
Hening sesaat, Adam terlihat mengatur nafasnya yang kian sesak dengan seorang gadis yang keras kepala yang kini berada di hadapannya.
"beri gua alasan" Adam meminta alasan kepada Nisya.
"Aku.. Aku.. Aku takut" Nisya berkata terbata-bata
Adam menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian mendekat ke arah Nisya, kini jarak mereka sangatlah dekat.
"berhenti nonton film horor, otak lo itu isinya hantu semua" Adam yang gemas dengan tingkah Nisya berkata sambil menunjukan ibu jarinya ke kepala Nisya.
Nisya yang kaget, karena tiba-tiba Adam mendekatkan kepalanya, menahan nafasnya, kemudian mengatur nafasnya kembali setelah Adam menjauh darinya.
"ko kamu tahu" Nisya malah balik bertanya.
"terpampang jelas di muka lo" Adam berkata sambil membalikkan badannya kemudian melangkah menuju lantai 3 gedung sekolahnya.
"Adam tunggu" Nisya mulai mengikuti langkah Adam, tak mau tertinggal sendirian, tak lupa pula ia membawa peralatan untuk membersihkan toilet yang sedari tadi ia pegang.
Mereka mulai membersihkan Toilet dari Lantai Paling atas berada di lantai 3 kemudian berakhir di Lantai dasar. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 18.00, Adam dan Manisya pun selesai membersihkan semua toilet di sekolah Itu, kemudian mereka berjalan menuju kelas untuk membawa tas mereka.
Susana sekolah yang sepi, ruangan yang gelap dan lampu-lampu yang menyala seakan malas untuk memberikan sinar terangnya, membuat fikiran Nisya berhasil membayangkan saat dirinya menonton film horor seperti whispering Corridors, kuntilanak, jelangkung, dan film horor lainnya yang merupakan genre yang Nisya sukai, Nisya membayangkan saat sang hantu tiba-tiba muncul, membuat bulu kudu Nisya berdiri dan tak mau menjauh dari Adam.
Nisya melangkah mengikuti Adam yang langkah kakinya sangat cepat terlebih lagi ia memiliki langkah kaki yang panjang karena tingginya badan Adam, Nisya pun selalu kesulitan mengikuti langkahnya karena tak ingin tertinggal jauh dari langkah Adam,
"Adam tungguin aku donk" Nisya ngos-ngosan.
Namun Adam semakin mempercepat langkahnya.
Kemudian Nisya pun memutuskan untuk berlari.
Saat Nisya berlari di belakang Adam, tiba-tiba Adam menghentikan langkahnya.
Nisya yang tak melihat Adam berhenti langsung menabrak belakang punggung Adam.
"Brugg" Nisya menabrak Adam.
"Aduh.." nyerinya mungkin tidak seberapa, tapi ketakutannya yang luar biasa menyelimuti Nisya, ketakutan akan Adam.
Kemudian Nisya berjongkok menopang lututnya sambil mengatur nafasnya.
"Kan aku udah bilang, Jalan nya jangan cepet-cepet" berkata masih dalam posisi berjongkok.
Adam berbalik melihat Nisya.
"lo tu ya, kalo jalan mata lo di buka, jangan di tutup" Adam mengingatkan Nisya.
"kok kamu tau dam" tanya Nisya sangat polos, kemudian kembali berdiri.
__ADS_1
"atau lo sengaja kan?" tanya adam penuh curiga.
"Sengaja buat apa, yang ada badan sakit semua" jawab Nisya sangat polos.
Mendengar jawaban Nisya adam mengerutkan dahinya, kemudian Adam memutuskan untuk berbalik badan lagi meneruskan langkahnya untuk kembali ke kelas untuk membawa tas mereka.
Mereka pun tiba di kelas dan membawa tas mereka masing-masing.
Tiba - tiba.
"drrrt drrrtt drrrt " handphone Adam bergetar.
Ada panggilan masuk di sana.
"hallo"
"iya"
"tunggu di situ, bentar lagi turun"
Kata-teresebut yang terdengar oleh manisya.
Ingin bertanya namun Manisya tidak berani, jadi dia hanya mentap penuh pertanyaan kepada Adam.
"Ngapain lo liatin gua kayak gitu" Adam yang menyadari Nisya tengah menatapnya, menegur Nisya.
"Enggak, enggak kenapa-napa" jawab Nisya kikuk.
Karena Adam merasa langkah kakinya tidak ada yang mengikuti, ia Menoleh kebelakang, benar saja Nisya masih berada di dalam kelas, kemudian Adam memanggil Nisya.
"woi" suara Adam mengagetkan Nisya.
"balik ga lo" Adam melanjutkan.
"Astaga" Nisya tersadar dengan kelakuannya sendiri kemudian mengikuti langkah Adam.
"Adam.. Jalannya jangan cepet-cepet" Nisya memprotes Adam.
Adam tak menghirau kan Nisya, malah semakin cepat melangkahkan kakinya.
"Kalau kamu ga dengerin aku, aku bakalan tarik baju kamu" Nisya mengancam.
Adam masih tak menghiraukan.
Karena merasa langkah kaki Adam semakin menjauh, Nisya berlari mengejar Adam, kemudian ia Menarik baju Adam tak ingin ia lepas kan.
Tiba-tiba terdengar suara "sreeeeekkk" bunyi baju adam yang sobek.
__ADS_1
Adam menghentikan langkahnya.
Kemudian menoleh ke arah suara.
"Astaga!! lo apain baju gua?" Adam berteriak dan marah.
Nisya yang mengetahui baju Adam sobek, seketika pucat pasi.
"Aku ga sengaja dam" Nisya menunduk.
"pan aku udah bilang, kalo kamu jalannya kenceng, aku tarik baju kamu, kamu si jalan nya cepet - cepet" Nisya memberi alasan.
"lo cuma tarik baju gua kenapa bisa sobek begini, lihat baju gua kancingya juga pada copot" Adam memasang muka merah dan semakin mengencangkan suaranya.
"Aku gak sengaja, aku minta maaf" Nisya berkata tanpa membela diri.
"maaf maaf, enak aja lo minta maaf doank, tanggung jawab lo" Adam kini menarik baju Nisya membuat tubuh mereka saling berdekatan.
"Adam kamu mau ngapain" Nisya kaget.
Adam menatap Nisya dengan penuh amarah.
"jangan sobek baju aku, nanti aku gimana pake baju nya" Nisya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"trus lo mau gua apa, mau gua sobek rok lo" tanya Adam, membuat Nisya semakin ketakutan.
Nisya semakin menjauhkan badannya dari Adam namun Adam semakin mendekat.
"DUG" badan Nisya berbenturan dengan dinding, kini ia sudah tak lagi bisa bergerak. menjauh, Badan Nisya terdorong Badan Adam.
"Aku janji nanti aku perbiaki" Nisya memejamkan matanya ketakutan melihat Adam yang terlihat semakin murka.
"Apa kata lo, perbaiki? ini sobek, lo liat sobek! Ngerti ga lo?" Adam menegaskan kembali.
"Baik kalau begitu nanti aku akan menggantinya" Nisya berfikir keras, Nisya semakin ketakutan.
"lo mau ganti dengan apa hah?" tanya Adam.
"Aku nanti ganti dengan baju yang baru" Nisya semakin gelagapan.
"lo udah gua ingetin jangan deketin gua, lo masih aja ****" adam masih belum berhenti membuat Nisya ketakutan.
"I.. II.. Iya.. Aku minta maaf" Nisya menahan airmata nya, walaupun ini bukan kali pertama Nisya mendapat perlakuan kasar dari adam dan bukan pertama kali pula Nisya melihat Adam marah besar, tetap saja iya sangat takut melihat Adam yang seperti itu.
"lo tau, gua ga suka barang gua di sentuh orang lain, ini malah di sobek" kini adam mengangkat kedua tangannya kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan.
Adam mencekram baju Nisya, tanda memperingati,
__ADS_1
"awas lo klo ngerusak barang gua lagi, gua ga segan-segan hancurin idup lo" Adam berkata serius.
Kaki Nisya mulai melemas mendengar perkataan Adam, jantungnya berdebar begitu kencang, kepalanya se akan berputar-putar dan tiba-tiba bayangan hitam dan kosong bersarang di fikirannya, dan "Brugg" Nisya terjatuh tak sadarkan diri.