Pelangi Cinta

Pelangi Cinta
Rumah Manisya


__ADS_3

Sepanjang jalan, Manisya bercakap dengan Pak komar, tak jarang mereka tertawa terbahak-bahak di sela - sela percakapan mereka.


Dan tak terasa mobil yang mereka tumpangi sampai di depan rumah Manisya.


"Berhenti di depan sana aja pak komar" Nisya menunjukan sebuah rumah yang tak lain adalah rumahnya sendiri.


"Terimakasih banyak Pak komar" Nisya berterimaksih pada pak komar.


"sama-sama neng" jawab pak komar.


Kemudian Nisya menengok ke kursi belakang, tempat Adam duduk.


"Adam terimakasih banyak ya" Nisya berkata sambil menarik sudut bibirnya.


Adam hanya menatap Nisya tak Menjawab.


Nisya pun turun dari mobil.


Tiba-tiba Adam menyusul Nisya turun dari mobil.


Nisya yang melihat adam turun dari mobil mengerutkan dahi nya disertai dengan kerutan di kedua alisnya, kemudian bertanya pada adam.


"Adam, kamu mau mampir dulu?" tanya Manisya.


"Gr banget lo" jawab Adam dingin sedingin es yang membeku.


"Trus kamu kenapa turun?" tanya Manisya.


"gua ikut ke toilet sebentar" Adam yang menahan untuk buang air kecil sedari tadi, merasa tak kuat lagi untuk menahannya.


"hemmph, hihi," Nisya menutup mulutnya yang tertawa melihat adam.


"apa lo, ngetawain gua?" tanya adam penuh Sidik.


"jadi ini alasan kamu dari tadi diam aja, eh tau nya nahan pipis ya?" Nisya tertawa kembali.


"berisik lo" jawab adam, kemudian berjalan mendahului Nisya karena tak suka Nisya yang menertawakannya.


"hemmh, gitu aja marah" Nisya berkata sendiri, kemudian berjalan menyusul adam.


Adam tiba duluan depan pintu rumah Nisya, karena halaman rumah Nisya yang cukup luas butuh beberapa langkah untuk sampai kedepan pintu.


Sementara itu rumah Manisya terlihat sepi karena kedua orangtuanya masih berada di rumah neneknya.


"sebentar dam" Nisya mengeluarkan kunci rumahnya, kemudian perlahan membuka pintu, dipersilahkannya Adam masuk kerumah.


"maaf ya rumah ku agak berantakan" Nisya berbasa- basi dengan adam, namun tak adam hiraukan.


"itu kamar mandinya di pinggir dapur lurus aja terus belok kanan" Nisya memberi petunjuk.


Kemudian Adam mengikuti arahan Nisya.


Adam pun selesai dengan urusannya, kemudian keluar dari kamar mandi, ia celingukan menatap rumah Nisya yang sangat sederhana, melihat ke arah dapur, ruang keluarga, ruang tamu, dan ruangan yang tertutup pintu yang sepertinya kamar tidur, ya rumah Nisya memang sangat sederhana, tidak ada hiasan mewah di sana, namun terlihat nyaman karena kebersihan dan kerapihan nya.


Terlihat Nisya yang keluar dari kamar tidurnya.


"Kamu udah selesai dam, sebentar aku ambilkan minum" Nisya kemudian bergegas ke dapur.


"gak perlu, gua balik sekarang" jawab adam.


"Ya udah kalo gitu makasih banyak" Nisya berterimakasih pada adam.

__ADS_1


Sesampainya di pintu hendak keluar, adam menengok ke arah Nisya, kemudian bertanya,


"mana bokap nyokap lo?" adam bertanya penasaran.


"ayah dan ibu lagi ke rumah nenek, sama adek ku juga, mereka agak malaman pulangnya" Nisya menjelaskan.


"kenapa dam" Nisya yang penasaran karena jarang sekali adam ingin tau akan dirinya.


"gua cuma tanya" jawab adam.


"nanti aku bilangin sama ayah ibu aku kalo kamu anterin aku pulang, trus kamu mampir dulu buat pipis" Nisya berniat menyampaikan pada kedua orangtua nya.


"terserah lo" jawab adam.


Nisya mengerutkan Bibirnya.


Melihat adam yang masih berdiri kemudian Nisya bertanya kembali.


"kenapa dam?" tanya Nisya.


"balikin sweater gua!" perintah adam.


"Noh masih di jemur" Nisya menunjuk sebuah jemuran dekat pintu belakang rumahnya yang terlihat dari kaca.


"mau pinjem sweater ku" tanya Nisya sambil tersenyum.


Adam memalingkan muka.


Kemudian melirik kembali ke arah Nisya.


"kenapa dam?" tanya Nisya yang mengira adam ingin mengatakan sesuatu kepada Nisya.


"jangan pernah sms, wa ataupun telepon gua lagi!!" adam memberi peringatan serius.


"dan jangan coba-coba deketin gua" adam melanjutkan kembali perkataannya.


"gua gak suka sama lo" adam menyelesaikan perkataannya.


"DEGG" jantung Nisya kini se akan tertusuk duri.


Mendengar perkataan adam tersebut membuat seluruh badan Manisya lemas tak berdaya. Namun Manisya sangat pintar menutupi rasa sedihnya.


"kamu punya pacar?" tanya Nisya.


"gua bilang gua ga suka sama lo" Adam menekankan perkataannya.


"Degg" jantung Nisya serasa mau copot kembali, berusaha menahanya.


"apa aku pernah ungkapin cinta sama kamu?" tanya Nisya, ia merasa belum juga mengungkapkan perasaannya tapi ia sudah di tolak mentah-mentah, hatinya semakin merasakan sakit yang mendalam.


"gua bilang gua ga suka sama lo, jadi jangan coba-coba deketin gua" jawab adam kembali


Nisya berusaha kuat menutupi kesedihannya.


"kalo kita berjodoh?" tanya Nisya yang kini sudah kehilangan senyum manisnya.


"itu ga akan mungkin pernah terjadi, gua ga suka sama lo" jawab adam.


"apa aku sebegitu menyebalkan nya?" tanya Nisya, membendung kesedihannya.


"lo tau" jawab adam singkat.

__ADS_1


"aku kan belum pernah ngungkapin perasaanku sama kamu dam, tapi ini penolakan kamu yang kedua kalinya" protes Nisya.


"ga lo ungkapin juga itu udah jelas banget, lo tahu?" tanya adam.


"gua ga suka sama lo pokoknya, paham" adam menegaskan.


"aku paham, aku juga ga pernah minta balasan buat di sukain sama kamu" Nisya menjelaskan.


"bisa jadi itu hanya sebatas suka mengagumi kan" jelas Nisya.


"cuma begitu juga gua gak mau" adam yang keukeuh.


"jangan jangan kamu suka sama cowok lagi?" tanya Nisya berusaha memberi senyuman meledek.


Adam menatap geram pada Nisya.


Di balas senyum oleh Nisya, "hehehe".


"apa kamu udah suka sama seseorang?" tanya Nisya.


"bukan urusan lo" jawab adam.


"kalau begitu itu juga bukan urusan kamu dam, mau aku suka sama kamu atau engga" jawab Nisya getar menahan panas dingin tubuhnya.


"tunggulah dam," kata Nisya.


" Maksut lo apa, gua harus nungguin lo?" tanya adam.


"tunggulah sampai aku menyerah" jawab Nisya.


Adam menatap Nisya.


"apa mau aku ganti, tunggulah sampai kamu menyukaiku?" tanya Nisya.


"mimpi lo" jawab adam.


Akhirnya suasana yang tadinya menegangpun menjadi mencair.


Nisya tersenyum kembali pada adam.


"baiklah sementara aku ga akan telpon, wa atau pun sms kamu" Nisya berkomitmen.


"kalau sudah gatal pengen sms nelpon atau wa kamu, apa boleh" tanya Nisya.


"terserah lo" adam mulai pusing mencari cara membuat Nisya menjauh darinya.


Nisya merasa menang, kemudian tersenyum.


"apa kamu sudah selesai" tanya Nisya.


Adam mengeluarkan sebuah benda dari sakunya, kemudian membantingnya pada Nisya yang hampir mengenai muka Nisya namun benda itu berhasil Nisya tangkap duluan.


"apa ini?" tanya Nisya


Namun tak adam hiraukan pertanyaan Nisya.


Adam hanya sedikit melirik Nisya kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah Niysa.


"fiiiiuhh" Nisya menarik nafas nya dalam- dalam karena menahan sesak yang ia rasakan, kemudian Nisya jongkok akibat lemas mendengar perkataan adam yang terlalu Barbar, lalu ia memegang kepalanya yang sangat berat.


Nisya memandang kosong kedepan, air matanya jatuh tak terbendung lagi, ia berusaha berdiri untuk masuk kedalam kamarnya takut akan orang tuanya tiba-tiba datang dan mengetahui kalo dirinya sedang menangis.

__ADS_1


Di dalam kamar ia menangis sesenggukan mengeluarkan perasaan kepedihan akibat di tolak sangat kasar oleh adam, dan akhirnya Nisya tertidur pulas.


__ADS_2