PAK DOSEN, I LOVE YOU

PAK DOSEN, I LOVE YOU
70


__ADS_3

Rasanya sudah H2C - Harap -Harap Cemas. Clara susah memasang telinganya agar bisa menyimak setiap kata dari dokter tua itu dan Rey sendiri sudah siap menerima berita bahagia agar semua berjalan sesuai dengan keinginannya.


Rey yang memang sudah dewasa memang sangat ingin memiliki keturunan. Sepertinya enak sekali di repotkan dengan tangisan bayi setiap malam dan rengekan Clara yang meminta jatah harian. Rey pun tersenyum simpul membayangkannya hingga dokter tua itu ikut tertawa menatap Rey yang melamun entah sedang berada di surga dunia lantai berapa pikiran Rey saat ini.


"Tidak usah membayangkan yang tidak -tidak," ucap dokter tua itu tertawa. Rencananya ingin menjelaskan malah terhenti melihat wajah Rey yang lucu.


Rey terbangun dari lamunannya dan menatap Clara yang juga menatap dirinya dengan kesal.


"Kenapa?" tanya Rey pelan.


"Sudah melamunnya? Saya mau jelaskan sesuatu nih," ucap dokter itu dengan suara tegas.

__ADS_1


"Maaf Dok. Saya terlalu bahagia melihat kantung rahim istri saya," ucap Rey polos.


Bahkan Rey tidak tahu, kanting rahim itu letaknya di sebelah mana. Ia hanya merasa yakin bahwa istrinya sedang hamil. Itu yang ia rasakan saat ini. Kenapa? Karena saat si joni masuk seperti ada yang mengganjal di dalam.


"Baiklah ... Selamat untuk Nyonya Reynand Dasilva di dalam kantung rahim ini memang ada dua janin. Tapi melihat kondisinya kemarun keluar darah saya belum bisa prediksikan bagaimana keadaannya. Saya harap semuanya baik -baik saja," ucap Dokter tua itu lantang. Ia ikut bahagia saat melihat jelas dua janin mengisi kantung rahim Clara.


"Dokter? Istri saya hamil? Saya akan punya dua anak sekaligus? Itu berarti anak kita kembar?" tanya Rey sangat bahagia.


"Ya kembar," ucap Dokter itu mengiyakan.


Dokter tua dan Suster Ria sengaja mendiamkan Rey yang spontan berjoget tanpa di sadari dan sesekali mencubit pipi Clara dengan gemas. Beberpa kali Rey menciumi perut Clara yang masih rata. Betapa bahagianya dosen mesum yang sudah berumur itu tahu bahwa si joni telah berhasil mencetak Rey junior tidak hanya satu bahkan dua anak sekaligus.

__ADS_1


"Dok berarti anak saya langsung dua kan?" tanya Rey kembali mengungkap rasa senangnya.


Dokter itu mengangguk pelan dan menepuk bahu Rey pelan sambil berbisik.


"Sesuai dengan jumlah bijiknya bukan?" ucap dokter itu tertawa membuat Rey seketika menutup bibirnya yang sedang tersenyum lebar.


"Heleh Dokter bisa aja mengkaitkan dua anak kembar saya dengan bijik," ucap Rey memutar dua bola matanya kesal.


"Kalian jangan senang dulu. Ada hal lain yang belum saya jelaskan. Tuan Rey boleh duduk dulu. Ini patut di perhatikan dengan baik. Apalagi kemarin Nyonya Rey semalt mengeluarkan darah, bukan? Itu bisa ada dua opsi. Makanya saya sarankan minggu depan kalian kembali lagi untuk kontrol," titah Dokter tua itu menyarankan.


Clara kembali memegang tangan Rey erat. Rasanya kok semakin menakutkan. Bukankah kata orang kalau hamil adalah kebahagian bagi setiap pasangan. Tapi nyatanya, setelah tahu positif hamil tidak langsung bisa mengumbar kebahagiaan secara lepas. Masih saja ada yang perlu di perhatikan dan penting untuk di ketahui.

__ADS_1


Arghh ... Kalau tahu akan seperti ini, lebih baik Clara memilih untuk tidak hamil dan masih bebas melakukan semua hal yanh masih ingin ia lakukan.


__ADS_2