
Semua baju Manisya kotor seketika.
"Maaf mba maaf!" Ucap Pelayan tersebut.
"Tidak tidak apa-apa, tidak perlu minta maaf!" Jawab Manisya.
"Saya permisi dulu!" Manisya hendak bergegas meninggalkan pelayan yang tengah membereskan makanan yang tumpah, segera Manisya kembali lagi ke dalam toilet.
Di dalam toilet, Manisya membersihkan bajunya yang tertumpah makanan dan minuman oleh pelayan tersebut.
"Yah kotor semua, bagaimana inih, bajuku basah!"
Manisya menatap cermin, melihat dirinya sendiri yang dengan baju yang terlihat kotor,
tiba-tiba ia teringat ucapan Leo, tentang rencana kuliah Adam yang di luar negri, Manisya terlihat mendesah membayangkan betapa akan sulitnya ia akan menjangkau Adam.
***
"Bukankah wanita itu yang selalu ngikutin Lo!" Ucap Leo, melihat samar saat seorang pelayan menumpahkan, makanan yang ia bawa pada Manisya.
Seketika Adam melihat ke arah Leo menunjuk, sayangnya Manisya sudah tak terlihat lagi di sana, ia telah pergi ke dalam toilet.
"Apa yang terjadi?" Tanya Adam saat matanya tak bisa lagi menjangkau Manisya.
"Sepertinya, seorang pelayan menumpahkan makanan pada bajunya?"
"Benarkah?" Adam terlihat panik.
"Apa Lo begitu mengkhawatirkan wanita kampungan itu!" Tiba-tiba Leo berucap, namun ucapannya membuat Adam menatap tajam ke arahnya, dengan posisi siap menghantamnya.
"Hati-hati kalau bicara!" Adam menarik kerahss baju Leo, tak terima dengan ucapannya yang mengatakan hal yang tidak baik tentang wanita yang selalu berhasil membuatnya tersenyum itu.
"Dia memiliki nama!" Mengeraskan cengkramannya pada kerah baju milik Leo.
"Sorry, sorry!" Leo tak menyangka jik Adam akan berbuat seperti itu kepadanya hanya karena ia mengatakan hal tidak baik tentang wanita yang selalu mengikuti Adam.
"Iyah sorry, maksud Gua si Manis!" Leo akhirnya mengingat nama Manisya begitu saja, setelah sesaat yang lalu ia melupakannya.
"Lo gak pantas manggil dia dengan sebutan itu, panggil dia Aralan!" Adampun segera melepaskan kerah baju Leo, melepaskannya dengan kasar, setelah itu Adam bergegas dari kursinya, pergi tanpa pamit meninggalkan Leo yang masih duduk di atas kursi makan restoran tersebut.
Adam kini berdiri di depan sebuah toilet wanita dengan tangan memegang sebuah ponsel, 15 menit pun telah berlalu namun Manisya tak kunjung mengangkat panggilan telepon darinya.
"Pa dia sudah tidak ada di dalam?" Sangat penasaran ingin memasuki toilet wanita, namun ia urungkan karena sejak tadi banyak wanita yang keluar masuk ke dalam toilet tersebut.
Saat Adam tengah membelakangi toilet, "Adam!" Ucap seorang wanita memanggil dirinya, seketika Adampun berbalik arah, melihat ke arah suara tersebut.
Bukannya menjawab panggilan wanita tersebut, Adam hanya menatap wanita tersebut dengan tajam tanpa bersuara.
__ADS_1
"Kenapa kamu di sini?" Ya wanita yang memanggilnya adalah Manisya.
"Ada apa dengan bajumu?" Adam melihat baju Manisya yang terlihat terdapat beberapa noda.
"Inih? hanya terkena tumpahan makanan, tadi aku sedikit mencucinya, dan aku coba mengeringkannya dengan pengering tangan, lumayan jadi ga terlalu basah!" Manisya mencoba menjelaskan.
Adam belum menjawab ucapan Manisya hanya menatap baju milik Manisya yang kini terlihat kotor itu.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tatapan Adam kini beralih pada wajah Manisya.
"Sangat baik!" Jawab Manisya menganggukkan kepalanya.
"Mau pulang?" Tanya Adam.
Manisya menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita pergi saja dari sini!" Adam mengulurkan tangannya kepada Manisya.
"Bagaimana dengan makanan yang sudah kita pesan?" Tanya Manisya yang baru saja mengingat makanan yang mereka pesan belum lagi datang.
"Kita makan di tempat lain saja!!"
Adam masih memperhatikan Manisya.
"Lebih baik ganti saja bajumu menggunakan jaket, baju itu masih terlihat basah!" memberikan jaket miliknya kepada Manisya.
Adam terdiam masih memperhatikan Manisya, saat itu Manisya terlihat segera memakai jaket,
Adam membulatkan kedua matanya merasa terkejut saat melihat Manisya memakai jaket dengan bajunya yang sedikit di dalamnya.
"Itu tidak baik untuk tubuhmu!" Kata Adam sesaat setalh Manisya memakai jaket.
Setelah itu, Adam dan Manisya pun segera bergegas pergi dari restoran tersebut.
"Kenapa jadi kamu yang bayarin?"
Adam menatap Manisya kemudian berucap,"Setelah ini kamu yang traktir!" Sambil Mengusap lembut bagian atas kepala Manisya.
Setelah Adam dan Manisya naik ke atas motor, Adam pun segera melajukan motornya, tak lama Adam mengentikan laju motornya di sebuah Distro.
"Kenapa berhenti di sini?" Tanya Manisya.
"Turunlah!" Ucap Adam.
Manisya pun segera turun, di susul oleh Adam. Saat itu Adam hanya merasa tak tega membiarkan Manisya harus menggunakan pakaiannya yang basah, Adam memilihkan sendiri sebuah kaos polos, dan sebauh sweater untuk Manisya, namun tanpa sepengetahuan Manisya Adam juga membeli sweater dan kaos yang sama seperti milik Manisya.
"Gantilah bajumu dengan ini!" Adam memberikan baju dan sweater kepada Manisya.
__ADS_1
Diperlakukan seperti itu Membuat Manisya mematung, dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Kamu menangis?" Tanya Adam saat melihat mata Manisya berkaca-kaca!"
Manisya menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Tidak!" Jawab Manisya masih belum mengambil baju yang Adam berikan.
"Ada apa dengan matamu?" Tanya Adam terlihat kebingungan melihat raut sendu Manisya.
"Tidak apa-apa, aku hanya terharu, terimaksih sudah memperlakukan ku dengan sangat baik!" Kemudian mengambil baju dan sweater yang Adam berikan kepadanya.
Namun Manisya masih belum beranjak, masih diam mematung menatap haru ke arah Adam.
"Ayo cepat gantilah!" Adam memberikan sebuah perintah, karena Manisya terlihat hanya diam mematung menatap ke arahnya.
Bukannya mengikuti perintah Adam, Manisya yang saat itu berdiri di hadapan Adam tiba-tiba memeluk Adam dengan sangat erat namun hanya sesaat, ia juga tidak perduli dengan beberapa pasang mata menatap penuh tanya ke arahnya.
Tak lama, Manisya segera melepaskan pelukannya kepada Adam, setelah itu ia segera ber lari menuju tempat berganti pakaian.
Adam hanya terdiam mematung merasa sangat aneh dengan tingkah Manisya saat itu, Mengangkat salah satu alisnya, kemudian berkata dalam hatinya, "Ada apa dengan gadis itu, aneh sekali!"
***
Setelah Manisya berganti pakaian, Adam dan Manisya pun segera pergi meninggalkan Distro tersebut, mereka memilih makan di tenda-tenda pinggiran, Cuaca yang cerah saat itu membuat langit malam begitu terang hingga titik-titik bintang pun nampak terlihat mempesona. Mereka pun hanya memesan dua buah jagung bakar serta minuman susu jahe hangat.
"Kamu sering kesini?" tanya Manisya menyapa keheningan di antara mereka.
"Hanya sesekali!" Jawab Adam secara singkat.
Manisya terlihat mengiyakan dengan anggukan di kepalanya.
"Aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Manisya menarik salah satu alisnya.
"Apa itu?"
"Tentang rencana kuliahmu?"
"Kuliahku? Entahlah aku sedang tidak ingin membahasnya!"
"Kenapa seperti itu? apa benar kamu akan melanjutkan kuliah di luar negri?"
"Entahlah, aku belum mengambil keputusan!"
"Apa kamu..?" Manisya hendak bertanya kembali, namum Adam tak membiarkan pertanyaan selanjutnya keluar dari mulut Manisya.
"Aku sudah bilang, aku sedang tidak ingin membahasnya!" Jawab Adam membuat Manisya tak berani bertanya kembali.
__ADS_1