
"apa itu dam?" tanya Rangga melihat kertas berwarna pink tersebut, Rangga yang memang teman sebangku Adam.
"bukan apa-apa" jawab Adam sambil membawa sticky notes yang tertempel di bukunya tersebut kemudian ia masukan ke dalam saku celananya.
Kemudian jam pelajaran pertama pun di mulai.
"kumpulkan tugas kalian" perintah sang guru saat jam pelajaran baru di mulai.
"ada tugas nin?" Manisya bertanya ke heranan.
"lho kamu ga ngerjain?" Nina balik bertanya.
"hiks, aku lupa Nin" jawab Manisya.
"Smlm aku uda wa kamu lho sya, tapi ga kamu bales" Nina memberi penjelasan.
Kemudian Nisya mengingat kejadian semalam, ia menangis semalaman kemudian tertidur akibat kelelahan.
"Aduh" Nisya menepuk dahinya.
"alamat di hukum lagi ini, semalam aku ketiduran nin, hiks" Nisya memanyunkan bibirnya.
Nina hanya menggeleng- gelengkan kepalanya.
"" Udah semuanya? " tanya ibu guru kembali
" Sudah bu" jawab para murid.
"Coba acungkan tangan kalian yang tidak mengumpulkan tugas yang ibu kasih" ibu guru memberi perintah.
Kemudian Nisya mengangkat tangannya dengan perlahan, sambil menundukkan kepalanya tak mau di marahi.
"Manisya, kamu lagi" ibu guru menggeleng-gelengkan kepalanya dengan perlahan.
Ibu guru mendekati Manisya. "coba beri alasan yang logis kenapa tidak mengerjakan tugas yang ibu kasih?" ibu guru bertanya pada Nisya.
"ituuuh.. Saya.. Lupa bu.. Terus semalam saya ketiduran" jawab Manisya seadanya.
"Kamu ituh" jawab ibu guru kesal.
Kemudian Ibu guru menghampiri murid lainnya yang sama mengangkat tangannya ke atas.
"kamu Adam, tumben sekali ga ngerjain tugas ibu, ada apa?" tanya ibu guru.
saat ibu guru memanggil nama adam Nisya seketika melirik ke arah Adam.
"adam?, kenapa harus dia" gumam Nisya
"tertinggal bu" Adam memberi alasan.
"cuma ber dua saja yang tidak mengerjakan?" tanya ibu guru.
"baiklah Adam Dan Manisya ibu hukum pulang sekolah bersihkan wc, harus sampai bersih kemudian tugas kalian tetap harus di kerjakan, besok kumpulkan ke ruangan ibu" ibu guru memberi perintah.
"Baik bu" Adam dan Nisya menjawab dengan kompak.
Dan akhirnya tibalah jam istirahat setelah dua mata pelajaran selesai.
"kantin yu Sya" ajak Nina.
"antar aku keruang pak ahmad dulu ya" pinta Nisya
"mau ngapain" tanya Nina.
__ADS_1
"Pan aku masih harus di hukum beresin perpus, masa iya aku harus barengan ngerjain dua hukuman, mau pulang jam berapa aku?, hiks" jawab Nisya.
"kamu mau minta keringanan sama pak ahmad?" tanya Nina.
"yoo" jawab Nisya singkat.
Nisya dan nina berjalan menuju ruangan pak ahmad, tak lama kemudian mereka sampai di ruangan pak ahmad, terlihat pak ahmad sedang duduk di kursinya sambil memandang sebuah komputer.
"tuk tuk tuk" Nisya mengetuk pintu.
"permisi pak" sapa Nisya.
Pak ahmad melihat ke arah suara.
"Kamu Manisya, ada apa, masuk- masuk" pak ahmad mempersilahkan Manisya dan Nina masuk keuangannya.
"pak saya kan masih harus beresin perpus" Nisya memulai perkataannya, belum juga selesai Nisya berkata, pak Ahmad sudah memotong.
"o itu, ya sudah karena kamu ahir-akhir ini ga pernah kesiangan jadi bapak udah ga akan menghukum kamu, jadi ga usah beresin perpus lagi, nanti aja kalo kamu kesiangan lagi" pak Ahmad memberikan keringanan hukuman.
"serius pak" Nisya berkata dengan melebarkan matanya
"asal kamu jangan kesiangan lagi" jawab pak ahmad.
"siap pak" Jawab Nisya.
"terimakasih banyak pak Ahmad" Nisya berterimakasih.
"Saya permisi dulu" Nisya dan Nina pun berlalu pergi dari ruangan pak ahmad.
Diluar ruangan pak ahmad, Nisya dan Nina mengangkat kedua tangan mereka secara bersamaan kemudian menepuk telapak tangan satu sama lain, kemudian memberikan senyuman masing-masing.
"Kantin yu nin" ajak Nisya.
saat mereka mulai menyantap makanan, Pandangan Nisya teralihkan oleh sosok pria yang duduk tepat di seberang kursinya, Adam yang sedang duduk dengan Rangga.
Dari belakang Nisya samar-samar terdengar percapakan murid siswi yang tak lain adalah adik kelas Manisya.
"lihat-lihat kak Adam idolaku ganteng banget, iya ya ganteng banget" sekelompok murid tersebut mengidolakan Adam, karena Adam memang salah satu murid populer di sekolahnya.
"hmppp.. Sainganku memang banyak" gumam Nisya sambil mengunyah makanannya.
"Nin aku ke toilet sebentar ya" Nisya berkata sambil berdiri meninggalkan tempat duduknya.
"ngapain?" tanya Nina.
"Kebelet" jawab Nisya.
Nisya langsung bergegas ke arah toilet kantin.
Nisya masuk kedalam toilet, kemudian menyelesaikan semua urusannya, setelah itu Nisya hendak mencuci tangan di wastafel toilet tersebut, saat sedang mencuci tangan, tiba dua orang murid wanita menghampirinya.
"Kak Nisya ya" tanya dua wanita tersebut.
"iyah, kalian kenal denganku?" Tanya manisya sambil menyelesaikan cuci tangannya kemudian mengeringkannya dengan tisu yang dia bawa.
"aku Bella" menyodorkan tangnya untuk bersalaman.
Kemudian Nisya meraihnya.
"aku Dira" Murid wanita lainnya mengikuti temannya untuk bersalaman.
"Aku Manisya" Nisya meraih jabatan tangan Dira dan Bella satu persatu.
__ADS_1
"Mau panggil Manisya boleh, Manis bagus, Nisya dengan senang hati" Nisya mencairkan suasana.
"Senang berkenalan dengan kalian" Nisya berkata sambil tersenyum.
"kalian ada perlu denganku? " tanya Nisya.
"Mmm.. Gini kak Nisya" Bella mulai berkata namun ada keraguan disana.
"Kak Nisya.. suka sama kak Adam?" tanya bella yang berterus terang.
Nisya kaget dengan pertanyaan adik kelasnya itu.
"kalian tau dari mana?" Nisya balik bertanya.
"Mmm.. Semua orang di sekolah ini udah tau kalau kaka suka sama kak Adam" giliran Dira memberi penjelasan.
"hah, semua orang?" kata Nisya kaget.
"sebegitu terkenalnya kah aku?" Nisya bercanda.
"Ii.. Iya" jawab Dira dan bella perlahan.
"trus?" tanya Nisya kepada bella dan Dira.
"trus semua orang di sekolah ini juga tau kalau kak Adam Gak suka sama kak Nisya" Dira kembali memberi penjelasan.
"DEG" kata terakhir Dira membuat jantung Nisya yang sedang berangsur-angsur membaik, menjadi perih kembali.
"Mmmm.. Iya sih itu betul, Adam memang gak suka sama Aku" Nisya menyembunyikan ke kecewaannya.
"Jadi betul kan ka" tanya bella yang tiba-tiba tersenyum lebar.
Nisya mengerutkan dahi nya, berfikir keras apa yang sebenarnya mereka inginkan, dan akhirnya Nisya mengerti apa yang kedua adik kelas nya itu yang tak lain Bella sama Dira inginkan.
"mmm.. Betul, sekarang Adam tidak menyukaiku, bahkan mungkin membenciku" Nisya menambahkan.
Mendengar penjelasan Nisya barusan, bella dan Dira semakin memperlihatkan muka ceria di hadapan Nisya yang sedang menahan sakit hatinya.
"Kak Nisya Boleh ga Aku sama Bella minta tolong" Dira berkata kepada Nisya.
"Tapi kak Nisya janji dulu engga marah sama Dira sama Bella ya" kali ini giliran Bella yang berkata.
"hmmmmhh.. Ga janji deh" Nisya mulai menebak apa yang mereka inginkan.
"becanda becanda, hehe" Nisya tersenyum.
"memang mau minta tolong apa, kalian sampai se serius itu bicaranya, aku jadi dek dek an begini" Nisya berkata.
"janji deh aku ga marah, aku kan orang baik hati sedunia, jarang menabung jadi aku ga punya uang, hihi" Nisya mencairkan suasana yang semakin menegang.
Bella dan Dira pun ikut tertawa.
"kak Nisya bisa aja" Bella berkata.
"Mm.." Bella mulai berbicara ragu.
Nisya hanya memandang kedua wanita itu dengan penasaran.
"mmm.. Kak Nisya tolong kenalin aku dengan kak adam"
****
Terimakasih yang sudah membaca, mohon maaf bila banyak TYPO, mohon dukungannya ya 😊😊😊 dan Selamat libur panjang..
__ADS_1