PAK DOSEN, I LOVE YOU

PAK DOSEN, I LOVE YOU
122


__ADS_3

Clara yang berjalan baru selangkah pun menghentikan langkah kakinya. Suara orang yang memanggilnya itu sudah tidak asing di telinga Clara, tapi suaranya samar sedikit terlupakan. Clara menoleh ke arah pintu gerbang sekolah dan terlonjak kaget sekali dengan kedatangan Radit.


Ya, Radit yang baru saja kembali dari Amerika setelah menyelesaikan studi magisternya di Universitas yang cukup terkenal di negeri Paman Sam itu. Maklum, Radit memiliki otak yang jenius dan finansial yang mendukung untuk menyelesaikan studinya di sana tanpa hambatan sedikit pun.


Lima tahun sudah Radit meninggalkan negeri kelahirannya menuju negera Paman Sam untuk sekolah dan membuka usaha. Lelaki muda dengan wajah baby face itu sudah menjadi pengusaha muda yang sukses di sana. Ada beberapa usaha kuliner yang ia buka dan mini mall di tengah pusat kota besar dengan brand REAL. Real ini memiliki arti tersendiri yaitu Radit En Adelia Love, entah bagaimana artinya hanya Radit yang tahu.


Sejak kelahiran Adelia Rasya Dasilva, Radit jatuh cinta yang kedua setelah cinta pertamanya tertolak tegas oleh Clara.


Radit melambaikan tangannya ke arah Clara yang berdiri dengan takjub. Clara hanay tidak percaya dengan kedatangan Radit ke sekolah TK ini. Langkah Radit begtitu cepat masuk ke dalam. Ia sengaja parkir mobilnya di seberang jalan, karena ia melihat Rey yang mengantar Clara tadi.


"Radit?" ucap Clara lirih.


"Kenapa Ra? Bengong aja kayak lihat setan? Apa kaget lihat orang ganteng," ucap Radit menyapa Clara.


"Iya kamu setannya! Setan di tengah hari bolong. Kapan dateng?" tanay Clara mulai mencairkan suasana.


"Tadi pagi, aku sarapan terus langsung kesini," ucap Radit yang santai menjawab pertanyaan Clara.


Clara menatap Radit yang sama sekali tidak berubah setelah lima tahun berada di Amerika.


"Sama aja kayak dulu. gak ada yang berubah. Terus? Kuliah kamu, selesai dong?" tanya Clara pelan.


"Selesai dong, Bu.. Makanya pulang," jawab RAdit sambil terkekeh pelan menggoda Clara.


"Yaelah gak usah pake Bu juga kali. Clara belum setua itu," ketus Clara kesal.


"Lhaa ... Kan emang Bu. Mau jadi Ibu mertua Radit," ucap Radit santai sambil tertawa keras.


"Apa? Ibu mertua? Maksud kamu apa?" tanya Clara yang kini makin syok mendengar ucapan Radit.

__ADS_1


"Lho ... Kamu itu lupa apa pura -pura lupa? Aku kesini untuk melihat calon istriku memulai pendidikannya," ucap radit sanati. Radit berjalan meninggalkan Clara yang makin tak percaya denagn ucapan radit barusan. Clara mengejar Radit yang sudah mausk ke dalam area sekolahan menuju keleas -kelas yang mulai ramai dengan suara anak kecil.


"Radit!! Kamu gak bercanda kan? Jangan bercanda, kalau di dengar Mas Rey, dia akan marah besar," ucap Clara mengingatkan.


"Marah? Marah kenapa? Emang aku ganggu istrinya? Kan gak?" ucap Radit santai.


Radit fokus berjalan menuju koridor kelas dan mengintip ke arah jendela besar untuk melihat satu per satu kelas tersebut, kelas mana yang ada sosok gadis yang ingin di nikahinya setelah dewasa nanti.


"Lagi pula, sejka dulu, aku gak pernah ganggu kamu, Ra. Gak pernah juga ganggu hubungan kamu dan Om Rey. Aku hargai kalian yang sudah menikah, walaupun aku jujur telah mencintai kamu. Tapi rasa itu hilang setelah kamu memiliki Lia," ucap Radit semakin lugas bicaranya.


"Dit!! Lia itu masih kecil, usianya saja baru lima tahu, sedangkan kamu? Usia kita sama Dit. Gak mungkin kamu akan emnikahi gadis yang usianya puluhan tahun di bawah kamu. Mas Rey juga pasti akan menentang hal ini. Aku harap ini hanya candaan kamu saja," ucap Clara dengan nada memohon.


"Aku gak pernah gentar. Aku gak akan mundur selama aku belum mendapatkan yang aku inginkan. Bukankah kamu sudah tahu aku seperti itu. Aku bukan lelaki tipe menyerah jika ada kesempatan," tegas Radit pada Clara.


Radit menatap Lia kecil yang cantik dan anggun di matanya. Gadis itu tipikal wanita lembut dan penurut. Tidak terlihat tanda -tanda gadis itu gadis yang bar -bar dan penentang. Clara melirik ke arah Radit yang menatap Lia begitu sayang. Rasa sayang yang berbeda antara Rey dengan Lia, dan Radit dengan Lia.


"Radit ... Aku kenalkan sahabatku yang cantik di Kampus dulu. Namanya Vivi, tak hanya cantik tapi juga seksi," ucap Clara mencoba mengalihkan perhatian Radit.


"Kamu kira, aku lelaki gak laku apa?" sentak Radit tak suka.


Suara tinggi Rait membuat Clara malas berbicara dengan Radit lagi. Watak Radit itu paling tak suka di bantah. Mungkin karena dia orang kaya, punya segalanya. Maka dari itu, sudah biasa dan terlalu biasa jika semua keinginannya itu selalu bisa ia raih dengan mudah.


Clara membalikkan tubuhnya dan memilih duduk di ruang tunggu khusus untuk wali muridnya. Beberapa Ibu -ibu yang mengantar anak -anaknya pun duduk disana.


"Jadi suaminya yang mana, Bun," sapa salah satu Ibu yang kepo dengan cara to the point bertanya.


"Suami? Itu tadi yang antar anak -anak," ucap Clara santai. Seharusnya para ibu -ibu itu tahu dong, siapa suami Clara.


"Terus itu siapa? Selingkuhan? Ganteng dan kaya juga. Tenang aja Bun, rahasia aman kok," ucap salah satuibu -ibu yang paling heboh menggosip di Sekolah.

__ADS_1


Clara hanya tersenyum kecut. Parah sekali Ibu -ibu ini menilai dirinya tukang selingkuh.


"Tapi, memang terlihat lebih tajir yang ini ya, Bun. Masih muda lagi, tentu masih kuat," ucap Ibu yang paling kepo di sekolah.


Clara langsung melotot menatap tajam ke arah Ibu -ibu yang ada di sana. MAlas rasanya ikut kumpul kalau hanya untuk di dzolimi seperti ini.


"Maksud Ibu itu apa ya? Saya tukang selingkuh? Gitu? Itu keponakan saya, anak dari Kakak ipar say. Dia hanya ingin bertemu keponakan kembarnya karena sudah lima tahu di Amerika," ucap Clara ketus sambil meningglakna tempat itu


Langkahnya kembali masuk ke dalam area kelas dan berdiri lagi di samping Radit yang masih menatap Lia dari arah luar. Cukup aneh dengan sikap dan perasaan Radit pada Lia. tapi, memang itu yang terjadi. Mungkin memang harus menunggu Lia sampai berusia tujuh belas tahu baru Radit hadir sebagai pangeran berkuda putih yang akan meminang putri raja.


Radit melirik Clara yang etrlihat manyun dan kesal.


"Kenapa, Ra?" tanya Radit pelan.


Clara diam dan melirik ke kanan dan ke kiri dengan tatapan sinis dan kejam. Rasanya Clara ingin menelan hidup -hidup satu per satu para biang gosip di Sekolah anaknya ini.


"Masa kamu di bilang selingkuhan aku!!" kesal Clara penuh emosi.


Radit amlah terkekeh pelan dengan nada mengejek. Clara makin emosi dan marah melihat respon radit yang hanya tertawa.


"Jahat kamu. Cuma ketawa aja," kesal Clara pergi tempat itu.


***


"Mas ... Makasih ya, sudah nolong Rena," ucap Renata pada seseorang yang dulu membantunya hingga akhirnya Renata menikah dengan lelaki tersebut.


Ya, Pramono adalah lelaki baik yang telah membantu Renata saat wanita itu ingin melahirkan. Tanpa sengaja, Pramono hampir menabrak Renata dan akhirnya di bantu di antar sampai rumha sakit dan harus melahirkan saat itu juga. Di situlah benih -benih cinta mereka tumbuh. Pramono yang menyukai wanita dewasa dan Renata yang merasa terbantu sudah di tolong oleh Pramono.


"Kita suami istri. Tidak perlu lagi ucapan terima kasih seperti ini. Sudah tugas kita saling emnolong satu sama lain, bukan?" ucap Pramono pelan.

__ADS_1


Renata dan Pramono sudah bahagia setelah lima tahun bersama. Kini, keduanya fokus membesarkan anak perempuan semata wayang dari Renata. Usianya sama seperti Lio dan Lia. Nama gadis itu adalah Zanna Kirania.


__ADS_2