Pelangi Cinta

Pelangi Cinta
Semua Orang Berhak Memilih


__ADS_3

"Terimakasih" Manisya membalas kata-kata Nina yang memberikan semangat kepadanya.


"Apa kamu keberatan?" tanya Samira kepada Manisya.


"Tentu saja tidak" Manisya menjawab dengan pasti" namun di sertai dengan menutupi raut muka sedihnya.


"Benarkah"Jawab Samira dengan menarik pipi kanan dan kirinya membuat gigi berwarna putihnya terlihat mempesona.


"Semua orang berhak memilih apa yang ingin di sukainya" Jawab Manisya memastikan perkataannya.


Di sisi lain, Adam mendengar percakapan kedua Wanita yang menurutnya barbar tersebut, membuatnya sangat risih.


"Apa tidak ada lagi yang ingin kalian bicarakan selain hal bodoh yang tidak berguna?" Adam berkata sambil menurunkan badannya dari kasur, di bantu oleh Rangga yang kala itu sedang duduk di kursi tepat di pinggirnya.


"Maaf" Jawab Manisya dengan raut muka penuh penyesalan.


"He he" Jawab Samira sambil tersenyum ke arah Adam merasa tak melakukan kesalahan.


"Apa kalian akan tetap di sana?" tanya Adam sambil membuka salah satu kancing piyamanya, Adam hendak menggantinya dengan pakaian yang akan dia gunakan untuk meninggalkan rumah sakit tersebut.


Manisya sangat kaget mendengar hal itu, membuatnya lari terbirit-birit menuju pintu keluar kamar tersebut, Adam yang melihat Manisya ketakutan menarik kedua sudut bibirnya merasa puas di buatnya, di sisi lain Nina menarik Samira yang tak henti menatap Adam, mengharapkan sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat.


"Samira, ayoo" Namun Samira hanya berdiri mematung tak menghiraukan perkataan Nina.


"Lo mau liat punya gua" tanya Rangga kepada Nina tiba-tiba memegang salah satu kancing bajunya mengikuti gaya Adam.


"Jangan harap deh, males banget" kemudian Nina berlalu sambil menarik Samira yang masih diam mematung menuju pintu untuk meninggalkan kamat tersebut membiarkan hanya para laki-laki yang kini berada di dalam kamar.


"Lo jadi mau pilih siapa Dam?" Tanya Rangga kepada Adam dengan tatapan penuh serius sesaat setelah teman-teman wanitanya meninggalkan kamar. Adam kala itu tengah mengganti Pakaiannya.

__ADS_1


"Bukan urusan Lo" jawab Adam tak ingin memperpanjang percakapan mengenai Manisya dan Samira.


Tak lama, Pak Komar yang sibuk bolak-balik membawa keperluan untuk di angkut ke dalam mobil, tiba di kamar Adam.


"Mas Adam Neng Manis sama temen-temennya nunggu di luar ya ?" tanya Pak Komar kepada Adam.


"Iyah" Jawab Adam dengan singkat kepada Pak Komar.


"Semua barang sudah Bapak Masukan Mas, kita sudah bisa pulang" Pak Komar menjelaskan kepada Adam bahwa kini mereka sudah bisa meninggalkan rumah sakit.


Adam yang kala itu sudah bersiap dengan pakaiannya yang ia ganti, perlahan berjalan mengikuti arah Pak Komar untuk meninggalkan Rumah Sakit tersebut, di ikuti oleh Rangga, Manisya, Nina, dan juga Samira yang telah menunggu Adam di luar kamar saat Adam tengah berganti pakaian.


Adam dan yang lainnya menunggu di depan loby menunggu Pak Komar dan juga Rangga yang sedang membawa mobilnya yang terparkir di bassement Rumah Sakit tersebut.


"Rumahmu di mana Dam" tanya Samira, dengan melihat bahasa tubuhnya membuat orang yang melihat tahu jika Samira sangat mendambakan Adam, dengan berani Samira melingkarkan tangannya kepada tangan Adam tanpa menghiraukan beberapa pasang mata yang memandanginya.


"Menurut Lo" Adam melepaskan lingakaran tangan Samira yang menempel pada tangannya Adam juga tak menjawab pertanyaan Samira.


Manisya yang biasanya berani mendekati Adam, melihat Samira yang lebih berani darinya, membuat nyali Manisya semakin menciut, Manisya hanya menatap Samira dan Adam di balik punggungnya.


"Lo harus pergi bersama dengan orang yang ngantar Lo kemari" jawab Adam dengan muka datarnya, tak perduli bagaimana ekspresi wajah Samira yang terlihat mengharapkan Adam merespon perkataanya.


"Baiklah"Jawab Samira dengan santai, namun terlihat menyimpan kekecewaan dalam raut wajahnya.


Tak lama terlihat Pak Komar datang dengan mobil yang di kendarainya. Pak Komar dengan segera membuka kan pintu untuk Adam yang saat itu tengah berdiri menunggunya.


Adam pun memasuki mobil miliknya setelah Pak Komar membukakan pintu untuknya.


"Gua duluan" Jawab Adam dengan melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Hati-hati Pak Komar" Teriak Manisya kepada Pak Komar. Mendengar teriakan Manisya membuat Adam melirik ke arahnya dan di balas dengan lambaian tangan Manisya.


"Siap neng" Pak Komar menjawab perkataan Manisya sambil teriak ke arahnya.


Setelah Adam dan Pak Komar berlalu meninggalkan teman-temannya terlebih dahulu, kini giliran mobil yang di kendarai Rangga yang hendak menyusul Adam meninggalkan Rumah Sakit tersebut.


"Ayoo kawan" Rangga memberikan kode kepada Nina, Samira dan Manisya untuk menaiki mobil.


"Rangga, Aku ga ikut mobilmu ya, ini udah mau larut, rumah kita beda arah, aku sudah memesan Ojek Online" Manisya merasa tidak enak jika harus ikut bersama Adam karena setelah pembicaraan tadi, hanya rumah Manisya lah yang arahnya berbeda dari mereka, untuk itulah Manisya memutuskan untuk tidak pulang bersama Rangga dan yang lainnya.


"Kamu ga apa-apa" tanya Nina.


"Kamu yakin?" tanya Rangga sambil memegang kemudi mobil miliknya.


"Hayo ikut saja, Rangga kan cowok tangguh" Samira pun berusaha membujuk Manisya.


"Hei ini mulai larut, sana kalian pulanglah, aku sangat yakin" Jawab Manisya sambil mendorong Samira dan Nina agar segera menaiki mobil Rangga. Dengan dorongan Manisya, akhirnya Nina dan Samira pun masuk ke dalam mobil dengan Rangga sebagai pengemudinya.


"Kalian fikir gua ini supir hah?" Tanya Rangga kepada Nina dan Samira yang kala itu telah duduk bersamaan di bangku belakang mobil milik Rangga tersebut. Perkataan Rangga membuat Samira dan Nina terkekeh dbuatnya.


"Iya iya gua pindah Pak supir" Jawab Nina sebelum akhirnya berpindah kursi menjadi didepan, tepatnya di pinggir Rangga yang mengemudikan mobil miliknya itu, sedangkan Samira duduk sendirian di jok belakang.


Manisya menggeleng-gelengkan kepalanya menyaksikan Nina berpindah duduk dari kursi belakang ke kursi depan, setelah itu mereka saling berpamitan dengan melambaikan tangan mereka masing-masing.


Setelah kepergian teman-temannya, Manisya yang sebetulnya belum memesan Ojek online tersebut, memilih untuk duduk di sebuah kursi yang berada di Loby rumah sakit, Manisya memainkan ponselnya, membuka social media miliknya.


Saat Manisya sedang asik membuka ponselnya, yang sebenarnya tengah menatap foto-foto milik Adam melalui Social Media milik Rangga, tiba-tiba ada yang sengaja menarik pergelangan tangannya hingga membuat seluruh badannya mengikuti arah tarikan tangan tersebut, hal ini juga membuat Manisya sangat terkejut, hingga membuatnya ingin memukul orang yang menariknya secara tiba-tiba itu, namun ia urungkan saat tahu jika orang yang menarik tangannya tersebut adalah Adam.


"Adam, kenapa kamu di sini?" tanya Manisya saat menyadari orang yang menariknya adalah Adam.

__ADS_1


"Bukan urusan Lo" jawab Adam, masih menarik tangan Manisya.


__ADS_2