
Manisya berusaha menutupi perasaan anehnya kemudian menarik nafasnya sangat dalam dan berbisik di dalam hatinya, "ada apa denganku".
Setelah selesai memperkenalkan diri, Samira kembali duduk bersebelahan dengan Manisya di sofa yang tersedia di kamar tersebut. Rangga masih bercakap dengan Adam saat tiba-tiba Pak Komar datang dari luar membuat semua mata menatap ke arah Pak Komar.
"Selamat siang semuanya, temen-temennya Mas Adam yah" Sapa Pak Komar kepada teman-teman Adam yang kala itu sedang terlihat mengunjungi Adam.
"Siang juga Pak" Samira, Rangga, Nina dan Manisya serempak menjawab sapaan Pak Komar.
"Pak Komar, habis dari luar?" tanya Manisya kepada Pak Komar yang bejalan menghampiri Adam.
"Iya Neng, Bapak habis dari bawah, menyelesaikan Administrasi Mas Adam" terang Pak Komar kepada Manisya dengan penasaran saat melihat sebuah kertas yang di pegang Pak Komar.
"Benarkah?" jawab Manisya melebarkan kedua matanya dengan sempurna di susul dengan senyuman lebar yang ia berikan kepada Pak Komar"
"Betul Neng" Jawab Pak Komar dengan menatap Manisya.
"Syukurlah" Jawab Manisya terlihat begitu senang dengan jawaban Pak Komar.
"Saya bantu bantu rapihkan bawaan Mas Adam dulu ya" Pamit Pak Komar memulai mengeluarkan barang-barang Adam yang tersimpan di dalam lemari.
"Biar saya bantu Pak" Jawab Manisya.
Namun bukan hanya Manisya yang membantu merapihkan barang Adam, teman-temannya yang lainpun ikut membantu merapihkan barang Adam untuk di masukkan ke dalam mobil.
Setelah semua barang berhasil di masukkan ke dalam mobil, teman-teman Adam yang kala itu sedang duduk di sofa dan kursi yang memang di sediakan kamar tersebut, tiba-tiba Pak Komar menghampiri Manisya.
"Neng Manis, ini barang punya neng Manis," Pak Komar memberikan sebuah tas jinjing kepada Manisya dengan polosnya, hal itu membuat Rangga, Samira dan Nina spontan menatap ke arah Manisya.
"Ba, baik Pak, terimakasih" Kemudian Manisya berusaha memalingkan mukanya menghindari pertanyaan yang akan keluar dari mulut teman-temannya tersebut.
"Lo nginep di sini Sya?" Pertanyaan Rangga mewakili yang lainnya.
"Em, aku" Manisya bingung akan jawaban yang harus keluar dari mulutnya, Manisya menatap ke arah Adam memberi isyarat agar Adam dapat membantunya, namun bukannya membantu menjawab pertanyaan Rangga, Adam berpura-pura tak melihat ke arah Rangga.
"Itu aku anu" Manisya masih memikirkan sebuah jawaban yang tepat.
__ADS_1
Rangga, Nina, dan Samira, masih menatap ke arah Manisya menunggu sebuah jawaban.
"Iyah Aku nginep di sini" Jawab Manisya sambil menundukkan kepalanya, ia pun menjawab dengan memelankan suaranya tak ingin mendengar Rangga bertanya hal yang lain kepadanya.
"Iyah semalam Neng Manis ini nginep di sini, kebetulan saya semalam ada keperluan mendadak tidak bisa menemani Mas Adam, sebetulnya saya lah yang di suruh Nyonya dan Tuan untuk menemani Mas Adam, jadi saya minta bantuan Neng Manis untuk menginap di sini, kebetulan temannya Mas Adam yang Bapak kenal hanya Neng Manis saja" Pak Komar membantu Manisya menjawab pertanyaan teman-temannya.
Mendengar perkataan Pak Komar membuat Manisya bernafas lega, dan teman-temannya pun terlihat puas dengan jawaban Pak Komar tersebut.
"Lo tau Nin" Tanya Rangga mulai menginterogasi Nina.
"Iya lah Gua kan temennya" Jawab Nina dengan memalingkan mukanya.
"Pantes" Jawab Rangga.
"Pantes Apa Lo?" jawab Nina menanggapi perkataan Rangga.
"Pantes bau-bau kebohongan" kata Rangga mulai memprovokasi Nina.
"Udah ah males Gua" Jawab Nina tak ingin melanjutkan perkataan kepada Rangga, karena ujung-ujungnya mereka hanya akan bertengkar.
"Gua curiga sama kalian berdua" Rangga menatap ke arah Adam kemudian beralih ke arah Manisya.
"Lo semalaman di apain dam sama si Manis ini?" Rangga mulai menginterogasi Adam dan Manisya karena Rangga merasa jika Adam dan Manisya menyembunyikan sesuatu.
"Lo tanyain aja sama Gadis Bodoh itu" Adam berkata sambil menunjuk ke arah Manisya.
Kata-kata yang keluar dari mulut Adam membuat Manisya merasa terpojokkan.
"Apa maksudmu?' Tanya Manisya kepada Adam, Manisya mulai tersulut emosinya akibat perkataan Adam.
"Aku tidak melakukan apa-apa kepadamu kan, lihat saja kamu saat tini terlihat sangat baik kan" Manisya berkata kembali, menjawab pertanyaan Adam dengan pasti.
"Apa Lo yakin, Lo gak ngapa-ngapain semalam?" tanya Adam kepada Manisya, namun pertanyaan Adam kepada Manisya membuat fikiran semua orang yang berada didalam kamar tersebut travelling sangat jauh.
"Jadi kalian ngapa-ngapain?" Jawab Rangga sambil menutup mulutnya dengan satu tangannya.
__ADS_1
"Tidak kita tidak melakukan apapun" Jawab Manisya dengan pasti.
"Benarkah?" pertanyaan Adam membuat teman-teman nya merasa tidak yakin dengan jawaban Manisya.
Manisya menunduk mengingat kembali saat ia terbangun Adam tengah memeluknya dengan erat, namun alasan kenapa Adam memeluknya Manisya pun tidak mengingatnya. Saat Manisya mengingat hal tersebut membuat dirinya tak bisa menjawab perkataan Adam dan Akhirnya yang di lakukan Manisya hanya menundukkan kepalanya.
"Sudah-sudah, jangan terpancing emosi dengan perkataan Laki-laki seperti itu" Nina menunjuk ke arah Rangga. berusaha menengahi keadaan yang semakin menegang.
"Kalian ini lucu sekali" tiba-tiba Samira berkata sambil menertawakan tingkah ke empat orang temannya tersebut.
"Apa kalian pacaran?" tanya Samira menunjuk Adam dan Manisya, namun Adam tak menjawab pertanyaan Samira tersebut, Adam hanya diam, Manisya diam sesaat.
"Kita hanya teman" Jawab Manisya kepada Samira, dengan nada yang begitu berat ia ucapkan.
"Ya kita hanya teman, hanya teman" Manisya berkata dalam hatinya.
"Benarkah" Jawab Samira se akan tidak percaya dengan jawaban Manisya, Samira menarik salah satu sudut bibirnya mencoba menyembunyikan sesuatu.
"Iya" jawab Manisya dengan pasti.
"Apa kamu menyukainya?" Pertanyaan Samira yang sangat berani di hadapan teman-temannya tersebut.
"Iyah aku sangat menyukainya" Manisya menjawabnya di dalam hati namun tidak dengan jawaban menggunakan bibirnya, Manisya terdiam.
Hening sesaat entah apa yang ada di fikiran ke lima orang yang ada di dalam kamar tersebut.
"Apa aku boleh menyukaimu" tanya Samira yang begitu berterus terang kepada Adam yang masih terbaring di atas tempat tidur.
Hal itu berhasil membuat semua teman Adam yang berada di kamar tersebut terperanjat dibuatnya.
"Deg" Jantung Manisya seakan tersambar oleh sebuah petir, Manisya menunduk, ternyata perasaan aneh saat menatap Samira dan Adam itu benar Adanya, Manisya kini merasa berada di titik yang paling rendah. "Bagaimana mungkin aku harus bersaing dengan gadis secantik dan sepintar dia, apa yang harus aku lakukan" Manisya mencoba menahan titik-titik air mata yang mulai muncul di kedua kelopak matanya.
Nina berusaha menghibur mengusap-usap secara perlahan punggung Manisya sebelum akhirnya berbisik di telinga Manisya "Kamu pasti bisa" Kata Nina tersebut berhasil membuat Manisya menahan air matanya, dan ia pun membalas perkataan Nina dengan sebuah senyuman.
"Terimakasih" Manisya membalas kata-kata penyemangat Nina kepadanya.
__ADS_1
***
.