Pelangi Cinta

Pelangi Cinta
Jangan - jangan


__ADS_3

"Drrrt, Drrrt, Drrrt" bunyi ponsel Adam, ia meletakan baju yang ia pegang di atas


Meja belajar kemudian ia meraih Ponsel yang berada di atas kasur yang memang ia


letakkan di sana.


Ada sebuah pesan di sana, Air muka Adam berubah seketika kemduaian ia menaikkan kedua alisnya.


Perlahan Adam membuka pesan di ponselnya, nomor handphone yang sudah sangat ia kenal rupanya yang mengirimkan sebuah pesan kepadanya.


“Aku hanya ingin minta maaf, maaf karena telah merepotkanmu dan terimakasih sudah menolongku”


Pesan tersebut berasal dari Ponsel Manisya yang memang sengaja ia kirimkan untuk Adam sebelum ia kemudian pergi tidur.


Kemudian Adam mengetikan sebuah pesan, dan pesan tersebut merupakan pesan pertama yang ia kirim kepada Manisya, dan saat itu pula pertama kali Adam membalas pesan seorang Manisya.


Isi pesan tersebut “Urusan gua sama lo belum kelar “  pesan berhasil terkirim kepada ponsel Manisya.


Setelah itu Adam meyimpan kembali ponselnya dan bergegas memakai baju yang ia letakan di atas meja belajar di dalam kamarnya, setelah itu Adam mencoba memejamkan kedua matanya di atas tempat tidur, berusaha menocba melupakan semua emosi dan cerita yang cukup panjang yang ia lewati hari itu, hingga akhirnya ia pun terlelap dalam mimpinya.


Ke esokan paginya di rumah sakit.


Manisya yang masih tertidur, terbangun oleh seorang perawat yang datang untuk memeriksa tekanan darah dan infusan yang masih terpasang di tangan nya.


“Selamat pagi mba Mansiya, saya mau memeriksa Infusan dan tekanan darah” sang perawat meminta izin kepada Manisya.


“Silahkan” Jawab Manisya singkat.


Kemudian perawat tersebut mulai memeriksa Manisya,


“Semuanya bagus mba Manisya, Ini obat sebelum makan ya, nanti di minum sebelum makan” perintah perawat terseut kepada Manisya.


“Baik bu, bu perawat kalau hari ini bisa tidak saya pulang” tanya Manisya.


Orang tua yang sedari tadi memperhatikan ikut bicara.


“Udah ga sabar pengen sekolah ini mba”  Ibu Dewi berkata kepada perawat tersebut.


Perawat tersebut tersenyum kemudian berkata “Nanti


gimana kata dokter ya, nanti dokter yang semalam periksa datang kembali sekitar


Jam 10 an ya”  perawat menjelaskan.


“ Baik bu” Jawab Manisya yang memanggil dengan sebutan untuk wanita muda kepada perawat tersebut karena wajahnya yang memang terlihat muda.


Perawat itu pun berpamitan pergi meninggalkan


Manisya.

__ADS_1


Manisya yang mengingat semalam ia mengirimkan pesan


kepada Adam  meraih ponsel yang di simpan tepat di pinggir tangan yang di infus, kemudian menocba membuka ponselnya.


Nisya membuka lebar kedua matanya saat tau Adam


membalas pesan semalam yang ia kirim, kemudian Manisya tersenyum lebar, rasanya ingin sekali Manisya berteriak kencang megekspresikan rasa bahagianya di ruangan tersebut, karena rasa bahagianya Adam membalas pesan Manisya untuk pertama kalinya, namun ia berhasil menahannya mengingat di tangannya yang masih terpasang selang infus di tambah ke dua orangtuanya yang sedang berada di sana juga.


“Adam, kamu membalas pesan aku”


Manisya mulai membuka pesan di ponselnya sambil menarik kedua ujung bibir tipisnya.


“kalau tau dia akan membalas pesan, aku ga akan tidur dulu, aku pasti menunggunya” ungkapan


penyesalan Manisya dalam hati tanpa mengabaikan isi pesan yang di berikan Adam


kepadanya.


Nisya pun mengetik sebuah pesan yang akan ia kirim pada Adam, berharap Adam kembali membalas pesannya.


“Kalau boleh tau urusan apa ya?”  Manisya


mengirimkan pesan tersebut kepada Adam, yang sedari tadi memikirkan maksud dari pesan yang dikirim Adam untuknya.


Tiga puluh menit sudah berlalu, Manisya yag mulai merasakan pusing kembali akibat membolak balikan ponselnya, karena menunggu balasan pesan dari Adam, kini membiakarkan ponsel miliknya tergeletak di tempat tidur miliknya, karena mulai kehilangan harapan kembali jika Adam akan membalas pesannya.


Pagi itu, semua teman sekelas Manisya sudah lengkap berkumpul untuk bersiap menerima pelajaran, Namun teman sebangku Manisya yaitu Nina sibuk membuka ponselnya mencari tahu apa yang terjadi pada Manisya karena Manisya tak kunjung Datang .


"hem, ini bocah, katanya ga akan kesiangan, sampai sekarang belum sampai juga" 


 Nina mengira Manisya kesiangan.


Nina mencoba menelepon Manisya.


"Hallo" Manisya menjawab panggilan Nina  dengan suara lemasnya.


"Hei, di mana inih, kamu kesiangan lagi Sya?" Nina bertanya pada Manisya,


"Katanya udah janji ga kesiangan lagi, boong melulu nih." Protes Nina kepada Manisya.


"Hemm, maaf Nin, hari ini aku ga masuk sekolah," Nisya menjelaskan alasan kenapa dirinya belum datang sampai sesiang ini.


"Hah? kamu bolos?"  Nina masih belum mengerti.


"Ceritanya lagi sakit Nin" Jawab Manisya singkat.


"Kamu sakit? sakit apa?" Nina terkejut saat mendengar Manisya berkata bahwa dirinya sedang sakit.


"Aku di rumah sakit Nin" Manisya berkata kembali,

__ADS_1


"Rumah sakit? maksutnya kamu gimana aku gak ngerti ?" Nina mengangkat kedua Alisnya di ikuti dengan kedua matanya, Nina masih belum mengerti maksud perkataan Manisya.


"Kamu itu ya, aku kasi kode ga ngerti-ngerti, aku lagi sakit, sekarang aku lagi di rawat di rumah sakit Nina sayang" Jawab Manisya berterus terang.


"Nin udah dulu ya, kepala aku tiba-tiba pusing kembali, Nanti kalo jenguk aku ajakin Adam aja, dia tau aku di mana"  kemudian tanpa permisi Manisya menutup teleponnya.


Nina mencoba mentap ponselnya dengan tatapan bingung, mencoba mencerna kata - kata yang baru saja keluar dari Manisya.


Nina melirik pada Adam, kemudian menghampirinya,


"Kamu tau Manisya di rawat di rumah sakit?" tanya Nina kepada Adam.


Adam yang sedang menempelkan kepalanya pada bangku, seketika terbangun, namun tak menjawab pertanyaan Nina.


"Si Manis nin?" Rangga yang mendengar pertanyaan Nina, balik bertanya pada Nina.


"Iya dia dirawat, belum sempat aku tanya dia di rawat di mana dia menutup teleponnya, katanya yang tau Rumah Sakit Nina di rawat Noh dia" Nina menunjuk Adam dengan telunjuknya.


"Kamu tau Rumah Sakitnya Dam?" giliran Rangga yang bertanya.


Namun Adam tak kunjung menjawab, ia menrebahkan kembali kepalanya ke atas meja tanpa mempedulikan Nina dan Rangga yang sedang bertanya kepadanya.


"Oke Nin, Adam udah setuju, nanti pulang sekolah kita jenguk si Manis bareng Dia " Rangga menyimpulkan jika Adam setuju untuk mengantar mereka menjenguk Manisya.


"O, oke oke" walaupun sediki tidak mengerti, namun Nina meng iya kan perkataan Rangga.


 


 


Pelajaran sekolah pun telah berakhir.


Nina, Rangga dan Adam kini sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit tempat Manisya di rawat dengan memakai Taxi Online yang di pesan oleh Adam, mereka pun sampai di Rumah Sakit tersebut.


Saat sedang berjalan menuju  kamar Manisya, Rangga yang penasaran kenapa Adam tau jika Manisya di rawat di RS tersebut, menanyakan kepada Adam.


"Adam kenapa lo tau si Manis di rawat di sini?" tanya rangga kepada Adam.


"Bukan urusan lo" Adam menjawab dengan tataan tak suka.


"Jangan-jangan kalian?" Nina dan Rangga kompak menatap Adam, namun di jawab dengan Tatapan tajam Adam yang penuh dengan kebencian.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2