Pelangi Cinta

Pelangi Cinta
Makan Malam


__ADS_3

"Adam, hei Adam" membuat semua mata tertuju pada panggilan tersebut.


Adam dan Manisya menengok ke arah panggilan suara tersebut.


"Hei Adam, Lo apa kabar? tanya seorang Laki-laki yang umurnya bisa diperkirakan tak jauh dari usia Adam, laki laki tersebut bernama Leo, teman semasa SMP Adam.


"Ngapain Lo di sini?" Adam balik bertanya dengan memasang muka kecut.


"Gua lagi jalan sama cewe Gua, nih kenalin!"


Karna menghargai temannya tersebut Adam pun bersalaman dengan pacar temannya tersebut.


"Sheryl" cewek itu membalas jabatan Adam, namun Adam tak menjawab pertanyaan wanita tersebut.


Manisya yang tidak mengenal mereka berdiri di samping Adam, sambil memberikan senyum termanisnya pada teman Adam tersebut berharap Adam memperkenalkannya Kepada temannya tersebut namun urung di lakukan oleh Adam.


"Gua masuk dulu" Pamit Adam.


"Yah Lo tuh ga asik, Gua juga mau makan di sini, ya kan sayang" Menanyakan persetujuan pada pacarnya.


"Iya boleh sayang" Jawab Sheryl.


"Terserah Lo" Jawab Adam.


"Mau duduk bersama?" Pramusaji bertanya kepada mereka karena dua teman Adam ikut bergabung.


"Iya mas barengan aja" jawab Leo mendahului Adam. Adam pun tidak berkomentar akan jawban Leo.


Merekapun duduk di tempat yang sama.


"Btw dam, ini cewek Lo?" tanya Leo kepada Adam karena Manisya sedari tadi mengikuti langkah Adam tanpa banyak bicara.


"Bukan - bukan" Jawab Manisya.


"Kelihatannya?" Jawab Adam bersamaan dengan Jawaban Manisya.


Adam melirik ke arah Manisya entah tatapan berisi isyarat apa, Manisya tak mampu mengartikan.


"Bukan ko, aku hanya temen sekelas Adam" Manisya mengulurkan tangannya kepada Leo dan Sheryl.


"Aku Manisya" Hai Manisya senang berjumpa dengan Mu, Sheryl menyambut jabatan tangan Manisya.


"Hanya teman sekelas" Tanya Adam penuh maksud menarik salah satu sudut bibirnya ke atas.


"Iyah teman sekelas saja dan.." Manisya tidak melanjutkan perkataannya.


"Dan?" Sheryl melanjutkan perkataan Manisya.


"Dan aku sangat menyukainya" Jawab Manisya dalam hati.


"Dan kita sebatas teman sekelas saja ya teman sekelas, hehe". Manisya memastikan jawabannya, Manisya yang tak pandai berbohong mulai gugup menyembunyikan rasa khawatirnya melalui senyumannya.


"Mas mas kita mau pesan" Panggilan Adam kepada Pramusaji mengalihkan perhatian.

__ADS_1


"Baik mohon untuk menunggu, kami siapkan pesanannya" Pamit pramusaji saat sudah selesai mencatat pesanan.


Leo dan Adam terlibat dalam percakapan berdua, Manisya dan Sheryl memainkan ponsel mereka masing-masing saat menunggu pesanan.


"Rencana Lo lanjut kuliah di Amerika jadi Dam" tanya Leo.


Manisya yang sedang memainkan ponselnya, mendengar Loe bertanya hal tersebut kepada Adam, membuat Manisya seketika menghentikan aktivitasnya, spontan bertanya pada Adam.


"Kamu mau kuliah di luar negri Dam?" Manisya ikut bertanya.


"Entahlah" Jawab Adam singkat.


Mendengar hal tersebut membuat Manisya merasa sedih dan seketika ia memancarkan muka ke sedihan.


" Ya mungkin kita tidak di takdirkan untuk bersama, sekarangpun sulit di jangkau, apalagi jika nanti Adam kuliah di Amerika" batin Manisya.


"Manisya, kamu lagi sakit mata? kok matamu kaya bengkak gitu ya?" tanya sheryl membuka percakapan di Antara mereka, sekaligus membuyarkan lamunan Manisya. Sheryl dan Manisya yang duduk berhadapan membuat Sheryl melihta jelas muka Manisya yang bengkak karena Menangis.


"I i ya sedikit" Jawab Manisya singkat.


"Sheryl satu sekolah sama Leo?" tanya Manisya mengindari pertanyaan seputar Matanya.


"Enggak, kita beda sekolah" Jawab Sheryl singkat.


"Udah lama pacaran sama Leo?" tanya Manisya penasaran.


"Belom satu bulan" Jawab Sheryl.


"Emm, kayak pasangan selebritis" Perkataan Manisya yang begitu berterus terang membuat Manisya dan Sheryl terkekeh-kekeh.


"Kamu bisa aja" Jawab sheryl.


"Seriusan" Manisya memasang muka serius dengan sengaja, menambah gelak tawa di antara para wanita.


Saat Manisya dan Sheryl sedang berbincang, Manisya merasakan sebuah panggilan, tepatnya panggilan Alam yang kedatangannya selalu datang tanpa di duga-duga.


"Aku permisi kebelakang dulu ya" Berkata sambil melangkah melewati Adam, kemudian Manisya pergi ke toilet.


"Lega nya, kenapa harus pas di saat begini datang panggilan alam" Manisya berkata sendirian di dalam toilet sambil bercermin merapihkan rambut dan pakaiannya, setelah itu ia kembali lagi menuju kursi makan tempat Adam beserta temannya sedang menunggu.


Saat hendak menghampiri Adam, langkah kaki Manisya terhenti.


"Lo beneran Dam ga ada apa-apa sama cewek kampung itu, beneran turun standar Lo ya, haha" Leo terbahak menertawakan Adam.


"Deg" kata-kata tersebut membuat Manisya diam mematung, merasakan betapa kata - kata yang di keluarkan Leo begitu tajam hingga membuat hatinya kini perih tersayat-sayat olehnya, hal itu membuat kedua bola matanya mengeluarkan cairan bening yang tak bisa lagi ia tahan. Sadar Manisya berada di tempat umum, segera ia menyeka air matanya dan menahannya agar tak keluar kembali.


"Jangan bicara sembarangan Lo!" Adam memperingati temannya Leo tersebut.


Manisya yang tak ingin mendengar hal yang menyakitkan lagi membuat ia berbalik badan menuju toliet kembali, segera ia membasahi mukanya berharap tangisannya tidak berbekas, namun bukannya mereda, buliran buliran bening itu kini bercampur dengan Air mengalir deras.


Sesaat kemudian Airmatanya akhrinya bisa berkompromi dengan jiwanya berhenti dengan sendirinya, namun tidak begitu dengan kedua matanya, ia seakan memberi sebuah peringatan, bahkan mata Manisya kini lebih lebih bengkak dari sebelumnya, karena hari ini, ini adalah tangisan Manisya yang kedua.


"Bodoh banget, kenapa harus nangis lagi, jadi bengkaknya tambah parah, kenapa si aku jadi sensitive begini, apa karena aku lagi menstruasi, ya ampun, tapi temannya Adam keterlaluan" Manisya berkata dalam hatinya sambil menatap ke arah cermin toilet.

__ADS_1


Manisya menutup mulutnya, Airmatanya kembali mengalir saat teringat kata-kata Leo.


Kemudian ia mengeluarkan ponsel yang ada di dalam tasnya.


Sebuah pesan ia tuliskan di Aplikasi WhatsApp


Adamku : " Adam aku pulang duluan ya, ibuku nyuruh aku pulang secepatnya"


Pesan tersebut ia kirimkan kepada Adam.


Sambil menunduk berharap mata bengkakanya tidak di lihat siapapun, Manisya segera pergi meninggalkan toilet tersebut, kemudian ia segera keluar meninggalkan kafe tersebut.


Manisya segera memesan Ojek Online menunggu di luar kafe tepatnya dekat lobi Masuk Green Book. Saat sudah memesan Ojek Online ia langsung mematikan ponselnya kahawatir Adam akan menelepon.


Di tempat lain, Adam yang mulai merasa ke anehan karena Manisya tak kunjung datang, bolak balik melihat jam tangannya.


"Kenapa Lo" tanya Leo yang melihat Adam seperti sedang khawatir.


"Ngantri kali di toiletnya" kata Leo seolah tahu apa yang di khawatirkan Adam.


Kebetulan Sheryl berpamitan ke kamar mandi pula, dan ia baru datang dari toilet.


Saat Sheryl hendak duduk "Sayang kamu lihat temannya si Adam tadi ga" tanya Leo mewakili Adam.


"Manisya maksudmu?" tanya sheryl.


"Enggak" Jawab Sheryl.


"Apa di toilet sedang mengantri?" kini giliran Adam yang bertanya.


"Enggak juga, di toilet gak ada siapa siapa"


Jawaban Sheryl membuat Adam kaget, Adam membuka ponselnya kemudian melihat pesan yang Manisya kirimkan kepadanya. Tanpa berpamitan Adam langsung meninggalkan Kafe tersebut, panggilan berkali kali ia tujukan kepada Manisya, namun tidak ada jawaban, Adam mulai khawatir.


"Sial" Adam menendang lantai dengan kakiknya.


Manisya sedang berdiri menunggu Ojek Online nya datang saat langit yang kini telah di hiasi oleh lampu-lampu alami yang indah, Manisya menatap ke arahnya, tersenyum menghibur hatinya yang sedang gundah.


"Indahnya" sesaat ia melupakan hal yang membuat luka hatinya, dan tak lama seorang pengendara motor lengkap dengan helm dan jaket hijaunya berhenti tepat di depan Manisya.


Manisya mengahmpiri motor tersebut.


"Ojek Online ya pak, kalau boleh tau pesanan atas nama siapa ya?" tanya Manisya kepada Ojek Online tersebut.


"Iya mba betul, pesanan an Mba Manisya" Jawab Pengendara Ojek Online tersebut.


"Iya betul saya sendiri" Jawab Manisya.


Saat Manisya hendak menaiki motor tersebut.


Terimakasih yang sudah baca, like dan komen.


Semoga berkah kebahagiaan menyertai kita semua.. 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2