Pelangi Cinta

Pelangi Cinta
Kampung Camping


__ADS_3

"Gua cuma bercanda!" Adam mengikuti gaya Manisya sebelumnya saat ia mengatakan hal yang sama pada Adam, tepatnya sedang menyindir Manisya yang telah mengatakan hal yang membuatnya tidak senang, Adam menggeser kembali tubuhnya, memposisikan badannya seperti semula, begitupun dengan Manisya ia segera menegakkan badannya dan duduk dengan posisi yang sempurna.


Manisya mengerutkan bibirnya, saat mendengar hal tersebut dari Adam, tak ingin terkena Masalah lagi, Manisya memutuskan menutup mulutnya dengan rapat.


"Sebentar lagi kita sampai Mas Adam, Mba!" Sapa Pak Komar menyapa keheningan, Pak Komar yang sedari tadi memperhatikan tingkah Adam dan Manisya dari balik Spion yang mengarah ke kursi belakang, mengulum bibirnya menyembunyikan rasa bahagia saat melihat dua sejoli yang duduk di kursi belakang tersebut.


"Ini sampai ya Pak?"


Manisya yang kala itu tengah memperhatikan beberapa bus yang terparkir di area tersebut, dan Pak Komar yang mengentikan laku mobil yang ia kendarai.


"Sudah Mba!" jawab Pak Komar sambil menekan tombol yang membuat pintu mobil tidak terkunci.


Setelah itu Manisya berlari sesaat setelah tas yang tersimpan di bagasi mobil berhasil di keluarkan oleh Pak Komar, ia pun tak lupa mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Pak Komar yang telah banyak membantunya.


Manisya yang berlari lengkap dengan sebuah tas yang menempel di belakang punggungnya, mengabaikan Adam yang tengah menatap ke arahnya, yang kini berjalan di belakang nya.


"Gadis Bodoh!" Adam mendesah kesal.


"Nina, Samira!" teriak Manisya sambil melambaikan tangannya kepada kedua temannya yang terlihat sedang bersantai di depan tenda.


"Sya!" teriak Samira dan Nina bersamaan sambil membalas lambaian tangan Manisya.


"Hei kelakuan kamu tuh ya, sudah tahu mau pergi malah seenaknya saja seperti ini, sekalian aja ga usah dateng!" Nina mengomeli Manisya yang merasa gemas dengan kelakuan satu sahabatnya itu.


Manisya merangkul pundak Nina, "Iya iya maaf Ibu Ratu yang paling cantik satu komplek, hehe!" mereka tertawa terbahak melepaskan rasa khawatir yang sebelumnya terbersit di benak mereka akibat ulah Manisya yang kesiangan.

__ADS_1


"Seru juga ya Nin di sini, sejuk banget". tutur Manisya sambil menarik nafas serta memejamkan kedua matanya untuk menikmati kesegaran Alam di sana. Pepohonan yang tak berhenti menari - nari mengikuti arah angin, suara gemericik air sungai dan sesekali lantunan nyanyian tonggeret berbunyi menjadi musik pengiring nyanyian burung yang jauh terbang di atas awan.


"Banget!" Jawab Nina kepada Manisya secara singkat namun pasti, mereka bercakap di depan sebuah tenda yang akan menjadi tempat beristirahat saat malam tiba.


"Aku baru pertama kali ke sini, recommended banget ya tempatnya!" kali ini giliran Samira yang mengungkapkan kekagumannya akan tempat itu.


Manisya, Samira dan Nina duduk terdiam tepat di depan tenda milik mereka, menikmati ke indahan alam di tempat itu, mengabaikan teman-teman nya yang lain yang sibuk dengan segala urusannya.


"Adam, ya tempat ini sama dengan Adam, sangat indah." tutur Manisya dengan tidak membiarkan kedua temannya mendengar perkataan tersebut, ia simpan dalam hatinya.


Manisya mengalihkan pandangannya saat di depan matanya terlihat sosok laki-laki yang selalu berada dalam lamunannya, ia terlihat tengah bercakap canda dalam duduknya bersama Rangga dan Eric tepat di depan sebuah tenda yang menghadap ke arah tenda milik Manisya.


Kini Manisya tak bisa lagi bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia sibuk memperhatikan Adam dari kejauhan. Tiba-tiba Manisya memperlihatkan senyum lebarnya dengan sedikit gigi depannya yang terlihat saat mata Adam dan Manisya saling beradu dalam kejauhan, tentu saja senyuman manis milik Manisya sampai saat ini belum pernah terbalaskan, Adam hanya menatap Manisya dengan tajam, merubah raut mukanya yang terlihat gembira saat bercakap dengan teman laki-lakinya.


Terbersit rasa kesedihan yang menyelimuti perasaan Manisya, namun perasan sedih itu berhasil ia singkirkan saat mengingat kebaikan Adam terhadap dirinya, Manisya memberikan sebuah senyuman kembali kepada Adam kini di tambah dengan sebuah lambaian pada tangannya, melihat itu, Adam dengan segera mengalihkan pandangannya ke arah teman lelakinya yang sedang berbicara.


"Memangnya kamu bertanya apa sama aku Nin, maaf aku gak denger, lagi fokus liat pemandangan indah depan aku!"


"Kamu itu yah, sudah lah, gak jadi nanya nya juga gak penting." Jawab Nina yang terlihat kesal kepada Manisya.


"Ya kamu curang nih Sya, Nemu yang indah-indah tapi gak bagi-bagi." kali ini giliran Samira yang protes.


"Takut sama kamu di ambil, jadi aku sembunyiin, hehe!". Jawab Manisya sambil terkekeh kepada Samira.


Manisya, Nina , dan Samira terhanyut dalam sebuah percakapan yang membuat mereka tidak mengetahui jika sepasang mata memperhatikan ke arah mereka dari arah sebrang. Begitu juga dengan Para peserta Camping lainnya yang terlihat tengah di sibukan dengan aktivitas mereka masing-masing.

__ADS_1


Tak terasa matahari pun sudah terlihat enggan menampakkan wajahnya, burung-burung terlihat terbang memasuki sarang-sarangnya di atas pohon, bersama dengan itu terdengar suara Pak Guru dengan sebuah Toa di tangannya.


"Perhatian semuanya, perhatian, jam 7 kumpul ya!" Teriak Pak Guru mengingatkan semua peserta Camping.


"Emang ada acara apa ya Nin?" tanya Manisya mengerutkan dahinya saat mendengar teriakan Pak Guru.


"Pasti kamu ga baca Rundown acara nya ya?" Nina balik bertanya.


"Hehe!" Manisya tersenyum menjawab perkataan Nina.


"Nanti malem itu acara intinya, ada Api unggun, makan malam, kambing guling dan di dampingi dan live music langsung dari siaran televisi, hihi!" Samira memberi penjelasan kepada Manisya, dengan menambah sebuah lelucon hingga semua tertawa terbahak-bahak.


***


Acara pun telah di mulai, di sebuah lahan yang tak jauh dari tempat tenda-tenda berdiri, sebuah lahan yang di peruntukkan untuk kegiatan api unggun dan acara lainnya di tempat tersebut, api unggun yang merupakan andalan di setiap Camping telah menyala memancarkan sebuah cahaya di dalam kegelapan, Kambing guling serta menu makan malam berbaris rapih di sebuah meja menunggu sang penikmat datang menghampirinya.


"Wah, asik banget ya!" tutur Manisya memasuki sebuah barisan hendak mengambil menu makan malam yang berbaris di sebuah meja.


Manisya kala itu berbaris paling belakang dari Nina dan Samira. Ia belum menyadari jika Adam berdiri tepat di belakangnya.


"Hei Adam?" Manisya membelalakkan kedua bola matanya saat mengetahui jika Adam berada di belakangnya.


Adam tidak menjawab perkataan Manisya, hanya menatap ke arah Manisya yang tengah memberinya sebuah senyuman.


"Kamu mau aku ambilkan?" tanya Manisya sambil memegang sebuah sendok Nasi dan sebuah piring berwarna putih di tangannya, tentu saja setiap kesempatan yang ada, tak kan Manisya sia-sia kan untuk menggoda Adam, tak lupa Manisya sematkan sebuah senyuman pada bibir tipisnya.

__ADS_1


Setelah kumpulan nasi berada di piring yang di pegang Manisya, Manisya hendak memberikan sendok Nasi tersebut kepada Adam, namun Alangkah kagetnya Manisya saat Adam menarik sendok Nasi yang ada di tangannya secara kasar dan tiba-tiba.


"BRAAAAANG."


__ADS_2