
"Dan satu lagi, aku bisa menaklukan Hati kamu, hehehe" Manisya terkekeh, seakan bangga akan jawabannya.
Adam menatap tajam Manisya dengan perasaan kesal, kemudian mendekatkan kepalanya kepada Manisya, kedua tangan Adam refleks meraih pipi Manisya dan menekannya dengan paksa hingga Manisya kesulitan berbicara.
"Coba saja kalau bisa!" Adam berkata masih dengan tangan menekan pipi Manisya.
Manisya meronta-ronta mencoba melepaskan tangan Adam yang kini mencekram pipinya, namun tangan Adam yang kuat tidak berhasil disingkirkan oleh tangan Manisya.
"Adam,Adam lepas" Manisya berkata dengan suara yang tidak terlalu jelas karna mulutnya terkena imbas dari himpitan kedua tangan adam di kedua pipinya yang membuat ia kesuliatan berbicara.
"Wepas dam Wepas" kini ia coba memukul tangan Adam, agar tangannya terlepas dari pipinya dengan mengeluarkan suara yang tidak jelas.
Bukan nya melepas tangannya yang mencekram pipi Manisya, Adam kini semakin mendekatkan kepalanya kepada Manisya, menatap erat Manisya dan mencekram pipi Manisya semakini kuat.
"Lo ituh wanita paling menyebalkan yang pernah gua temui" kini jarak muka mereka semakin mendekat hingga hidung tinggi Adam hampir mengenai hidung Manisya.
Adam pun melepaskan tangan yang menekan erat di kedua pipi Manisya secara kasar, yang membuat pipi Manisya berwarna merah karena tekanan tangan Adam yang Cukup kuat mengenai pipinya.
"Sakit tau" Manisya menkan-nekan kedua pipinya yang memerah akibat ulah tangan Adam.
Namun Adam tak menghiraukannya, ia berlalu meninggalkan Manisya yang duduk disampingnya, untuk kemudian turun dari Bis, karena saat itu Bis yang mereka tumpangi sudah sampai di pemberhentian terdekat dengan sekolah mereka.
Melihat Adam yang berlalu dari kursinya, Manisya kemudian mengikuti Adam, tak lupa ia membawa paperbag yang sedari tadi ia simpan di sampingnya.
"Adam tunggu" Manisya kini berlari menghampiri Adam yang sudah turun dari bis, kini mereka berjalan di trotoar menuju sekolah.
"Kenapa sih kamu jalannya cepet-cepet melulu" Manisya berkata dengan nafas tersengal-sengal.
"Adaaaaamm" Kini Manisya berteriak memanggil Adam, namun Adam tak menghiraukan panggilan Manisya.
"Adammmmmmm" Manisya semakin mengencangkan panggilannya kepada Adam, namun Manisya buru-buru menutup mulutnya dengan kedua tangannya, merasa panggilannya begitu kencang sehingga takut akan orang sekitar memperhatikannya, beruntung saat itu tidak ada siapapun.
Adam yang merasa terganggu dengan panggilan Manisya, menghentikan langkahnya berbalik menengok kearah Manisya yang berjalan tepat di belakangnya.
"Bisa ga lo sekali-kali ga bikin ribut!" Adam yang kesal kini kembali mencekram pipi Manisya dengan satu tangannya, tak lama ia lepaskan kembali cengkraman tangannya.
__ADS_1
Manisya kembali menekan-nekan pipinya, sambil mengerucutkan bibirnya.
"Apa lo manggil-manggil gua" tanya Adam.
"Apa pipiku semanis itu, hingga kamu senang sekali memegang pipiku sampai kemerahan seperti ini?" tanya manisya yang kesal kepada Adam yang selalu memegang pipinya tatkala ia sedang jengkel pada Manisya.
"Gila lo" Jawab Adam.
"Ada yang bilang kalau orang jatuh cinta itu layaknya orang gila" Manisya menjawab.
"Siapa yang bilang?" tanya Adam.
"Aku lupa, tapi aku yakin ada yang bilang seperti itu" jawab Manisya sambil menekan-nekan jarinya pada kepalanya.
"Apa mungkin kamu mulai jatuh cinta sama Aku?" Tanya Manisya tanpa basa basi.
Adam mendekatkan badannya pada Manisya.
"Jangan bermimpi!"
"Siapa yang bermimpi, aku kan lagi bangun, lagi jalan malah mau ke sekolah" Manisya menjawab denga memutar kedua bola matanya.
"Hehehe" Manisya terkekeh mengingat apa yang ia katakan barusan kepada Adam.
Adam dan Manisya masih di posisi berhadapan, berdiri di trotoar,
"Maaf dam, aku hanya bercanda, kalau serius juga sih ga papa, hehe" Melihat raut muka Adam yang kesal Manisya berusaha mengakhiri perseteruannya dengan Adam.
"Inih, aku mau kasih sweatermu yang tempo hari aku pinjam, kalau di kasih di kelas takut nanti teman-teman sekelas pada salah paham" Manisya memberikan paperbag yang ia pegang kepada Adam.
Saat Adam hendak mengambil paperbag tersebut, Manisya menurunkan paperbagnya kemudian ia sembunyikan di balik punggungnya.
"Mmm, apa aku boleh menyimpannya" Tanya Manisya sedikit memaksa.
"Apa maksut lo" tanya Adam.
__ADS_1
"Apa sweater ini boleh untukku saja, aku sangat menyukainya" tanya Manisya Pada Adam.
Adam berusaha meraih paperbag yang di pegang Manisya yang tak kunjung ia berikan pada Adam. Manisya memindah-mindahkan posisi paperbag yang ia pegang secara tidak beraturan membuat Adam geram dengan tingkahnya.
"Apa lo sudah gila, balikin ga, itu punya gua" Adam berusaha menahan emosinya.
"Kan aku bilang, orang jatuh cinta itu sedikit gila" Manisya menarik kedua sudut bibirnya.
"Boleh buatku kan ya ya ya" tanya Manisya sedikit memaksa.
Sebetulnya Manisya bukan karena sangat menyukai sweater yang Adam pinjamkan padanya, melainkan ia hanya merasa senang jika punya barang milik Adam, memiliki barang Adam membuatnya bersemangat untuk tetap mengejar Adam yang merupakan pujaan hatinya tersebut.
"Terserah Lo" Jawab Adam dengan Airmuka kesal, kemudian pergi meninggalkan Manisya dengan langkah cepatnya menuju sekolah yang jaraknya kini semakin dekat.
Melihat Adam seperti itu, ada perasaan menyesal di hati Manisya, ia pun berjalan dengan perasaan sedih dan menyesal tidak memberikan sweater yang memang milik Adam tersebut.
"Hmm, tau gitu aku kasih aja dari tadi sweaternya, jadi marah kan sekarang" Manisya bergumam sendirian.
Adam dan Manisya pun sampai di kelas mereka, suasan di kelas masih sangat tenang karena memang saat ini masih terbilang terlalu awal untuk datang kesekolah, di kelas hanya ada Adam dan Manisya yang baru tiba di kelas mereka. Karena kejadian rebutan paperbag tersebuti, Manisya tidak bertegur sapa dengan Adam, Manisya masih merasa tidak enak hati kepada Adam.
Saat Adam hendak keluar dari kelasnya.
"Kamu mau kemana dam?" tanya Manisya dengan sedikit ragu.
Adam tak menjawab pertanyaan Manisya, ia berlalu pergi meninggalkan kelas.
"Mungkin aku harus mengembalikannya" Manisya bekata sendiri, kemudian ia meraih sebuah sticky notes berwarna pink untuk ia sematkan di paperbag.
Kini Manisya menuliskan kata-kata di dalam sticky notes tersebut, yang isinya:
"Terimakasih Adam, jangan di masukan kedalam hati ya, aku berlebihan, sekali lagi terimakasih, \=) "
Kemudian Manisya meletakkan sticky notes tersebut kedalam paperbag menempel pada sweater.
Manisya pun meletakkan Paper bag tersebut di kursi tempat Adam duduk, yang sudah terdapat tas Adam disana, Manisya meletakkan paper bag tersebut tepat di pinggir tas Adam.
__ADS_1
"Sempurna" Manisya menepu-nepuk kedua tangannya merasa puas.
"Kamu di sini dulu ya, nanti kalau kangen sama aku, minta anterin Adam saja yah dateng kerumah ku, jaga dirimu baik-baik ya sweaterku sayang" Manisya terkekeh menutup bibir dengan kedua tangannya.