Pelangi Cinta

Pelangi Cinta
Obat Luka


__ADS_3

Ke esokan harinya Nisya terbangun dari tidurnya.


"huaammm" menggeliat mengangkat tangannya ke atas.


Matanya teralihkan oleh sebuah benda yang tepat berada di pinggir bantal.


"Apa ini" tanya Nisya.


"mm ini.." Nisya mencoba mengingat.


"ini kan yang di kasih Adam semalam"


Kemudian Nisya mengingat kejadian semalam.


Nisya memegang benda yang adam lempar padanya, ia membaca tulisan,


"obat luka memar" maksutnya ini apa, tanya Nisya dalam hati, kemudian Nisya mengingat-ngingat apa yang terjadi di lapangan basket kemaren.


"ya ampun ini buat luka memar di tanganku" Nisya yang menekuk mukanya kini kembali sumringah.


"katanya jangan deketin dia, tapi dia berhasil bikin aku lupa rasanya sakit hati kemarin" kemudian Nisya tersenyum sendiri sambil memegang obat luka yang Adam berikan padanya, kemudian Nisya membuka obat tersebut dan mengoleskan pada tangannya yang memar.


"Ini buka cuma obat luka memar tapi ini obat luka hati" Nisya mendapat semangat nya kembali


Setelah itu Nisya bergegas mandi karena akan bersiap untuk berangkat sekolah.


Hari ini Nisya berangkat pagi ke sekolah karena tak ingin kesiangan nya kembali terulang.


Nisya sampai di sekolah.


Di pintu gerbang,


"Pak Anton pagi" sapa Nisya kepada penjaga sekolah.


"Pagi mba Nisya, tumben pagi bener" pak Anton heran.


"takut di marahin pak Ahmad pak" jawab Nisya.


"kirain janjian" pak Anton menebak.


"janjian sama siapa?" tanya Nisya.


"engga, bercanda, hehe" pak anton memperjelas.


"saya ke kelas dulu ya pak" Nisya berpamitan.


"oke" jawab pak Anton singkat.


Kemudian Nisya berjalan menuju ke kelasnya, suasana di sekolah sangat sepi, belum terlihat murid yang melakukan aktivitas di dalam kelas maupun luar kelas, hanya terlihat tukang kebun dan petugas kebersihan sekolah yang sedang bekerja.


"mmm.. Angin pagi memang segar" Nisya memejam kan matanya sambil menghirup udara segar di pagi hari.


Tiba-tiba,


"Ngalangin jalan lo" suara laki-laki berhasil membuat Nisya kaget.


Nisya yang tengah berdiri tepat di pintu masuk kelas, membuat orang yang mau keluar ataupun masuk terhalangi jalannya.

__ADS_1


Nisya membuka matanya, " Adam" Nisya melebarkan kedua matanya tak percaya.


Adam menatap Nisya, ada sesuatu yang berbeda dengan mata Nisya saat itu.


"ada apa dengan mata lo?" tanya Adam walaupun Adam bisa menebak.


Nisya kemudian menundukan kepalanya, tak mau matanya yang sembab terlihat Adam.


"Ini aku, kebanyakan tidur" jawab Nisya sembarang.


"Kenapa kamu udah di sini pagi-pagi sekali" Nisya mengalihkan pembicaraan.


"kalo ini sii aku ga ada maksut ngedeketin kamu lo dam" Nisya memperjelas.


"mungkin ini tanda-tanda" Nisya terkekeh sendiri.


"tanda-tanda kita berjodoh" Nisya meneruskan dalam hati.


Kemudian berhenti berbicara saat Adam memperlihatkan muka kesalnya.


"Maaf-maaf" Nisya tak mau memperpanjang masalah.


"Awas lo" Adam sedikit menggeser tubuh Nisya dengan menarik paksa, hingga badan Nisya bergerak hingga tak menghalangi pintu keluar, namun tak menyakiti tubuhnya.


Nisya membetulkan posisi keseimbangan badannya, dan akhirnya berdiri tegak.


"Mau kemana dam" teriak Nisya, namun Adam berlalu begitu saja, tak menghiraukan Nisya.


"yah dia pergi" Nisya Mengembungkan kedua pipi nya, kemudian Nisya duduk di kursi tempat dia biasa duduk, di tatapnya kursi Adam yang tergeletak tasnya di sana, Nisya mendapatkan ide.


Nisya mengeluarkan sebuah Sticky notes berwarna pink bersama dengan pulpen nya, kemudian menuliskan sebuah kata,


"sempurna" Nisya merasa bangga dengan ide brilliant nya.


Kemudian Nisya memasukan kertas tersebut pada tas adam yang memang telah terbuka sebelumnya, Nisya menempelkannya pada cover buku pelajaran yang berada dalam tas adam.


Saat hendak berbalik arah dari kursi tempat Adam duduk, tiba-tiba Nisya di kagetkan,


"Ngapain lo di sana" tanya adam curiga.


Nisya yang baru berbalik menghadap ke arah Adam, tersenyum menutupi ketakutannya.


"enggak ngapa-ngapain" jawab Nisya, kemudian berlalu menuju tempat duduk Nisya.


Adam pun yang masih curiga kembali ke tempat duduknya kemudian memeriksa dalam tasnya, namun Adam tak mendapatkan sesuatu yang ia curigai.


Adam menatap tajam kembali ke arah Nisya,


"Serius, aku ga ngapa-ngapain" Nisya meyakinkan Adam kembali.


Nisya beralih kedalam tasnya membawa bekal sarapan yang tidak sempat ia makan di rumahnya, Nisya membawa roti bakar yang dibikin kan oleh sang ibu.


Nisya mulai memakan roti bakar yang dia bawa, karena merasa ada yang memperhatikan Nisya melirik ke arah Adam, benar saja Adam sedang memperhatikan Nisya yang sedang memakan roti, entah tatapan suka, jijik ataupun curiga.


"Kamu mau dam?" tanya Nisya.


"Kebetulan aku membawa bekal banyak"

__ADS_1


Kemudian Nisya memberikan tempat bekal yang masih terisi beberapa Roti bakar isi selai kacang dan selai strawberry kepada Adam, meletakan begitu saja di atas meja Adam.


"makan lah dam, itu bukan aku yang buat, ibuku yang buat, jadi aman, hehe" Nisya tersenyum, namun adam tak menghiraukannya, kini ia beralih memainkan ponselnya.


Tiba-tiba dari luar terdengar suara teman-teman sekelas Adam dan Nisya berdatangan,


"Nisya kamu udah di sini" tanya nina heran, kemudian nina melirik ke arah Adam.


"kalian janjian pagi-pagi datengnya" selidik Nina penuh tanya kepada Nisya dan Adam, namun Adam tak peduli.


"Engga, aku baru datang" Nisya menjawab.


"Nin aku ke toilet dulu ya, kebelet pipis" tanpa mendengar jawaban dari Nina, Nisya berlari keluar untuk menuju toilet.


Di samping itu, adam yang tengah duduk memandangi sebuah kotak di depan mejanya di hampir oleh teman lelakinya yang bernama Rangga.


"Lo bekel sarapan dam" Rangga menatap kotak yang berada di meja Adam, kemudian tanpa permisi, Rangga melahap salah satu roti yang berada di kotak tersebut.


"enak dam" Rangga berkata tanpa ada penyesalan, sambil mengunyah roti tersebut.


Adam menatap Rangga dengan tatapan tak suka.


"sembarangan lo" Adam menarik kotak makanan yang sedang di pegang oleh Rangga.


"gua cuma minta satu, pelit amat, noh masih ada satu lagi" jelas Rangga kemudian berlalu pergi.


"Sialan" gerutu Rangga.


Adam yang kesal dengan Rangga karena telah memakan makanan bukan miliknya, membawa kotak makanan tersebut, kemudian ia pindahkan ke meja Nisya,


"apa itu" Nina melihat kotak makanan berisi roti yang di pindahkan Adam ke meja Nisya.


Tak ada jawaban Adam berlalu kembali ke kursinya memainkan ponsel miliknya.


Tak lama kemudian Nisya kembali dari toilet, ia duduk di kursi nya, Nina pun menanyakan terkait kotak sarapan yang di simpan Adam di meja Nisya.


"Ini sarapan punya mu Sya?" tanya nina.


"iyah" Jawab Manisya


"kenapa bisa ada pada Adam" nina berbisik pada Manisya.


"Tadi aku lagi makan, aku nawarin dia, siapa tau dia mau" kata Manisya.


"Oo" kata nina


"Ni ilang satu, di makan sama Adam ga nin" tanya manisya pada nina sambil menunjuk roti di dalam box makanan.


"Noh ada yang nyelonong" Nina menunjuk Rangga.


"Owh, ga papa lah, mungkin Adam sudah sarapan dan masih kenyang" Nisya berfikir positif.


"Sini aku habiskan" nina mengambil alih kotak makan milik Manisya.


"boleh-boleh" jawab Nina.


Tak selang berapa lama pelajaran pun di mulai, seorang guru matematika memulai mata pelajaran di jam pertama.

__ADS_1


Adam yang kala itu membawa buku pelajaran matematika dari dalam tasnya Tiba-tiba teralihkan dengan sebuah sticky notes berwarna pink lengkap dengan tulisannya.


"apa itu dam?"


__ADS_2