
Nisya hanya memandang kedua wanita itu dengan penasaran.
"mmm.. Kak Nisya tolong kenalin aku dengan kak adam"
"Brugg" suara jantung Nisya se akan terhantam benda tumpul yang beratnya mencapai 5 kali berat badan nya.
"Anuuu.. Aku.. Aku.. tak sedekat itu dengan Adam" jawab Nisya gelagapan.
"tapi kan kak Nisya teman sekelas Adam" Dira memohon kembali.
"kalian suka banget sama Adam?" tanya Nisya pada Bella dan Dira.
Bella dan Dira mengangguk perlahan.
"mm.. Baiklah aku akan mencoba membantu, tapi aku tidak bisa menjanjikan apa-apa" Nisya meng iya kan permintaan Dira dan Bella.
"Benarkah ka Nisya" Bella sedikit tak percaya.
"terimakasih kak Nisya" giliran Dira berkata pada Nisya.
" Mm.. Tapi.. Kalian harus tau ya, Aku juga menyukainya, jadi kita bersaing secara sehat ya, hihi" Nisya terkekeh menutupi rasa sedihnya.
"mimpi apa aku semalam.. aku juga masih bingung cara dapetin hati Adam, ini udah di suruh bantuin" Nisya berkata dalam hati kecilnya.
"kami juga tau kak, kita bersaing secara sehat" Dira dan bella meng iya kan perkataan Nisya.
"kak Nisya aku titip salam buat kak Adam ya" bella memohon.
Dengan segera Nisya menjawab "oke"
Kemudian mereka bergiliran bersalaman, tanda menyetujui kesepakatan di antara mereka, sampai akhirnya mereka pergi meninggalkan toliet kantin untuk duduk melanjutkan makan nya di tempat semula.
Bella dan Dira keluar toilet terlebih dahulu, Nisya mengikuti mereka di belakang, saat Nisya hendak keluar, Manisya melihat sosok yang keluar dari tolite pria.
"Adam" sapa Nisya.
Seperti biasa, Adam jarang sekali bahkan bisa di bilang tak pernah menjawab sapaan Nisya.
"Adam boleh aku bicara sebentar" Nisya memohon pada Adam.
Adam berhenti saat melewati Nisya.
Kemudian Nisya menunjuk Bella dan Dira, kemudian berkata "kamu mengenal mereka?"
Adam hanya diam dan menatap ke arah yang di tunjuk Nisya ya itu bella dan Dira.
"mereka sangat cantik dan baik, mereka adik kelas kita" Nisya melanjutkan.
Adam mengerutkan dahinya sedang mengartikan maksut pembicaraan Nisya.
"Apa urusan lo" tanya Adam yang mulai terganggu dengan perkataan Nisya.
"Mereka.. Mereka titip salam buat kamu" Manisya memelankan suaranya kemudian menunduk takut akan tatapan Adam.
Adam menatap garang pada nisya, kemudian berkata,
"jangan ikut campur urusan orang, gua gak suka" Adam memperlihatkan muka kesalnya pada Nisya, memperingatkan karena Nisya terlalu jauh ikut campur.
Kemudian Adam berlalu pergi tanpa menghiraukan Nisya.
Nisya berjalan lemas sambil tertunduk, duduk kembali ke kursinya bersama dengan Nina.
__ADS_1
"Kenapa Nisya, kok abis dari toilet pucat begitu" tanya Nina yang penuh selidik.
"Nanti aja ceritanya, lagi males ah" jawab Manisya.
"tapi kamu ga papa kan sya?" tanya Nina kembali.
"aku ga papa tenang aja" jawab Nisya dengan menarik kedua sudut bibir tipisnya.
"Ke kelas yo Nin" pinta Nisya
"lha itu makanan mu belum habis" jawab nina
"Udah ah kenyang" jawab Manisya yang kehilangan selera makan nya karena mendengar kata-kata peringatan dari Adam.
"Yu ah" Nisya berdiri sambil menarik Nina.
"Bentar-bentar" buru- buru Nina menghabiskan makanannya, kemudian berjalan mengikuti Nisya.
Akhirnya Nisya dan Nina pun kembali ke kelas mereka, dan pelajaran pun dimulai kembali, dan sampailah di jam pelajaran terakhir.
"sampai di sini dulu, apakah ada yang belum jelas, atau ada yang di tanyakan" Guru pelajaran mulai mengakhiri pertemuan.
"tidak bu" jawab murid-murid.
"Kalau begitu selamat sore, hati- hati di jalan dan sampai ketemu lagi besok" Sang guru memberikan salam terakhir sebelum pergi meninggalkan kelas.
"Pengen ngafe bareng kamu Nin" Nisya memulai percakapan sambil mebereskan tas nya untuk ia bawa.
"kamu si di hukum melulu" jawab Nina.
"besok ya Nin, pulang sekolah kita main dulu" kata Nisya memohon.
"dan jangan kesiangan" Nina mengingatkan kembali.
"Shiapp bos" jawab Nisya tegas, kemudian mereka melayangkan tawa tawa kecil, sebelum akhirnya Nina berpamitan pulang duluan.
Tiba-tiba Rangga yang sudah menggendong tas di punggungnya hendak berjalan keluar kelas menghampiri Nisya,
"Manis, besok pagi bawa sarapan lagi ya, tadi enak banget, hihi, tenkyu" berkata sambil menepuk perlahan pundak Nisya.
"kamu menyukainya?" tanya Nisya.
"iyah ennaaaakk banget buatan simanis ku?" jawab Rangga yang memang suka menggoda.
"baiklah, kalau sempat bikin aku bawa lagi" jawab Nisya, walau pun roti tadi di bikin oleh sang ibu.
"siap Manis, AA pulang dulu ya" Rangga berpamitan.
"Oke" jawab Nisya sambil tersenyum melambaikan tangannya.
Nisya yang sedang tersenyum ke arah Rangga melihat adam sedang menatap tajam ke arah nya.
"Kamu mau aku bawakan roti juga" Nisya bertanya polos pada Adam.
"gua ga suka" Jawab Adam singkat.
"Baiklah" jawab Nisya singkat.
"kamu ga lupa kan dam kita harus beresin toilet dulu" Nisya bermaksud mengingatkan.
"lo pikir gua pikun" jawab adam sengit.
__ADS_1
Nisya mengerutkan bibirnya.
"yang sabar ya hati" berkata dalam hati sambil mengelus dadanya.
Terlihat suasana kelas yang sudah sepi, karena, teman-teman nya sudah berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.
Kemudian Nisya dan Adam meninggalkan tas mereka di kelas, Menuju gudang penyimpanan alat kebersihan untuk membawa peralatan tersebut yang akan ia gunakan untuk membersihkan semua toilet Sekolah.
"Kita mulai dari lantai atas aja gmana dam?" Nisya memberi ide.
"itu bikin lama" Adam tak setuju dengan ide Nisya.
"Gua di lantas atas, lo di sini, biar cepet" Adam yang kini bergiliran memberi ide.
"itu sii ide bagus,, tapiii" Nisya berkata ragu.
Belum Nisya selesai berbicara Adam sudah melangkah kan kakinya menuju lantai atas sekolahnya.
Nisya bergegas mengikutinya.
Melihat Nisya berjalan mengikuti langkahnya Adam menoleh ke arah Nisya.
"Ngapain lo ngikutin gua?" Adam berkata sambil menengok ke arah Nisya.
"Aku belum selesai ngomong dam, kamu maen pergi aja" Nisya mulai protes.
"trus?" tanya adam.
"tapiii, aku gak setuju dengan ide itu" Nisya melanjutkan kata-kata nya yang sempat tertunda karena mengikuti langkah Adam.
"Trusa mau lo apa?" Adam kini yang balik bertanya pada Nisya.
"ngerjainnya barengan aja gmana?" Nisya yang tak mau di tinggal sendiri oleh adam.
"itu bikin lama" Adam meyakinkan Nisya.
Adam melangkahkan kembali langkahnya.
Nisya mengikutinya kembali.
"mau lo apa?" tanya adam yang mulai gemas dengan tingkah Nisya yang tak mau menurutinya, dan hanya mengikuti langkah kakinya saja.
"aku bilang ngerjainnya barengan aja" Nisya keukeuh dengan pendiriannya.
"gua bilang itu bikin lama" adam juga keukeuh dengan ide nya.
"tapi aku ga setuju dengan ide kamu dam" Nisya kehabisan kata-kata untuk menjelaskan.
"lo Mau kita ampe malem di sini?" tanya Adam.
"ga mau" jawab Nisya singkat.
"ikutin kata gua" adam mulai kesal.
"tapi aku ga mau" Nisya semakin bingung.
Hening sesaat, Adam terlihat mengatur nafasnya yang kian sesak dengan seorang gadis yang keras kepala yang kini berada di hadapannya.
"beri gua alasan" Adam meminta alasan kepada Nisya.
"Aku takut"
__ADS_1