
"kamu di tembak lagi dek?", ini cowok yang mana lagi? Azizah berusaha melirik Bang Akhtar dari ekor matanya, berharap bisa melihat ekspresi wajah laki laki pujaan hatinya itu saat ini, tapi nihil Azizah tidak bisa melihatnya karena posisinya yang cukup jauh,
Ucapan Azizah barusan berhasil membuat Akhtar tersentak, dalam hal ini Azizah memang ahlinya, tapi dengan cepat Akhtar berpura pura tidak mendengar
"Jadi, kamu jawab apa dek ?" tanya Ilham kemudian, "em",, lagi lagi Azizah berusaha melirik Akhtar penasaran dengan ekspresi laki laki pujaannya itu tapi lagi lagi Azizah harus kecewa karena posisi duduknya yang jauh, Azizah berusaha memancing rasa cemburu Akhtar, "hem" Bang Akhtar pasti sengaja duduk di sana, jadilah Azizah tidak bisa melihatnya dengan jelas. "Belum sempat ku jawab Bang" katanya dengan pasrah, "kenapa?" tanya Ilham lagi "Azizah di suruh fikir fikir dulu katanya" padahal faktanya tadi di sekolah Azizah langsung menolak Rimba tanpa berfikir terlebih dahulu, yah ini Azizah ucapkan semata mata ingin tau apakah dengan ucapannya barusan akan berefek pada Akhtar atau tidak, entahlah Azizah ingin sekali menoleh supaya bisa dengan jelas melihat wajah pujaan hatinya itu tapi tiba tiba niat Azizah dia urungkan, sekali kali Azizah ingin jual mahal sedikit.
Entah kenapa tiba tiba perasaan Akhtar jadi tidak karuan, tiba tiba rasanya Akhtar ingin sekali marah, setelah mendengar ucapan dari gadis pecicilan itu, "Aku ini kenapa sih?" tanya Akhtar pada dirinya sendiri di dalam hati, Akhtar memutuskan diam saja mendengar percakapan antara kakak beradik itu.
Setelah beberapa lama, keheningan terjadi di antara mereka bertiga, kemudian Ilham tiba tiba bersuara memecah keheningan, "bro, ada apa ? tumben jam segini mampir kesini?" tanya Ilham, sejenak Akhtar diam melirik Azizah dengan wajah yang tidak bisa Azizah baca, "tidak apa apa" jawabnya singkat, kemudian tiba tiba Akhtar berdiri "bro aku pamit pulang yah" katanya "Bang Akhtar sudah mau pulang?" tanya Azizah yang tiba tiba juga ikut berdiri, dan tanpa menjawab Azizah Akhtar langsung berjalan ke arah pintu di susul Ilham di belakangnya, "pamit bro" katanya kepada Ilham setelah mereka sampai di depan pintu, Ilham hanya mengangguk tidak berani bertanya lebih lanjut kepada sahabatnya itu, yang baru saja datang dan tiba tiba pamit untuk pulang.
Setelah Akhtar pulang, Ilham menutup pintunya dan kembali ke ruang tamu, "Bang Akhtar kenapa Bang?" tanya Azizah dengan bingung "Nggak tau dek, mungkin ada urusan mendadak " jawab Ilham kemudian
__ADS_1
"Ya sudah deh Bang, Azizah juga pamit pulang kalau begitu" jelas Azizah kepada Abangnya, "cepat banget dek?" tanya Ilham kepada Adiknya, "Iyya bang, tiba tiba Azizah nggak mood " jawabnya dengan malas dan langsung mengambil tasnya kemudian melangkahkan kakinya keluar, "Dek hati hati yah, jangan ngebut" Ilham mengingatkan dan Azizah hanya melambaikan tangannya tanpa menjawab.
***
Di rumah Akhtar berpikir keras, pikirannya tidak karuan, kali ini bukan karena kekasihnya melainkan karena Azizah, sejak pertemuannya dengan adik dari sahabatnya itu tadi siang, pikirannya seakan kacau, yah ucapan gadis itu masih terngiang di kepalanya. "aku ini sebenarnya kenapa sih?" pikirnya, "kenapa tiba tiba aku tidak mood setelah mendengar ucapan gadis itu?" lanjutnya, "tidak tidak ini pasti keliru, tidak mungkin aku cemburu, aku memiliki kekasih" sambungnya "Akhtar sadar lah, pikirkan kekasihmu jangan orang lain, apalagi gadis itu" Akhtar lagi lagi membantah perasaan yang ia rasakan.
Di tengah pertempurannya dengan pikirannya sendiri, tiba tiba benda pilih laki laki itu berbunyi, "imelda" pikirnya sambil tersenyum, setelah mengambil benda pipiih itu di dalam saku celananya tiba tiba senyum di bibirnya meredup setelah mengetahui siapa yang menelponnya, kemudian Akhtar menggeser ikon hijau di ponselnya itu, menempelkan ke telinganya.
***
"Kirim, tidak, kirim, tidak" aaahhhgg Azizah bingung kemudian gadis itu meletakkan kembali benda pipihnya dengan asal, ingin sekali Azizah mengirim pesan kepada Akhtar, menanyakan keadaan laki laki itu, *B*issmillah saja lah katanya kemudian mengambil benda pipihnya itu lagi kemudian mengirimkan pesan yang tadi sempat ia tangguhkan untuk ia kirim.
__ADS_1
Tritt...triitt...
Ponsel Akhtar bergetar, dengan masih dipenuhi amarah setelah mendapat kabar dari orang suruhannya itu, tiba tiba sudut bibirnya terangkat emosinya tiba tiba mereda setelah melihat siapa yang mengirimkan pesan kepadanya ia mendapatkan pesan dari gadis pecicilan itu, kemudian dengan cepat Akhtar membuka isi pesan yang di kirimkan gadis itu, "Bang Akhtar sedang apa? Bang Akhtar Azizah rindu " isi pesan singkat dari Azizah mampu membuat sudut bibir laki laki itu terangkat dengan sempurna, "gadis ini ada ada saja "katanya kemudian menyimpan kembali benda pipihnya ke saku celananya, tidak berniat membalas pesan gadis pecicilan itu, belum sempat menyimpan ponselnya tiba tiba benda pipih itu bergetar kembali, kemudian ia membuka pesan yang baru saja masuk itu " Bang Akhtar tidak rindu sama Azizah? Azizah tau Abang pasti tidak akan rindu kepada Azizah, walaupun begitu nggak apa apa bang, Biar Azizah saja yang rindu Abang nggak usah" pesan yang di tulis Azizah panjang lebar kepada Akhtar , laki laki itu hanya menggelengkan kepalanya, tersenyum sambil mengetik di ponselnya membalas pesan dari gadis itu.
triittt....triiittt...
Ponsel Azizah bergetar, sudut bibir gadis itu terangkat sempurna ketika mengetahui bahwa pesan yang dikirm tadi mendapat balasan dari kekasihnya itu eh maksudnya balasan pesan dari Bang Akhtar, gadis ini memang benar benar luar biasa bisa bisanya nama Akhtar di ganti menjadi kekasihku trus di kasi Emoji love. kemudian Azizah dengan semangat membuka isi pesan dari laki laki itu " kalau sudah tau, tidak usah menggangguku" balasan pesan dari Akhtar itu berhasil membuat senyum gadis itu merekah dengan sempurna, bukan karena isi pesannya melainkan karena Akhtar sudah mau membalas pesannya." sekali kali Abang Akhtar rindu dong sama Azizah, jangan galak galak terus Bang, nanti Azizah tambah jatuh cinta sama Abang, kalau begitu gimana bang mau tanggung jawab?," katanya kemudian tulisan itu ia kirimkan kembali kepada Akhtar. Azizah menutup wajahnya, malu sendiri dengan tingkahnya
Ponsel Akhtar bergetar kembali, kali ini laki laki itu tau siapa yang mengirimkannya pesan karena sedari tadi laki laki itu nampak memperhatikan ponselnya, melihat dari pesan whatsapp nya Azizah sedang menulis, Akhtar membaca pesan yang dikirim Azizah kepadanya. senyuman di bibirnya kembali merekah, setelah membaca pesan gadis itu, bingung dengan gadis ini, ada ada saja tingkah konyolnya, walaupun begitu ia berhasil mengubah suasana hati Akhtar yang beberapa saat lalu di penuhi dengan emosi dan tanpa membalas, Akhtar meletakkan ponselnya.
**bersambung...
__ADS_1
Aku Sayang Kalian 💕**