Pelangi Cinta

Pelangi Cinta
Di Tembak


__ADS_3

Kenapa Rimba ?" Azizah bertanya setelah beberapa lama melihat Rimba tak kunjung membuka suaranya, "Zah" panggil Rimba, Azizah pun mengangkat kepalanya, "Kenapa?" tanya Azizah lagi, "maaf yah Zah" Azizah mengerutkan alisnya bingung, "kenapa minta maaf Rimba?" tanya Azizah " ini soal gosip yang tadi pagi Zah, kamu pasti nggak nyaman kan dengan gosip itu?" hahaha Azizah tertawa "aku kira ada apa Rimba, nggak apa apa kok, ini tuh bukan pertama kalinya aku di gosipin sama kamu, santai saja" Rimba tersenyum "Tapi kira kira kalau gosip itu di jadi_in fakta gimana Zah ?


"Hah"? "Maksud kamu apa Rimba?" tanya Azizah berharap laki laki di depannya ini menjelaskan kembali maksudnya, demi apapun kali ini Azizah gagal mencerna kata kata si ketua osisnya ini.


"Aku bilang gimana kalau gosip itu kita jadi_in fakta Zah"? Rimba mengulangi perkataannya, "kita pacaran Zah" sambungnya toh kamu jomblo aku juga jomblo, kita sama sama sendiri Zah menurutku nggak ada salahnya kan ? Rimba menjelaskan dengan panjang lebar dan penuh harap, sesaat Azizah terdiam bingung dengan situasinya sekarang ini.


"Aku nggak bisa Rimba, jawab Azizah dengan cepat dan tegas," "Zah, kamu nggak perlu jawab aku sekarang kok, Nggak apa apa kamu bisa fikir fikir dulu." Jelas Rimba tidak mau menyerah, dan tanpa mereka sadari sejak tadi ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka tidak jauh dari tempat mereka berbicara, dia adalah Ira, dan tanpa di undang air mata gadis itu tiba tiba menetes, Ira menutup matanya menghayati dan mencerna setiap kata yang keluar dari mulut orang yang sedang berbicara yang tak jauh dari tempatnya berdiri " ternyata aku terlambat " gadis itu berbicara dalam hati, "dia benar benar suka sama Azizah" lanjutnya dalam hati, Ira memegang dadanya yang tiba tiba terasa sakit dan tanpa melanjutkan mendengar percakapan antara Rimba dan Azizah, gadis itu langsung pergi meninggalkan tempatnya.


"Sorry Rimba, aku benar benar nggak bisa", jelas Azizah lagi "kenapa Zah?" tanya Rimba lagi, "Aku suka sama orang lain Rimba dan itu bukan kamu" "siapa?" "siapa orang yang kamu suka itu Zah?" tanya Rimba dengan sedikit mendesak, alis laki laki itu berkerut, heran karna baru kali ini sejak berteman dengan Azizah, Rimba tidak pernah mendengar kalau Azizah memiliki orang yang dia suka, Azizah memang terkenal agak pecicilan di sekolahnya tapi urusan menyukai lawan jenis Rimba baru tau sekarang "kamu nggak perlu tau siapa orang yang aku suka," ucapan Azizah penuh dengan ketegasan " intinya orang itu bukan kamu" lanjutnya lagi Azizah berniat untuk meninggalkan Rimba yang sedang bertempur dengan pikirannya sendiri setelah mengucapkan itu, tapi dia urungkan "dan satu lagi Rimba," tambahnya "seharusnya kamu peka, seharusnya kamu tau siapa yang suka dan sayang sama kamu, yang selalu ngasih perhatian lebih ke kamu, itu bukan aku, tanpa aku bilang pun sepertinya kamu tau siapa orangnya" jelas Azizah panjang lebar, "Maaf, aku harus pulang" tanpa mendengar jawaban dari mulut Rimba Azizah langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan sekolah Tunas Bangsa,

__ADS_1


Rimba terdiam cukup lama, sembari mencerna kata kata yang barusan Azizah katakan kepadanya, "siapa orang suka kepadaku?" "siapa yang Azizah maksudkan tadi?" " siapa orang itu?" kata kata dari Azizah terus terngiang di kepala laki laki itu, dan entah sudah berapa lama laki laki itu berdiri sendiri di sana. Laki laki itu masih bertempur dengan pikirannya sendiri. "Apa mungkin orang itu adalah",,,, "Ah itu pasti tidak benar, mana mungkin gadis itu menyukaiku" Azizah pasti sudah salah..Besok aku harus menanyakannya lagi pada Azizah


***


"Ting tong ting tong...."


Suara bel apartemen Bang Ilham berbunyi terdengar tidak sabaran, "sebentar" teriak Bang Ilham dari dalam, tidak lama pintu apartemen pun terbuka, " ceklek" "lama banget sih bang, ngapain sih?" Azizah langsung masuk tanpa di persilahkan oleh yang punya, " eh dek" Bang Ilham refleks menghindar saat Azizah menerobos masuk tanpa permisi, Azizah pun mendudukkan bok*ngnya di sofa, "capek Bang" Azizah mengeluh, "memangnya di sekolah ngapain saja dek?" tanya bang Ilham sedikit kepo dengan adiknya, dan belum Azizah menjawab suara bel apartemen Ilham kembali berbunyi


Dan itu terdengar lebih tidak sabaran dari saat Azizah datang tadi "siapa sih Bang?" tanya Azizah nggak sabaran banget deh, "nggak tau dek" balasnya kemudian Ilham berdiri untuk membukakan pintu, "biar Azizah saja Bang" tawarnya "nggak usah dek, biar Bang Ilham saja" tolaknya dengan halus kemudian Ilham mendekati pintu apartemennya, tapi sebelum membuka pintu, Ilham menyempatkan melihat layar yang melekat di sana, sudut bibir laki laki itu terangkat setelah melihat layar di depannya itu, dan dengan cepat Ilham membuka pintu apartemennya, "ceklek" pintu terbuka " lama banget sih bro" keluh laki laki itu dan tanpa permisi langsung menerobos pintu untuk masuk, Ilham tersenyum dan menggelengkan kepalanya, merasa heran dengan tamunya," kenapa mereka berdua sangat mirip?" dan setelah sampai di ruang tamu tiba riba kaki Akhtar berhenti, sesaat melihat gadis yang masih berseragam sekolah di depannya itu, tiba tiba pundak Akhtar di tepuk oleh Ilham dari belakang "kenapa berhenti bro?" tanya Ilham dengan senyum yang merekah di bibirnya, puas rasanya melihat raut wajah sahabat karibnya itu yang tiba tiba berubah drastis, yang tadinya so'collnya minta ampun tp sekarang ? hahahah Ilham tidak bisa menggambarkannya dengan kata kata, intinya saat ini raut wajah Akhtar berubah menjadi datar, lucu sekali menurut Ilham, "ayo duduk bro" tawar Ilham kepada Akhtar, dan tanpa menjawab Akhtar langsung melangkahkan kakinya menuju ruang tamu..

__ADS_1


"Eh Bang Akhtar jodoh memang nggak kemana yah Bang" timpal Azizah sesaat setelah melihat Bang Akhtar mendekat, dan Akhtar hanya melirik tanpa mau membalas ucapan dari Azizah.


"Mau minum apa bro?" tanya Ilham pada Akhtar "Tidak usah bro saya disini cuman sebentar" katanya "tidak ke kantor Memangnya?" tanya Ilham lagi "Tidak" balasnya singkat dan Ilham tau betul jika sahabatnya ini sedang tidak mood untuk di tanya, Ilham pun tidak melanjutkan bertanya


Kemudian Ilham mengalihkan tatapannya kepada adiknya.


"Zah" panggil Bang Ilham dan itu berhasil membuyarkan lamunan Azizah, entahlah Ilham benar benar bingung dengan adiknya ini, saat Akhtar tidak ada cerewetnya minta ampun dan sekarang gadis ini tiba tiba jadi pendiam setelah Akhtar datang. "Kenapa bang?" Azizah bertanya setelah cukup lama terdiam, "pertanyaan Abang belum kamu jawab Zah", Azizah mengerutkan alisnya bingung "yang mana Bang?" " yang tadi dek" jelas Ilham kepada Azizah," Katanya kamu capek, memangnya di sekolah kamu ngapain dek?" Bang Ilham bertanya kembali, oh itu Bang, Azizah tiba tiba berfikir, kira kira kalau aku bilang ini di depan Bang Akhtar dia bakalan cemburu nggak yah? jelas Azizah dalam hatinya, "em itu bang, tadi di sekolah Azizah di tembak lagi " jelasnya dengan serius, "hah?" "kamu di tembak lagi dek?", ini cowok yang mana lagi? Azizah berusaha melirik Bang Akhtar dari ekor matanya, berharap bisa melihat ekspresi wajah laki laki pujaan hatinya itu saat ini, tapi nihil Azizah tidak bisa melihatnya karena posisinya yang cukup jauh,


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like, komen, dan vote yah manteman


Aku Sayang Kalian 💕


__ADS_2