri dan membantu menurunkan beberapa kotak makanan di meja itu. Clara menatanya dengan rapi hingga berjajar di meja. Lalu mengulang membaca pesan dari kertas tadi.
"Untuk Clara dari Radit ... Ya ampun, so sweet banget sih itu opa -opa korea KW. Udah ganteng, baik, gak pelit, tahu lagi apa yang Clara pengen," puji Clara sambil melirik ke arah Rey.
Rey masih menatap tajam ke arah Clara yang terlihat santai dan merasa tidak bersalah. Memang Clara merasa tidak bersalah.
"Kenapa Mas? Kok lihat Clara kayak lihat hantu, sih?" ucap Clara pelan.
"Ekhemmm ... Kamu komunikasi dengan Radit? Lupa aturan main dalam pernikahan kita? Gak ada nomor handphone laki -laki yang di save di kontak!! Kamu mau main -main dengan Mas?" tanya Rey dengan tegas, Wajah Rey merah padam karena sudah di kuasai amarah.
"Mana ponsel kamu!!" tanya Rey mulai terbakar api cemburu.
"Ini, cek saja kalau sampai ada. Kita punya aturan, dan sedikit pun, Clara gak pernah bermain -main dnegan aturan yang kita buat bersama dan di sepakati bersama. Cek saja, Clara gak masalah kok. Memang nyatanya, Clara tidak bersalah dan sama seklai tidak bersinggungan dengan Radit," ucap Clara tegas.
"Terus, dia bisa belikan ini semua? Tahu alamat rumah ini dari mana? Kalau bukan kamu yang kasih tahu?" ucap Rey tegas.
"Pake telepati kali ya. Susah kalau punya banyak fans kayak Clara, gak perlu komunikasi cukup di batin saja. Soal alamat, Radit bisa tahu dari biodata di kantor magang kemarin kan? Gimana? Masih ada yang mau di tanyain lagi? Masih penasaran dnegan kemunculan Radit yang tiba -tiba?" ucap Clara pelan.
Rey mengambil ponsel Clara,dan mengecek semua nama di kontak itu. Ia cek semua riwayat chat dan panggilan di semua aplikasi yang terinstal di ponsel Clara. Tidak lupa, ia ekspor semua chat masuk ke emailnya. Semuanya NIHIL. Clara jujur dan tidak terbukti bersalah karena berkomunikasi dengan lawan jenis.
__ADS_1
Clara terus berceloteh dan membuka satu per satu makanannya. Lalu mencicipinya dengan wajah sumringah menikmati.
"Wuhhh enak syekali ... Ini makanan kesuakan Clara semua," ucap Clara dengan raut wajah yang berbinar. Tubuhnya yang yang sengaja melenggak lenggok manja membuat Rey yang kesal tak mampu menahan ingin memeluk istrinya secara bersamaan.
"Enak ya? Bisa minta pakai telepati, baru tahu ada yang begitu," ucap Rey berusaha sabar. Ia duduk di sofa dan menatap tubuh Clara dari belakang. Nampak Clara memang senagja menggoda dengan perut yang mulai membuncit terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
Clara hanya menoleh ke arah Rey dan mengambil satu makanan yang ia suka dan duduk di sebelah Rey.
"Mau coba Mas? Ini enak lho," tawar Clara pada Rey. Rey hanya menoleh sekilas batagor dengan pangsit kering yang bumbu kacangnya menggugah selera. Jakun rey terasa naik turun, ingin seklai mencicipi makanan tersebut. Tapi, harga dirinya lebih berharga di bandingkan harga batagor yang paling berkisar dua puluh ribu rupiah per porsinya.
"Gak lah, makanan kelinci, buat apa?" ucap Rey ketus.
"Makanan kelinci? Sejak kapan kelinci doyan batagor?" ucap Clara santai. Ia malah menikmati sambil menujukkan ke arah Rey agar tergoda dengan bumbu kacangnya yang lumer dan masih hangat. Percampuran, bumbu kacang, kecap, saos, sambal dan kucuran jeruk nipis membuat lidah gak bisa berhenti terus menguyah.
"Kalau yang beli kelinci, pasti makanan untuk kelinci," ucap Rey menjelaskan.
"Radit Mas Rey, bukan Rabbit. Okey. Gak baik mengumpat nama orang kayak gini, jatuhnya dosa, apalagi istri Mas lagi hamil. Ekheemmm tadi istri Mas siapa namanya?" tanya Clara terus menggoda Rey hingga Rey benar -benar tak bisa berkutik.
"Belain aja terus di kelinci itu," ucap Rey makin kesal.
"Radit Mas. Inget istri Mas lagi hamil. Siapa Mas nama istri Mas tuh? Kok Clara lupa," ucap Clara tertawa sambil mengunyah amkanan itu kembali yang baru saja masuk ke dalam mulutnya.
Rey menoleh ke arah Clara yang sedang makan dan mengambil kotak makan itu dan di lempar ke meja dengan kasar.
"Kok di ambil Mas? Di buang lagi? Itu makanan Mas, belinya pakai uang. Orang saja sampai ngemis lho, minta uang buat biaya hidup. Ini ada makanan malah di buang seenaknya, sungguh meresahkan kalau menikah dengan orang kaya, kayak Mas Rey," ucap Clara yang melipat tangannya juga di depan dada.
Rey mneoleh ke arah Clara dan menatap lekat wajah istrinya yang sedikit menjengkelkan itu.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih Ra? Mas sudah minta maaf soal itu lho, masih saja kamu ungkit," ucap Rey dengan nada yang biasa. Tidak tinggi dan tidak membentak. Rey berusaha tenang, ia ingat tulisan artikel tadi bahwa Ibu hamil itu sanagtlah labil, di tambah Clara usianya masih muda, tingkat kesiapannya belum matang, jadi labil kuadrat.
"Lho ... Clara gak apa -apa Mas. Memang ada yang aneh? Kan gak? Clara malah masak, melayani Mas, mijitin Mas, tuh, gitu kok di bilang aneh. Ini makanan dari Radit boleh di makan gak?" tanya Clara berbisik. Tangan Clara menyentuh pundak Rey, terasa sekali menggodanya.
Rey menarik napas panjang dan dalam. Rey sejak tadi sudah menahan si joni yang terus mendesak ingin memuntahkan lahar putih yang hangat.
Rey berdiri dan mengambil tempat sampah besar di belakang, smeua makanan itu di buang ke sampah.
"Gak ada lagi kayak gini!! Kiriman dari orang lain, kalau perlu kita pindah rumah, sudah gak aman kalau rumah sudah di ketahui oleh oran alin, bisa saja kelinci itu datang di saat Mas tidak ada," ucap Rey kesal.
"Cemburu ya?" goda Clara tertawa.
"Cemburu? Mas gak cemburu Clara. Biasa saja," ucap Rey berusaha santai.
"Kalau gak cemburu kenapa harus panik?" tanya Clara sambil menghampiri Rey dan mengusap pipi suaminya dengan lembut.
"Mas gak panik," jawab Rey dengan suara bergetar. Tubuh Clara yang emnempel di tubuh Rey, membuat Rey langsung emnelan ludahnya.
"Kalau gak panik, kenapa ketakutan Radit datang kesini. Istri Mas siapa sih, namanya?" tanay Clara menatap Rey tajam.
"Oke. Istriku namanya Clara Widianto, Tidak ada yang lain, kalau ada yang mengaku menjadi istriku selain yang namanya Clara Widianto itu hoaks!! Puas?" tanya Rey mendekatkanwajahnya ke wajah Clara.
"Belum puas sih. Masih bingung, kalau cuma di anggap istri tapi yang di biayai orang lain itu, konsepnya gimna ya Mas?" tanya Clara masih saja ingin membuat Rey itu mengaku dan tidak akan mengulangi perbuatannya.
Rey bersujud pada Clara, memegang kedua tangan istrinya.
"Kamu ingin menghukum Mas seperti apa, Ra?" tanya Rey lirih.
__ADS_1
"Mas siap melakukan apapun untuk menebus kesalahan yang tidak di sengaja ini," imbuh Rey sambil mencium kedua punggung tanagn Clara.