Pelangi Cinta

Pelangi Cinta
Kamu di apain sama Adam


__ADS_3

"Adam kenapa lo tau si Manis di rawat di sini?" tanya Rangga kepada Adam.


"Bukan urusan lo" Adam menjawab dengan tataan tak suka.


"Jangan-jangan kalian?" Nina dan Rangga kompak menatap Adam, namun di jawab dengan tatapan tajam Adam yang penuh dengan kebencian.


Adam menghentikan langkahnya, kemudian berhenti di saha satu pintu kamar rumah sakit tersebut.


Adam memberikan isyarat kepada Rangga dengan mengangkat kedua Alis Adam kepada Rangga.


"Ini kamarnya?" tanya Rangga sambil memegang pegangan pintu untuk ia buka.


Rangga sedikit mengetuk pintu tersebut sambil membuka pintu.


"Permisi" mereka bertigapun masuk kedalam kamar Manisya.


Manisya yang tidak di beri kabar oleh Nina ataupun Rangga dan Adam, memasang muka kaget, melebarkan kedua Matanya.


"Nina" Manisya memanggil sahabatnya tersebut, kemudian Nina menghampiri Manisya dan memeluk Manisya dengan erat.


"Kenapa bisan jadi begini Sya," tanya Nina yang mulai melepaskan pelukan eratnya, Nina melihat ke sekitar ranjang tempat Manisya berbaring, ia kemudian melihat ke arah tangan Manisya yang terpasang selang infusan, melihat itu, Nina memasang muka sedih melihat sahabatnya di rawat.


"Aku hanya kelelahan aja Nin" Manisya menjelaskan kepada Nina, kemudian ia melirik ke arah Adam yang sedari tadi melihat mereka yang sedang berpelukan dengan tatapan yang tak bisa Manisya artikan, Manisya takut jika salah berbicara akan membuat masalahnya dengan Adam akan semakin rumit.


"Aku baik-baik saja." Manisya menambahkan.


"Beneran Sya ?" tanya Nina yang merasa khawatir.


"Kamu di apain Manis sama si Adam ini, sampai di rawat begini?" giliran Rangga yang bertanya, menggoda Adam dan Manisya.


"Kalo dia ngapa-ngapain kamu, bilang aja sama Abang ya Neng" Rangga menepuk dadaanya dengan kedua tangannya, kembali menggoda Manisya mencoba menghiburnya.


"He he he" Manisya tersenyum.


"Serius aku ga di apa-apain sama Adam, aku hanya kelelahan aja" jawab Manisya menjelaskan.


"Ia kan Adam?" tanya Manisya kepad Adam, yang kini duduk di sofa ruangan tersebut.


Adam menatap Manisya.


"Ga ada yang perlu gua jelasin" Jawab Adam singkat.


Rangga yang mendengar jawaban Adam seperti itu langsung menyenggol Adam dengan sikunya, karena mereka memang sedang duduk berdekatan.


*"Lo mau lihat dia pingsan sekarang juga, lhat tuh mukanya makin pucat." * Rangga yang meraa khawatir akan perkataan Adam yang membuat muka Manisya semakin memucat.


"Maksut Adam, Iya kamu di apa-apain sama Adam?" Rangga cekikikan memutar balikkan perkataan Adam.


"Hayooo ngaku, Rangga menggoda Manisya" muka Manisya berubah menjadi merah merona mendengar perkataan Rangga.


Adam yang tak suka melihat Rangga berkata seperti itu, menginjak kaki Rangga dengan menekannya dengan sangat kencang.


"Adu du duh, lepasin kaki gua" Rangga meringis kesakitan,memegang kakinya.


Melihat kejadian tersebut membuat Nina geleng-geleng kepala.


"Kalian ini romantis sekali kayak sepasang suami istri" Nina berkata menjahili Adam dan Rangga, kemudian Nina tertawa di ikuti dengan tawa Manisya.


Mendengar Nina berkata seperti itu, membuat Adam dan Rangga saling bertatapan, dan tiba-tiba Rangga menjauhi Adam.


"Iiiiihhh" Rangga bergidik merasakan seluruh badannya merinding.


Adam hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Rangga.

__ADS_1


Manisya dan Nina Pun kembali tertawa melihat kelakuan Rangga yang memang sangat humoris itu.


"Ibu sama Ayah mu mana Sya" Tanya Nina kepada Manisya.


"Ayah tadi berangkat kerja, kalau ibu tadi pamit keluar sebentar, katanya mau beli makanan" Jawab Manisya singkat.


Saat Manisya tengah bercakap dengan Nina, Adam berpamitan untuk keluar kamar,


"Gua keluar dulu sebentar" Adam berpamitan Pada teman-temannya yang berada di dalam kamar tersebut.


"Mau kemana lo dam, gua ikut!" Rangga merengek menirukan gaya seorang anak tatkala di tinggal pergi sang Ibu.


Namun Adam hanya menatap Rangga kemudian berlalu pergi, tanpa menghiraukan rengekan Rangga.


Mereka bertiga lanjut bercakap bersama Manisya, Manisya sangat terhibur dengan kedatangan teman-temannya tersebut.


"Sya, maksut kamu kirim pesan ke aku, maksutnya karena ini?" Nina memelankan suaranya tak ingin Rangga mendengar percakapan mereka.


Manisya menjawab dengan menganggukan kepala.


"Telpon aku aja ya Sya" Nina memberi isyarat.


"Thanks ya Nin" Jawab Manisya.


"Gak perlu sungkan Sya" jawab Nina.


Melihat Manisya dan Nina berkata berisik-bisik, Rangga sedari tadi duduk di sofa, menghampiri Manisya dan Nina yang sedang bercakap.


"Kalian ngomongin gua ya" Rangga ber asumsi karena merasa penasaran.


"Idih pede banget lo ga" Jawab Nina.


"Se penting itu lo harus di omongin ga" Nina kembali meneruskan perkataannya.


"Mau tau aja atau mau tau banget?" Tanya Nina menggoda Rangga.


"Mau tau tempe, ada ga" Rangga ikutan bercanda.


Melihat Nina dan Rangga yang saling berbalas komentar membuat Manisya tersenyum, dan sekali-kali ikut tertawa.


"Kalian ini lucu sekali, kalian tau kalian itu cocok kalo pacaran" Nina mengeluarkan pendapatnya tentang pandangan bagaimana melihat mereka yang sangat serasi jika bersama.


"Yu ah Nin" Rangga mengukurkan tangannya kepada Nina, layaknya seorang laki-laki mengajak jalan wanita nya.


"Ogah aku sama kamu" Nina menolak mentah-mentah ajakin Rangga.


"Gendong aku dari rumah sakit ini ampe rumah, baru aku mau sama kamu" Nina ceikikian sendiri dengan kata-kata yang baru ia keluarkan.


"Okeh siapa takut" Tantang Rangga sambil memutar matanya memikirkan sesuatu.


"Sudah - sudah, kalian ini nanti ujungnya pada kelahi di kamar ini, aku kan yang repot" Manisya berkata kepada Rangga dan Nina.


Di balas dengan senyuman dari teman-teman nya tersebut.


"Si Adam mana ya, lama banget, jangan- jangan dia mewek lagi kesasar kayak anak hilang" Rangga mulai berhalusinasi.


"Gua cari Adam dulu ya Manis, skalian pamit langsung pulang" Rangga berpamitan.


"Aku juga ikut, kamu skalian pulang?" tanya Nina.


"Iya" Jawab Rangga singkat.


Tiba-tiba Rangga melebarkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Ayo"Jawab Rangga yang hendak menggendong Nina.


"Apaan si lo" Muka Nina memerah seketika.


"Katanya mau di gendong, sini aa Rangga gendong" Rangga mulai ber tingkah konyol lagi.


Manisya dan Nina tertawa kembali melihat kelakuan konyol Rangga.


"Aku pulang dulu ya Sya, cepet sembuh, kalo ada apa-apa telepon aku" Nina berpamitan kemudian menarik Rangga yang posisinya masih melebarkan kedua tangannya.


"Hayooo pulang" Nina menarik tangan Rangga untuk keluar dari kamar Manisya.


"Tolong tolong tolong" Rangga berteriak seperti anak kecil sedang di marahi ibunya.


Rangga melambaikan tangannya kepada Manisya.


"Makasih ya kalian" Nina tersenyum kembali melihat kelakuan teman-temannya itu.


Sesaat setelah Rangga dan Nina pergi, tiba- tiba pintu di kamar Manisya di buka oleh seseorang.


"Ceklek"


"Adam" Manisya memanggil Adam yang baru masuk keuangannya.


Adam melihat ke sekitar mencari Rangga dan Nina, namun mereka sudah tak berada di sana.


"Tadi Rangga dan Nina pergi duluan, katanya sekalian mau cari kamu, mereka mau sekalian pulang" Manisya berkata tanpa di tanya oleh Adam.


Adam tak menjawab, Kemudian menduduki sofa yang ada di kamar Manisya.


Manisya merasakan suasana yang kikuk saat itu, entah apalagi yang ingin dia katakan pada Adam untuk mencairkan suasana, ia takut jika perkataannya akan membuat Adam semakin geram kepadanya.


Manisya pun mencari ponselnya yang tadi ia simpan tepat di pinggir bantal.


"Prukk" Suara ponsel terjatuh dari tempat tidur ke lantai.


Manisya yang memang kondisinya sudah agak membaik, mencoba untuk turun dari tempat tidur hendak mengambil ponselnya yang terjatuh.


Adam memperhatikan Niysa yang hendak turun dari tempat tidur.


Kemudian Adam meraih ponsel Manisya.


"Bisa ga si lo diam, trus jangan banyak tingkah" Adam berkata sambil memberikan ponsel ke tangan Manisya.


Nisya yang takut tak menjawab perkataan Adam, kata-kata dari bibir Adam selalu berhasil membuatnya menusuk ke hati Manisya, entah itu perasaan kecewa, sedih atau bahagia, Manisya kesulitan untuk mengartikannya.


Kemudian Adam duduk kembali ke kursinya.


Manisya yang sedikit aneh melihat Adam duduk kembali, karena menyangka ia akan segera pulang, bertanya kepada Adam.


"Adam kamu ga pulang?" Tanya Manisya penasaran.


"Lo ngusir gua" tanpa basa basi Adam menjawab pertanyaan Manisya.


"Bukan begitu, aku aneh aja, soalnya Rangga dan Nina kan udah pulang, aku sih seneng banget malah di temenin sama kamu dam" Nisya pun menjawab perkataan Adam tanpa saringan sedikitpun.


Kemudian Manisya menarik kedua sudut bibirnya hingga memeperlihtakn giginya yang rapi.


Namun Adam tak menghiraukan perkataan Manisya.


"Adam, aku mau tanya boleh, tapi ini mungkin aga kurang enak di dengar" Manisya menatap ke arah Adam.


Adam hanya menjawab dengan membalas tatapan Manisya.

__ADS_1


"Apa kamu tau, berapa biaya rumah sakit di sini permalam, tepatnya di kamar yang aku tiduri saat ini?"


__ADS_2