
Kaki Nisya mulai melemas mendengar perkataan Adam, jantungnya berdebar begitu kencang, kepalanya se akan berputar-putar dan tiba-tiba bayangan hitam dan kosong bersarang di fikirannya, dan "Brugg" Nisya terjatuh tak sadarkan diri.
Adam kaget melihat Manisya terkulai lemas.
"Hei kenapa lo" mulai menggerak-gerakan badan Nisya.
Namun Manisya tak menjawab.
"Bangun lo" kini Adam mulai beralih menepuk-nepuk pipi Manisya.
"Bangun ga lo" Adam mulai panik, mengarahkan telunjuknya pada hidung Manisya, memastikan udara masih keluar dari sana.
"woi bangun" Adam masih menggerak-gerakan badan Nisya, Namun masih tak di respon oleh Niysa. Adam kini semakin panik, Adam yang panik memutuskan untuk mengangkat tubuh Manisya dengan kedua tangannya, kini tubuh Manisya yang terkulai lemas tak berdaya berada dalam dekapan tangan Adam, Adam bergegas berlari menuju luar gedung sekolah.
Adam sampai di pintu gerbang sekolah, terlihat pak komar sedang duduk dekat dengan Mobil yang terparkir di depannya, yang memang sudah Adam perintah kan untuk langsung menjemputnnya di sekolah, melihat Adam menggendong seorang wanita, Pak Komar segera menghampiri Adam.
"kenapa Mas Adam?" tanya pak Komar sambil berjalan menuju mobilnya.
"bingung aku juga, dia tiba-tiba pingsan, merepotkan sekali" jawab Adam yang kelelahan akibat membopong badan Nisya dari lantai 2 sekolah hingga menuju mobilnya.
"bukain pintunya pak" perintah Adam.
"Siap Mas" kemudian pak komar membuka kan pintu mobil tersebut.
Dan Manisya pun di rebahkan di kursi belakang dengan kepala berada di pangkuan Adam.
Adam menatap keluar jendela, nampak air mukanya yang tengah kebingungan.
"itu kan neng Manis yang waktu itu barengan di jemput juga ya Mas" pertanyaan pak komar berhasil mengalihkan lamunan Adam.
"Iya pak betul, memang dia yang selalu membuat masalah dan membuat repot" Adam menatap Nisya yang masih tertidur.
Pak komar tak banyak berkomentar, takut akan perkataannya membuat masalah semakin rumit.
"ini mau ke mana ya Mas jadinya?, di bawa pulang ke rumahnya apa mau kerumah sakit?" tanya pak Komar.
"Mm.. Rumah sakit aja pak" Adam membuat pilihan yang pasti.
"bisa lebih cepet ga pak!!" Adam masih panik, ia tak henti menggerakkan salah satu kakinya sambil memegang kepalanya.
"Cepetin lagi bisa ga pak, lama banget" Adam mulai kesal.
"iya siap mas" Pak komar menjawab singkat.
Kemudian mereka menuju rumah sakit terdekat dari sekolahan Adam dan Nisya, dan tibalah Adam di depan pintu rumah sakit, kemudian Nisya pun di gendong oleh Adam, saat Nisya sedang di pangkuan Adam, tiba-tiba Niysa terbangun.
"Adam, kamu ngapain?"
__ADS_1
Adam menatap Manisya.. "Diem lo" bisanya nyusahin orang aja lo."
Nisya celingukan di pangkuan adam, ada perasaan tidak nyaman di sana.
"tolong turun kan aku" Nisya memohon pada Adam.
Adam tak menjawab.
Adam mempercepat langkahnya.
"Adam tolong turunkan aku" Manisya mulai meronta.
"Diam, atau gua banting badan lo" jawab adam.
"Kita lagi di mana?" Nisya bertanya kembali.
Nisya melihat sebuah pintu dan di sana tertera tulisan UGD, Adam memasuki pintu itu.
"Adam apa kita di rumah sakit?" tanya Nisya.
"Adaaam" Nisya berteriak.
Nisya yang begitu kaget dan merasa ketakuyan melihat tulisan tersebut, meronta kembali, menggerak gerak kan badannya untuk segera di turunkan, kini gerakan Nisya tak bisa tertahan kan.
"Adam turunkan aku!" Nisya memohon.
"Aku bilang turun kan aku! " Nisya berteriak.
"Bisa diam gak lo? " adam menurunkan Manisya dari gendongannya.
Kejadian tersebut berhasil membuat semua mata yang berada di ruangan UGD teralihkan melihat kelakuan sepasang muda mudi seperti sedang beratengkar hebat, atau bisa dikatakan sepasang suami istri yang sedang merajuk di tempat umum.
Adam menarik tangan Nisya dengan paksa, iya hendak mengajak Nisya ke ruangan dokter untuk di periksa.
"Adam, lepasin tanganku" Nisya tak mau tangannya di tarik.
"Adaaaam" Nisya berteriak kembali, mereka belum sadar bahwa di ruangan itu begitu banyak orang yang menatap ke arah mereka.
Hingga seorang suster tiba-tiba menyadarkannya.
"Ada apa ini?" tanya suster tersebut.
Kemudian Adam tersadar melihat sekeliling, semua orang sedang menatap tanya padanya, Adam berusaha mengabaikannya.
"Tolong periksa dia suster" perintah Adam.
"Aku tidak apa-apa suster aku baik-baik saja" Nisya menolak di periksa.
__ADS_1
"dia berbohong" Adam memulai pertengkaran kembali.
"Aku benar baik - baik saja" Nisya memastikan.
"trus tadi kenapa lo pingsan hah?" tanya Adam yang kembali meninggikan suara nya.
"Aku tidak sakit, aku hanya kelelahan saja, sekarang aku baik-baik saja" Nisya memastikan.
Nisya yang mulai sadar bawah semua orang mulai terganggu dengan pertengkaran dirinya di ruang UGD, Mulai menarik tangan Adam.
"Periksa dia suster" Adam masih meminta suster untuk memeriksanya.
Namun suster hanya diam mematung karena bingung, yang satu ingin diperiksa, yang satu tidak ingin di periksa.
"Aku bilang aku baik baik saja" kemudian Nisya kini berbalik menarik paksa tangan Adam untuk meninggalkan ruang UGD tersebut.
Saat akan keluar dari pintu, Nisya pun sempat meminta maaf kepada penghuni ruangan itu sambil memegang erat tangan Adam.
"mohon maaf sudah mengganggu, permisi" Nisya sedikit menundukkan kepalanya, kemudian berlalu dari ruangan tersebut sambil menarik paksa tangan Adam.
Merka pun menghampiri Pak Komar yang sedang duduk dekat parkiran.
"Lepasin gua" Adam memerintah.
"ingat ya, aku baik- baik saja, jadi jangan paksa aku buat di periksa, buktinya aku udah kuat narik tangan mu yang keras itu" Nisya menunjuk ke tangan Adam.
"terserah lo" Adam kini mengalah, karena Manisya begitu keras kepala.
Pak komar melihat Manisya dan Adam jalan ke arahnya, kemudian menghampirinya.
"Lho kok neng Manis udah sadar lagi, udah toh di periksanya?" kata pak Komar yang masih bingung meliht Manisya sudah jalan kembali.
"Enggak pak, saya baik-baik saja, saya cuma kelelahan ko, jadi ga ada acara di periksa segala" Nisya menjelaskan kepada pak komar.
"Loh kan tadi pingsan, pasti kenapa-napa" pak komar masih bingung.
"Dia sangat keras kepala" Adam berlalu memasuki mobil, dan Pak komar segera membuka kan pintu untuk Adam.
Adam sudah duduk di kursi belakang, dan pintu dalam posisi terbuka, Adam menggeser duduknya membiarkan kursi di sampingnya tak terisi, sedangkan pak komar hendak Membuka pintu mobil bagian depan agar ia bisa masuk, dan Manisya diam mematung seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Adam aku mau naik bis aja, lagian ini ga terlalu jauh sama rumah ku" Manisya mengatakan maksudnya.
"Apa!!, enak aja lo, masuk ga lo, urusan gua sama lo belom kelar" jawab Adam kasar pada Nisya.
Nisya masih diam.
"baiklah, gua tarik lo ke UGD lagi" Adam hendak keluar dari mobil untuk membawa paksa Manisya.
__ADS_1
"jangan-jangan, iya iya aku ikut" Manisya yang ketakutan akhirnya mengikuti perintah Adam, Masuk ke dalam mobil dan duduk tepat di sebelah Adam.