
"Sakit adam, lepasin tanganku" pinta Nisya.
Adam melepaskan tangan Nisya.
"Gila lo ya" sentak adam.
"Mo balik ga lo, menyebalkan" Adam mulai kesal.
"liat tuh" Adam menunjuk pada bis.
"Ya ampun Bus nya udah dateng, dari tadi aku bengong melulu" Manisya baru menyadari jika bis yang di tunggu sudah ada
"Berisik lo" Adam berlalu pergi menaiki bus, di susul dengan Nisya di belakang.
Seperti sebelumnya, karena tau adam akan marah jika Nisya duduk berdampingan dengannya, Nisya memilih untuk duduk di seberang kursi adam.
"kayaknya aku udah berburuk sangka pada adam, harus minta maaf dan berterimakasih". Nisya mengeluarkan handphonenya.
Mulai mengetik.
"*A*dam aku minta maaf udah berfikir yang tidak-tidak sama kamu, makasih banyak udah nungguin aku. 😊😊"
Pesan pun terkirim pada Adam.
Ter dengar bunyi getar handphone adam.
"Drrrt Drrrt drrr" namun tak adam hiraukan.
, Adam sibuk memandangi jalan yang saat itu di basahi air hujan.
Nisya memandang ke arah adam kemudian mengerucutkan bibirnya.
"Yah ga di liat WhatsApp ku" Nisya kecewa.
Kemudian Nisya memanggil adam. "Adam"
Adam menoleh ke arah Nisya.
"Makasih udah nungguin aku" Nisya berterimakasih sambil tersenyum pada adam.
Tak ada jawaban dari adam, adam memalingkan mukanya kembali menatap ke arah luar.
Sepinya suasana di dalam bus, yang kala itu hanya terdengar alunan musik jazz yang di putar tidak terlalu memeka kan telinga serta angin yang berhembus menyelimuti tubuh mereka, membuat Adam dan Nisya terlelap dalam tidur, ya sepanjang perjalanan suasana berhasil membuat mereka tertidur pulas.
Akhirnya bis pun sampai di pemberhentian terakhir.
Mesin bis yang di matikan berhasil membuat Adam dan Nisya bangun dari tidur pulsanya.
"Sial" terdengar suara adam yang menggerutu.
"huuaaaammm" Nisya menggeliat mengangkat tangannya ke atas.
Merasa ada yang menatapnya, Nisya melirik ke arah Adam.
"hehe adam" sapa Nisya.
Adam tak menjawab.
__ADS_1
"ya ampun ketiduran lagi" Nisya berkata sendiri.
Kemudian Nisya yang melihat Adam berdiri untuk keluar dari Bus, Nisya buru-buru mengikuti Adam.
Saat mereka hendak berjalan keluar dari mobil, "Adam kamu ketiduran juga, hihihi" Nisya menertawankan Adam.
Adam yang tidak senang mendengar perkataan Nisya, menghentikan langkahnya, kemudian kembalikan badannya.
Nisya yang saat itu sedang berjalan di belakang Adam, tak sadar kalau adam sedang berdiri menghadap ke arahnya, Nisya terus saja berjalan, kemudian,
"Brugg" Nisya menuburk dada Adam, mereka terlihat seperti sedang berpelukan.
"Aduwh" Nisya terperanjat kaget, mereka saling berhadapan, Adam menatap jengkel ke arah Nisya, kemudian Nisya perlahan berjalan mundur menjauhi tubuh adam.
"maaf dam, aku ga tau kalo kamu tiba-tiba berhenti" Nisya menjelaskan.
Adam yang tak senang, menarik tangan Nisya. Mereka berhadapan kembali namun jauh lebih dekat, dan adam masih menarik tangan Nisya.
"Aduuh" Nisya meringis kesakitan.
"Perhatikan mulut lo baik-baik, jangan sampai lo nyesel ngeluarin kata-kata menyebalkan" adam memperingatkan.
"Kata-kata yang mana" jawab Nisya polos.
Masih posisi adam mencekram tangan Nisya.
"Aduuuuuuhh" Nisya merasakan tangannya makin panas akibat cengkraman tangan adam, di tambah tangannya yang tadi cedera akibat bola basket.
"susah ngomong sama orang bodoh kayak lo" Adam menghempaskan kasar tangan Nisya.
"Aaaww" Nisya merasakan kesakitan, ia memijit-mijit tangannya.
"Maksut kamu kata-kata yang menyebalkan yang mana dam, aku ga ngerti" Tanya Nisya polos.
Adam yang mendengar pertanyaan dari Nisya memberhentikan langkahnya sekejap, kemudian melanjutkan kembali.
"sungguh menyebalkan" adam menggerutu kesal.
Kemudian mereka keluar dari dalam bus dan duduk di bangku yang di sediakan untuk para penumpang yang sedang menunggu.
Adam membuka ponselnya kemudian menelepon.
"jemput di terminal yang dekat rumah" Adam memerintah.
Nisya yang melihat adam menelepon ia bergegas mengambil handphone nya.
" Nisya, ibu sama ayah pergi ke rumah nenek dulu sebentar ya, paling nanti agak malaman pulang, Nisya pegang kunci rumah kan ya" pesan sang ibu pada aplikasi WhatsApp nya.
Nisya yang membaca pesan tersebut mengerucutkan bibirnya.
"Yasudah aku nanti pakai ojek online saja klo begitu" Nisya mengangguk-anggukan kepalanya sendiri.
"Eh tapi hujan" Nisya berkata sambil membuka telapak tanganya yang dibiarkan terkena tetesan air hujan.
"Adam" Nisya memanggil adam yang tak jauh dari tempat duduknya.
Adam hanya menatap Nisya tanpa berkata.
__ADS_1
"hehehe, ga papa aku manggil aja" jawab Nisya.
"kamu di jemput" tanya Nisya kembali, bermaksud ingin menumpang.
Namun adam tak menjawab ia malah memasang headset pada kupingnya.
"Bisa ga dam sekali - kali jangan jutek jutek sama aku, trus kalo nanya tuh ya di jawab, nanti cekepnya ilang loh, kalo aku jadi ga suka lagi sama kamu gmana?.. Hihihi"
Nisya tertawa kecil, berkata asal kepada adam karena tau adam tidak akan mendengarkan perkataannya.
"Adam kamu mau jadi suamiku ga, jangan jadi pacar, aku maunya suami aja" Nisya terkekeh, ia berkata dengan pelan pada adam tanpa melihat ke arah adam.
Kemudian Nisya menatap ke arah adam dan tersenyum.
"Ngapain lo liat-liat gua" kata adam kasar.
"Kamu cakep" Jawab Nisya tanpa ekspresi.
Mendengar perkataan Nisya yang menurutnya tidak tahu malu, dan membuatnya semakin kesal. Akhirnya
Adam menggeser tempat duduknya yang kini jarak mereka berjauhan.
"Yaah dia makin menjauh" mungkin ini tanda - tanda.
"tanda- tanda dia mulai jatuh cinta sama aku" Nisya menyemangati dirinya sendiri.
"haduh, gawat" Nisya menepuk kepalanya.
"betapa tidak tahu malunya aku" Nisya mengusap wajahnya sendiri dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
Kemudian terlihat ada sebuah mobil mewah memasuki area terminal, sang pengemudi turun dan membawa dua payung. Nisya terus saja memperhatikan gerak-geriknya.
"Mobilnya bagus" Nisya mengagumi mobil tersebut.
Kemudian ia terlihat menghampiri Adam, memberikan satu payung pada adam.
"Adam?"
"itu mobilnya Adam, apa itu ayahnya adam juga" Nisya bertanya-tanya.
"keren sekali" Nisya tak henti menatap ke arah mobil.
Saat Nisya sedang memperhatikan adam, Bapak yang membawa payung tersebut melihat ke arah Nisya yang sedari tadi memperhatikannya , kemudian bapak tersebut tersenyum ke arah Nisya, Nisya membalas senyumannya, ya kebetulan di sana hanya ada Adam dan Nisya saja.
"mas temennya ya itu" tanya pak supir pada adam.
" bukan" jawab adam singkat.
"tapi toh seragamnya sama" pak supir heran.
"Gak sekalian di ajak mas, kasian sendirian, cewek lagi mas, malem-malem di tempat begini, gimana kalo ada yang nyulik" Bapak supir mencemaskan.
"apa jangan-jangan pacarnya mas adam toh, lagi marahan ya, ko jauh-jauhkan begitu" bapak supir menebak.
"sekali lagi lo nanya macem-macem, gua pastiin lo besok ga bisa kerja lagi" adam. Mengancam.
"iyhh mas adam galak amat. Iya deh iyah ga nanya lagi" pak supir ketakutan.
__ADS_1
Mereka pun berlalu meninggalkan Terminal dan Nisya sendirian.