Pelangi Cinta

Pelangi Cinta
Mau Titip Payung


__ADS_3

"iyhh mas adam galak amat. Iya deh iyah ga nanya lagi" pak supir ketakutan.


Mereka pun berlalu meninggalkan terminal dan Nisya sendirian.


saat di tengah perjalanan pulang ke rumah adam, adam yang duduk di belakang kemudi, menepuk pundak pak komar yang tak lain adalah seorang supir di keluarga adam.


"Pak komar putar balik" perintah adam.


"kenapa mas ada yang ketinggalan?" tanya pak komar.


"ga usah banyak tanya putar balik aja" adam memberi perintah.


"siap mas" jawab pak komar.


"Mas adam khawatir ya, takut si enengnya kenapa - napa?" tanya pak komar penuh semangat, pak komar yang sudah tahu karakter adam tak takut walaupun adam sudah memberi peringatan yang membuat bulu kuduknya berdiri. .


Melihat reaksi adam pak komar berkata kembali,


"iya-iya saya ga nanya - nanya lagi" Pak komar memberi isyarat akan menutup mulutnya.


Karena masih turun hujan yang cukup deras Nisya menunda sementara pesanan ojek online nya, ia merasa sayang kalo harus memesan taxi nonline yang harganya bisa mencapai dua kali lipat ojek online.


Saat Nisya sedang asik melihat media sosial, tiba-tiba mobil keren yang sepertinya sama seperti yang adam naikin tadi, datang dari arah luar, masuk ke dalam area parkir mobil pribadi terminal bus.


"ternyata di dunia ini banyak sekali yang punya uang banyak, sampe hari ini aku lihat mobil keren yang sama dua kali" gumam Nisya sambil menatap mobil yang baru saja selesai parkir.


Saat Nisya sedang memperhatikan mobil tersebut, tiba-tiba supir mobil keren tersebut keluar dari mobil, dengan memakai payung dan terlihat satu payung ia pegang.


Nisya mengerutkan dahinya.


"perasaan wajahnya kenal deh" Nisya berfikir.


Kemudian saat Nisya masih sibuk menebak siapa pria tersebut, pria tersebut menghampiri Nisya.


"mba ketemu lagi" sapa orang tersebut kepada Nisya.


"bapak kenal saya?" tanya Nisya.


"ini baru mau kenalan" sambil memberikan payung kepada Nisya.


Nisya mengerutkan dahinya kembali


"Bapak mau titip payung?" tanya Nisya kembali.


Bapak komar tersenyum "Si eneng polos banget, pantesan" kata pak komar.


"Maksud bapak?" tanya Nisya.


Lalu pak komar menyimpan payung dekat Nisya dan duduk di pinggir Nisya, ada niat jahil berada di pikirannya.


"Neng ga kenal saya?" kata pak komar.


"enggak" jawab Nisya seadanya.


"apa kita pernah bertemu sebelumnya" Nisya mengingat-ingat, namun hasilnya nihil.


"iyah 10 menitan yang lalu" jawab pak komar.


"Kita kenalan dulu aja neng" pak komar menyodorkan tangannya kepada Nisya.


"saya komar" pak komar mengenalkan diri.


"Saya Manisya" jawab Nisya.


"Oh manis" pak komar mengangguk.

__ADS_1


"bapak mau titip payung? biar saya pegangan" pertanyaan Nisya masih sama.


Pak komar menggeleng-gelengkan kepalanya.


"coba neng pakai payungnya, trus nanti kasihin kemobil sana ya" perintah pak komar.


"trus nanti saya kehujanan donk pak" Nisya protes.


"hahaha" jawab pak komar tertawa.


"saya itu mau cobain payung neng, payung ini bocor apa engga, kalau yang saya pakai ini bagus ga bocor , gini deh biar neng Manisya aja yang pakai payung bapak, bapak pakai payung ini, payung neng Manisya tolong kasiin ke laki-laki yang duduk di kursi belakang, nanti dari mobil saya kasih payung biar neng manis ga ke ujanan" pak komar men jahili.


"ooh begitu" Nisya masih belum sadar.


"neng mau kan bantuin saya?" Tanya pak komar.


"boleh pak" jawab Nisya tanpa berfikir.


"yu ah neng" pak komar mengajak Nisya.


Pak komar mengikuti Nisya dari belakang.


Nisya menuju mobil tersebut tepatnya ke arah tempat Adam duduk di kursi belakang kemudi.


Nisya yang masih di ikuti pak Komar dari belakang sampai di mobil, kemudian mengetuk kaca mobil tersebut.


"duk duk duk" bunyi kaca mobil di ketuk.


Adam membuka kaca mobil,


Nisya yang masih mengepalkan tangannya membulatkan kedua matanya melihat adam di balik kaca, Nisya sangat kaget.


"Adam" Nisya berkata.


"ngapain lo" tanya adam.


Nisya melirik pak komar tidak mengerti.


Pak komar hanya memberi isyarat mengangguk-anggukan kepalanya pada Nisya. Kemudian pak komar membuka kan pintu depan untuk Nisya dan mengambil alih payungnya.


Nisya duduk di depan pinggir pak komar, sesuai perintah adam, sedangkan adam duduk di kursi belakang tak mau terganggu oleh Nisya.


Nisya pun memberi tahu arah rumahnya kepada pak komar.


"wah pak komar, mobil bapak bagus banget, aku baru lho naik mobil sebagus ini" Nisya berkata sambil memegang jok mobil.


"keren mobilnya pak komar" mengacungkan jempol pada pak komar. Dibalas dengan senyuman oleh pak komar.


"bukan mobil saya neng, itu mobil mas adam" pak komar menjelaskan.


Nisya melirik adam "mobil mu keren banget dam" memberi senyuman pada adam.


"norak banget lo" jawab adam


"biarin" balas nisya.


"oia adam kenapa masih di sini" tanya Nisya sambil menoleh ke arah adam.


Namun tak ada jawaban.


Melihat adam tak menjawab pertanyaan Nisya, pak komar melirik ke arah Nisya.


"ada yang ketinggalan neng" jawab pak komar mewakili adam.


"Apanya yang ketinggalan pak" tanya Nisya kembali.

__ADS_1


"hatinya" jawab pak komar sambil tertawa kecil, tak menghirau kan adam yang memasang mimik kesal.


"ooh" jawab Nisya polos tanda tidak mengerti.


"neng ngerti ga maksutnya," tanya pak komar.


"mungkin ada yang hilang ya pak, jadi hatinya sedih" jawab Nisya.


"semangat adam" memberi semangat pada adam.


"Hadeuh si eneng" jawab pak komar tak habis fikir ada anak yang begitu polosnya.


Hening sesaat, kemudian Nisya bertanya kembali mengeluarkan unek uneknya.


"Pak komar ini ayahnya adam" tanya Nisya.


Mendengar pertanyaan Nisya, Pak komar kaget, kemudian batuk-batuk menahan rasa gatal di tenggorokan yang tiba-tiba kering. Kemudian pak komar melirik ke arah adam, adam memberikan tatapan mematikan pada pak komar.


"Bukan, bukan neng manis, saya cuma supir pribadi aja" pak komar menjelaskan.


"lho, saya salah paham, maaf maaf pak" Nisya meminta maaf pada pak komar.


Kemudian Nisya melirik ke arah adam.


"maaf dam aku ga tahu" Nisya juga meminta maaf pada adam.


Namun tak dihiraukan adam.


"pak komar saya ga papa turunin di sana aja" Nisya menunjuk sebuah mini market,


"sekalian mau ada yang di beli dulu" pinta Nisya.


"jangan! pak komar langsung ke rumahnya aja" perintah adam sangat jelas dan tegas.


"tapi aku mau ada yang di beli dulu" kata Nisya sambil mengedepankan bibirnya.


"gini neng, mas adam ini khawatir, ini kan udah malem, hujan lagi, apalagi neng Manis kan perempuan" Pak komar menjelaskan pada Nisya.


"hehe" Nisya tersenyum kemudian melirik ke arah adam.


"Makasih adam" Nisya berterimaksih.


Adam hanya terdiam sibuk dengan ponselnya.


"Pak komar udah lama kerja sama adam" Nisya bertanya kembali.


"sebelum mas adam ada di perut ibunya" jawab pak komar.


"wah udah lama ya" kata nisya


Kemudian Nisya ber bisik di kuping pak komar, tak mau adam mendengar.


"Pak komar emang adam dari kecil udah galak gitu ya" Tanya Nisya.


Pak komar tersenyum, menjawab dengan pelan pertanyaan Nisya.


"aslinya baek banget neng" jawab pak komar.


"ooowh"


"tapi dia cakep banget ya" bisik Nisya kembali.


"itu bapak setuju" jawab pak komar.


Pak komar dan Nisya pun tertawa kecil.

__ADS_1


Adam memperhatikan gerak gerik mereka dengan tatapan tak suka.


__ADS_2