
Pertarungan sore ini membuat keduanya enggan beranjak dari tempat tidur. Suasana yang sunyi dan sepi serta tubuh yang lelah membuat keduanya semakin nyaman menarik selimut tebal dan mengungkung tubuh mereka berada di bawah selimut itu dengan berpelukan satu sama lain.
Clara masih tertidur pulas di pelukan Rey. Sudah lima belas menit Clara tertidur dengan nyaman di dada atletis Rey.
Kedua mata Rey membuka lebar dan menatap ke arah jam dinding. Ia seperti di ingatkan karena telah melupakan sesuatu. Rey terkejut melihat waktu yang sudah tinggal satu jam lagi mneuju acara syukuran empat bulanan sekaligus rumah baru Nita dan Arga. Tidak mungkin kan, mereka terlambat denagn alasan macet? Atau ketiduran? Atau sibuk? Sungguh itu bukan alasan yang tepat bagi pasangan pengantin baru seperti Clara. Karena perjalanan ke rumah Nita dan Arga bukanlah jalur macet. Kalau ketiduran, OMG hello, ini sudah sore, akan jarang sekali ketiduran kalau bukan kelelahan. Pilihan sibuk juga bukan alasan yang masuk akal, pasangan pengantin baru ini tidak punya anak kecil, atau aktivitas lain selain hanya di kampus. Jadi, sebagai sahabat yang baik, mereka harus bisa menghargai undangan sahabatnya juga.
Rey mengusap lembut pipi Clara dan membangunkan istrinya yang sudah terlelap dalam mimpi indah. Kedua mata Clara rasanya sulit untuk di buka dan masih ingin menempel satu sama lain.
"Ra ... Bangun, Sayang. Nanti kita terlambat ke rumah Nita dan Arga. Sayang," ucap Rey lembut. Sesekali, Rey mencium pipi gembil Clara dan menggigit kecil di bagian pipi yang berdaging itu.
"Eunghhh ... Emang jam berapa sih Mas? Clara kayak baru tidur bentar, capek banget ini," cicit Clara dengan suara parau khas orang yang baru bangun tidur.
"Yuk bangun terus mandi, saya punya sesuatu buat kamu. Sesuatu yang spesial tapi gak perlu pake telor juga, kan telor saya sudah ada dua dan itu cukup membuat kamu senang kan?" ucap Rey lembut masih mengusap pipi Clara denagn ibu jarinya. Senyuman Rey begitu nakal menggoda Clara yang akhirnya istrinya itu menyerah dan membuka kedua matanya lebar menatap kemodusan suaminya.
"Dih ... Masih sore udah mesum, pake telor di bawa -bawa. Punya Mas itu bukan telor tapi bijik buat main lato -lato," ucap Clara terkekeh. Clara teringat anak tetangga sebelah rumahnya yang selalu bermain lato -lato di ters rumah. Suaranya itu lho, buat kuping pekak. Tag ... tug ... tag ... tug ... Sungguh mengganggu sekali. Belum lagi, kaau bermain tak mengenal waktu lagi.
Dahi Rey mengernyit dan kedua matanya tajam menatap Clara dan menyipit.
"Kok kamu bisa -bisanya sih, nyamain, bijik kenikmatan Mas dengan lato -lato," tanya Rey kesal.
"Ya emang sama. Ukurannya sama terus, bentuknya juga sama," ucap Clara terkekeh sendiri. Pikirannya langsung tertuju pada bijik suaminya yang ....
TUG!!
Rey menonyor jidat Clara yang terlihat mulai membayangkan hal yang tidak baik.
__ADS_1
"Udah mandi sana, mikir yang aneh -aneh," ucap Rey tegas lalu membuka selimut tebal itu dan bersiap mandi.
"Lha ... Clara kan cuma ngikutin Mas Rey. Katanya suami istri harus se -paham, satu frekuensi. Kalau suaminya mesum, ya ... istrinya sedikit mesum tak apalah," kekeh Clara merasa senang.
Rey yang sudah bangun dan berdiri pun hanya menggelengkan kepalanya pelan. Itulah Clara, makin di tanggapi, candaannya makin membuat istrinya merasa menang di atas angin.
Rey tak menjawab dan membalikkan badan untuk segera ke kamar mandi.
"Mas ... Kok pergi sih. Diajak ngobrol juga," ucap Clara terkekeh.
"Obrolanmu mulai gak jelas, nyeleneh," jawab Rey sok tegas padahal ia tertawa di dalam hatinya.
"Dih ... Gak jelas gimana? Clara jelas lho Mas. Mas ... Mas Rey, i'm coming ...." teriak Clara tertawa menuruni tempat tidur dan berlari ke arah Rey yang mau masuk ke dalam kamar mandi.
Clara langsung memeluk Rey dari arah belakang dan menyandarkan kepalanya pada punggung kekar itu.
Rey memegang tangan mungil Clara yang melingkar di perutnya dan membawa istrinya ke dalam kamar mandi.
"Mas siapin air panas, kamu duduk dulu sebentar di sini," titah Rey menyuruh Clara duduk di atas kloset yang tertutup dan Rey mengisi bathup dengan campuran air panas dan dingin.
Clara hanya menatap Rey yang begitu sayang terhadap dirinya. Dari hal -hal kecil saja, Rey begitu peduli hingga membuat Clara benar -benar nyaman dan di perlakukan seperti ratu.
Air hanagt sudah siap, Rey mengangkat tubuh istrinya dan di baringkan di dalam bathup.
"Makasih ya Mas," ucap Clara dengan senyum penuh ketulusan.
__ADS_1
"Sama -sama sayang. Cuma ini yang bisa saya lakukan, dan saya akan terus belajar bisa membahagiakan kamu setiap waktu. Karena membahagiakan kamu sebagai istri adalah kewajiban saya sebagai suami bukan kalau hanya ada kesempatan saja," ucap Rey sambil memegang dagu Clara yang terlihat menggemaskan.
Kedua tangan Clara mengulur dan memegan pada kedua pipi Rey. Clara menarik wajah Rey dan mencium bibir suaminya denagn lembut.
Rey sudah lebih dulu selesai mandi dan ia sedang menyiapak kejutan kecil untuk sang istri. Clara masuk ke kamar dengan handuk yang di lilitkan di tubuhnya denagn asal. Setiap keluar dari bathup dan masuk ke dalam kamar, tubuhnya merinding karena hawa dingin AC ruangan itu membuatnya mengerutkan tubuhnya karena kedinginan.
"Dingin?" tanya Rey yang sudah rapi denagn setelan jas berwarna hitam dan daleman kemeja berwarna ungu.
Clara mengangguk pelan sambil bibirnya sedikit embuka bergetar.
"Clara pakai apa ya Mas? Masa pakai rok pendek. Kemarin mau ke buntik, malah mual jadi gak kesana," ucap Clara kesal sendiri.
Clara sudah membuka lemari pakaian untuk memilih baju yang akan di pakai ke acara Nita. Kedua matanya melihat ada baju baru di tumpukan bajunya. Baju warna ungu yang senada dengan warna kemeja Rey. Clara mengambil baju itu dan membuka baju itu lalu memasangkan di tubuhnya. Sebuah gaun cantik dengan bahan halus seperti sutera. Gaun yang sepertinya memang pas dengan ukuran tubuh Clara saat ini. Gaun ungu yang berlengan sepertiga dan panjang hingga mata kaki, dengan aksen pita berwarna silver di perutnya.
Clara melirik ke arah Rey yang masih bercermin di depan kaca rias sambil merapikan rambutnya denagn pomade. Sesekali kedua mata Rey menatap Clara yang tersenyum bahagia dengan kejutan kecil yang di tujukan untuknya.
"Mas ini kamu yang pilih?" tanya Clara denagn senyum bahagia.
Rey mengangguk kecil dan ikut terseyum sennag. Ia tahu, istrinya sanagt menyukai kejutan itu.
"Kamu suka?" tanya Rey pada Clara.
"Suka banget. walaupun warnanya ungu, berasa warna janda, untung couplean," kekeh Clara langsung memakai baju itu tepat di depan Rey.
Rey menghampiri Clara dan membantu menyeletingkan seleting di bagian punggung.
__ADS_1
"Bagus ya? Cocok buat ibu hamil seperti kamu. Jaga terus nak kita, sayang," titah Rey yang lansung memluk Clara dari belakang. Tangannya mengusap lembut perut Clara yang sedikit buncit dengan gerakan memutar searah jarum jam. Usapan itu makin membuatnya candu.
Kebahagiaan Rey dan Clara terasa sangat sempurna sekali. Kehidupan berumah tangga yang baru seumur jagung masih terasa indah dan selalu mesra. Terkadang membuat iri yang melihatnya.