
Dengan keheningan perpustakaan ia kemudian menyandarkan kepalanya ke atas kursi, memejamkan matanya kemudian ia terlelap ke dalam mimpi.
"ceklek" terdengar seseorang membuka sebuah pintu, ia kemudian melihat seseorang yang sedang terbaring tidur di atas kursi, kemudian ia menghampirinya, ia penasasarn dengan gulungan baju ditangan Nisya yang sengaja di buka, dan terlihat memar di sana, ia melihat lebih dekat kemudian menyentuh luka itu, seketika Nisya sedikit bergerak akibat sentuhan itu kemudian melanjutkan kembali menata mimpi indah dalam tidurnya.
"bukannya beresin buku, malah tidur" pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kemudian ia pergi meninggalkan Nisya yang sedang tidur pulas, ke arah rak yang belum terisi buku untuk merapihkan buku-buku tersebut.
"huuaamm" Nisya menggeliat mengangkat kedua tangannya.
"ya ampun aku ketiduran" segera melihat jam tangan.
"Udah mulai sore lagi" Nisya khawatir.
"gara-gara mimpiin si adam, haduh.. Nisya bodohnya kamu" memukul-mukul kepalanya secara perlahan.
Nisya yang belum sadar bahwa ada seseorang di dalam perpus, menggerutu sendiri.
"Brukkk Brukkk Brukk" suara buku yang sedang ditumpuk mengalihkan perhatiannya.
"suara apa itu" Nisya merinding.
Kemudian dengan berjalan mengendap-endap, Nisya menuju suara yang mengagetkannya.
"brukk" suara tersebut kembali muncul.
"haduh apa ya itu, merinding jadinya" Nisya memejamkan matanya sambil memegang pundaknya membayangkan jika hal buruk terjadi padanya.
Saat sudah sampai.
Nisya yang memejamkan matanya, membuka perlahan matanya.
"ADAM" Nisya sedikit berteriak karena kaget dengan adam yang berdiri tepat di hadapnnya.
Adam melirik ke arah Nisya.
"Adam kamu disini juga" Nisya mulai bertanya pada adam.
"punya mata ga lo" jawab adam kecut.
"sejak kapan kamu di sini dam, udah lama?" walaupun Nisya selalu mendapat jawaban yg tidak enak di dengar Nisya selalu penasaran bertanya pada adam.
"maksud lo saat lo bilang mimpin gua" jawab adam datar.
"emm.. Kamu mendengarnya" pipi Nisya merah seketika, kemudian memalingkan muka nya tak mau muka merahnya terlihat oleh adam.
"kenapa kamu ada di sini lagi dam?" tanya Nisya kembali.
"apa kamu kesiangan lagi?" Nisya memberikan pertanyaan kembali pada adam.
Adam tak menjawab kedua pertanyaan nisya, ia hanya sibuk merapihkan buku.
Adam hari ini memang kesiangan kembali, oleh karena itu pak ahmad menghukumnya kembali meneruskan tugas yang kemaren untuk merapihkan perpustakaan, adam sempat menolak untuk merapihkan perpus kepada pak ahmad, adam bermaksud menghindari Nisya, ingin di hukum dengan tugas yang berbeda dari Nisya, namun pak ahmad menolaknya.
__ADS_1
Saat percakapan dengan pak ahmad***
"pak boleh ga saya dihukum nya yang lain saja, jangan beresin perpus" adam memohon pada ahmad.
"kenapa emang" tanya pak ahmad.
"kan udah ada pak si Nisya" sahut adam.
"trus" kata pak ahmad.
"saya ga mau barengan ama dia" adam menjawab dengan jelas.
"alasan nya apa? " tanya pak ahmad.
Namun tak ada jawaban dari adam.
"gini lho adam, kamu itu kesiangan, jadi jangan banyak protes, kalau kamu ga mau di hukum sesuai dengan perintah bapak, ya kamu jangan kesiangan, gitu aja ko repot" pak ahmad sedikit kesal.
"Klo soal urusan pribadi mah bapak gak mau denger, toh kalian temen sekelas kan" pak ahmad meneruskan.
"Gini lho adam ada pepatah mengatakan, benci sama cinta itu bedanya tipis banget, kalau cinta itu ada di hati" pak adam menunjuk dada nya.
"kalau benci itu adanya di fikiran" pak ahmad menunjukan kepalanya.
"hati-hati lho adam, bisa jadi nanti kamu lupa, malah ketuker lagi, hihi" pak ahmad terkekeh bercanda pada adam.
Adam yang tak senang mendengar perkataan pak ahmad berlalu begitu saja dari hadapan pak ahmad tanpa permisi.
Di perpustakaan ***
"Aku takut kemalaman" Nisya menjelaskan.
Adam yang sedang membereskan buku, seketika menoleh kepada Nisya kemudian menghampiri Nisya.
"Enak banget lo" jawab adam.
"Lo datang ke perpus cuma buat tidur, abis tidur lo ijin mau pulang, trus lo kapan mau kerja nya" adam menyentak Nisya.
Nisya tak berani menjawab. Ia hanya menundukkan kepalanya menahan tetesan air mata yang memaksa ingin keluar, namun nisya menahannya. Entah mengapa perkataan adam barusan membuat hatinya tertusuk sangat perih.
"Padahal sebelum tidur aku beresin dulu buku" Nisya menyangkal dalam hati.
"huuuftthh" Nisya menghela nafas yang sedikit panjang. Kemudian Nisya beralih membawa buku-buku untuk di rapihkan.
Setelah perkataan adam yang menyakiti hatinya, Nisya tak banyak bicara, di ruangan perpustakaan hanya ada bunyi tumpukan buku yang dipindahkan.
Kemudian Nisya melihat adam turun dari atas meja tempat ia berdiri, nisya memperhatikan dari jauh, segan untuk ber tanya.
Entah mengapa hari ini Nisya tidak berselera untuk mendekati adam.
"mungkin karena tangan aku masih cenut-cenut jadi aku malas berdebat" Nisya mencari - cari jawaban.
Terlihat adam merapihkan tas sekolahnya di bawa di sela-sela tangannya, menatap Nisya kemudian berlalu pergi meninggalkan Nisya tanpa berpamitan.
__ADS_1
"yah dia pergi duluan, ya sudah aku juga pulang aja, tapi nanti ah nunggu adam pergi dulu" Berniat menghampiri adam.
Beberapa saat Kemudian Nisya pun keluar dari perpustakaan dan mengunci pintunya, Nisya berjalan dengan perlahan sambil memeluk tasnya. Karena merasa takut melihat suasana sekolah yang sudah sepi dan gelap, di tambah lagi ia hanya sendirian.
Saat sedang berjalan, Nisya melihat seseorang berdiri di bawah lampu samar-samar sambil menunduk menghentak-hentakan kaki, terlihat ia juga memegang sebuah tas.
"Siapa itu?" Nisya mencoba menebak.
Langkah Nisya semakin mendekat dengan pria tersebut.
Kemudian tampak lah dengan jelas laki- laki yang berdiri tersebut karena jarak Nisya semakin dekat dengannya.
"Adam kamu masih di sini" tanya Nisya.
Adam tak menghirau kan perkataan Nisya, ia kemudian berjalan di depan Nisya.
Nisya mempercepat jalannya takut tertinggal adam.
"adam kamu nungguin aku" Nisya meminta penjelasan, tak ada jawaban dari adam.
Karena tak ada jawaban Nisya pun berhenti bertanya kepada adam.
Merekapun tiba di tempat pemberhentian bis, dan mulai menunggu bis, tak ada suara ketika mereka menunggu, hanya suara rintik hujan yang mulai turun menyelimuti.
"kalo aku nanya trus ga di jawab lagi, itu bikin hati aku drop, kali ini aku ga akan nanya apa-apa, kasian si hati" Nisya berkata dalam hati.
Saat bis datang, adam masuk adam bergegas masuk ke dalam bis, namun Nisya hanya diam mematung menatap kosong ke depan, Nisya tidak menyadari bahwa bisnya sudah datang.
Adam mulai duduk di kursi penumpang, dia menyadari ada yang aneh dalam fikirannya, kemudian adam menatap keluar kaca, di sana terlihat Nisya yang sedang melamun dengan tatapan kosong.
Saat bis hendak melaju.
"Astaga wanita bodoh" adam sangat kesal.
Adam berdiri dari duduknya menghampiri bapak supir.
"Pak-pak boleh di tunggu sebentar, temen saya belum masuk" adam memohon.
"jangan lama-lama ya mas" perintah bapak supir.
"iya pak" jawab adam singkat.
kemudian bapak supir pun membuka pintu yang sudah tertutup rapat. Adampun bergegas keluar. Kemudian menghampiri Nisya yang sedang sibuk dengan lamunannya.
Tanpa aba-aba adam menarik tangan Nisya, Nisya pun kaget.
"Sakit adam, lepasin tanganku" pinta Nisya.
Adam melepaskan tangan Nisya.
"Gila lo ya" sentak adam.
"mo balik ga lo, menyebalkan" adam mulai kesal.
__ADS_1
"liat tuh" adam menunjuk pada bis.