Pelangi Cinta

Pelangi Cinta
Buku Matematika


__ADS_3

"Tuk Tuk Tuk" suara ketukan berasal dari bangku Manisya tepatnya di belakang kepalanya.


"Pagi Nin, aku masih ngantuk nih" Manisya yang sedang menempelkan kepala pada bangkunya dan menatap ke arah bangku milik Adam, kini berbalik mengikuti suara ketukan berasal.


"Adam" seketika Manisya mengangkat kepalanya, di sertai dengan bulatan di kedua bola mata beserta gigitan pada bibir bagaian bawah, Manisya merasakan kegugupan menghampiri perasaannya.


"Em, itu, em, ada apa ya?" tanya Manisya kepada Adam.


"Balikin buku Gua" kata Adam kepada Manisya menggerakkan telapak tangannya.


"Buku?" Manisya memutar matanya ke salah satu sudut, memikirkan buku yang di maksud oleh Adam.


"Iyah buku matik Gua, balikin" Adam masih sama dengan posisinya.


"Emm, aku tidak meminjam buku mu ko" Jawaban Manisya dengan sedikit ragu, kemudian Manisya membuka tasnya mencari buku yang di maksud oleh Adam.


"Apa maksud mu buku matematika?" tanya Manisya sambil mengeluarkan semua benda yang ada di dalam tasnya.


"Lo denger ga apa yang gua omongin tadi, gua bilang matik, bodoh?" Adam mulai meninggikan suaranya.


Mendengar kata bodoh membuatnya teringat ucapan Adam dan Leo yang membuatnya Menangis, namun kali ini Manisya lebih tenang dan bisa menahan emosinya.


" Iya kan buku matematika" Manisya mengucapkan kembali buku pelejaraan yang di tanyakan Adam


.


"Yang waktu di Green Book kamu bawa kan?" tanya Manisya kembali memastikan.


"Iya bodoh, kebawa sama Lo kan" Jawab Adam.


"Aku tahu aku bodoh, jadi ga usah di ingatkan" Kata Manisya merapihkan bukunya kembali ke dalam tas.


"Mana buku gua" Adam masih dengan posisi meminta buku nya.


"Jadi kamu lupa, Guru matik kita nyuruh nyimpen tugas di mejanya kan?" tanya Manisya dengan santainya.


Adam menatap ke sembarang arah, ia teringat jika bukunya sedang di simpan di ruangan guru tepatnya guru matematika yang memberikan sebuah tugas.


"Buku kita ada di ruangan guru matematika, kalau mau ambil ke sana saja" Manisya berkata tanpa menatap ke arah Adam.


"Satu lagi, bisa tidak jangan berburuk sangka kepadaku dan jangan selalu bilang aku bodoh, aku tahu aku memang seperti itu, jadi jangan selalu di ingatkan" Manisya membelokan kepalanya ke arah Adam yang kini sudah kembali duduk di bangkunya, namun Adam tak merespon perkataan Manisya.


"Huft" Manisya menarik nafasnya dalam-dalam.

__ADS_1


Tak lama setelah percakapan Manisya dan Adam, para murid lainnya yang tak lain adalah teman sekelas dari Adam dan Manisya bergantian datang Sampai akhirnya semua kursi yang Adam pada kelas tersebut di penuhi oleh pemiliknya.


"Hei cewe, kamu masih marahan sama Adam" Tanya Nina membuyarkan lamunan Manisya.


"Hei juga, siapa yang marahan orang aku lagi ga mood saja" Jawab Manisya dengan Nada malas.


"Kamu hutang penjelasan loh sama aku" Nina teringat hal yang belum Manisya sampaikan soal pertemuan dengan Adam di perpustakaan.


"Nanti ah Nin, aku lagi Males" Jawab Manisya memainkan Ponselnya.


"Adam Lo bawa motor" Tanya Rangga yang merupakan teman sebangku Adam kepada Adam dengan suara yang cukup kencang, hingga membuat Manisya melirik ke arah Adam.


"Gua bawa" jawab Adam dengan singkat.


"Tumben Lo bisa bawa motor, udah dapet izin Lo sama Nyokap" Tanya Rangga yang tahu bahwa Adam di larang sama orangtuanya untuk membawa kendaraan baik itu roda empat maupun roda dua.


"Makannya Gua bawa" Jawab Adam kembali yang tak bisa berkata basa basi.


"Kayaknya Gua nyium bau-bau persyaratan deh" tanya Rangga.


"Lo yang paling tau nyokap Gua kayak gimana kan" Adam meng iyakan perkataan Rangga yang mencoba menebak.


Tanpa kedua Anak laki-laki tersebut sadari ada sepasang teling yang sibuk mendengarkan percakapan mereka.


Adam pun mengatakan persyaratan tersebut dengan membisikannya di telinga Rangga.


"What" Rangga berteriak keras, hingga mata Manisya dan mata Adam saling bertemu namun Manisya segera mengalihkan pandangan.


"Berisik Lo" Jawab Adam menutup mulut Rangga.


" Ups sorry" Ranggga mengatupkan kedua telapak tangannya pada Adam.


"Keren Nyokap Lo, Gua sih kalau itu mau banget" Rangga yang takjub mendengar kata-kata tersebut mengungkapkannya kepada Adam.


"Dan Lo bakal nurut apa yang Nyokap Lo mau?" tanya Rangga penuh penasaran.


"Entahlah" Jawab Adam dengan raut muka bingungnya.


Percakapan Adam dan Rangga serta semua kesibukan yang terjadi di dalam kelas tersebut terhenti saat seorang guru mata pelajaran memasuki ruangan.


Hari itu tidak pelajaran berjalam seperti biasa,


sampai pada akhir jam pelajaran.

__ADS_1


"Sampai di sini dulu, jangan lupa tugas kalian, dan hati-hati di jalan" Pesan sang guru sebelum akhirnya meninggalkan kelas.


Suasana kelas yang tengah tenang menjadi ramai, satu-persatu murid meninggalkan kelas, tak lupa mereka saling berpamitan kepada teman-temannya, begitupun dengan Manisya ia kini berjalan sendirian meninggalkan kelas saat Nina sudah di jemput oleh orangtuanya.


Saat sedang menunggu bis, Manisya yang tengah duduk di sebuah halte yang biasa ia menunggu di sana, sebuah motor berwarna hitam melewatinya dengan kencang.


"Itu pasti Adam, ya ampun kenceng banget bawanya, hati - hati di jalan hei pujaan hati"


Manisya berkata dalam hatinya kemudian ia melebarkan bibirnya menatap ke arah Adam sampai tak terlihat lagi bayanganya.


Sebenarnya perasaan Manisya kini sudah kembali kepada Adam, seperti sebelumnya ia tidak bisa lama berpaling dari Adam ataupun mencoba untuk menjauh dari Adam, semakin mengabaikan persaannya pada Adam maka semakin besar pula rasa Manisya pada Adam.


"Sudah lah aku memang selalu menyukainya" batin Manisya, Tak lama setelah itu, Manisya Menaiki Bis yang mengantarnya ke tempat tujuannya yaitu rumahnya. Sepanjang perjalanan Manisya membukan sosial media Miliknya, ia memilih stalker sosial media milik Rangga karena sosial media milik Adam tak terdapat foto miliknya sedangkan sosial media milik Rangga di sana terdapat banyak foto - foto Adam saat bersama Rangga. Manisya tersenyum menatapnya sekali-sekali mengusap layar ponselnya saat foto Adam nampak jelas terlihat tampan di sana.


Saat Manisya sedang tersenyum menatap ponselnya, Ada sebuah panggilan datang.


Ponsel Manisya bergetar "Drrtt drrt drrt" Manisya mengertukan dahinya.


Kata-kata yang tertera di layar ponsel Manisya


"Adamku memanggil"


Manisya masih menatap layarnya. Ada perasaan aneh saat melihat panggilan tiba-tiba dari Adam. Manisya biarkan sementara ponselnya bergetar sebelum akhirnya mengangkat panggilan dari Adam. Perlahan Manisya mengangkat telepon tersebut.


"Hallo" Jawab Manisya secara perlahan dengan sejuta perasan kacaunya saat mengangkat telepon.


"Hallo" Dengan Mbak Manisya.


"Iyah saya sendiri" Jawab Manisya menerka apa yang sedang terjadi, ia menatap ponselnya kembali memastikan bahwa panggilan tersebut dari Adam.


"Ini ponselnya Adam?" tanya Manisya secara perlahan.


"Betul Mba, ini ponselnya Mas Adam" Saya Jodi dari kepolisian.


"Dari kepolisian?" tanya Manisya, mendengar orang tersebut memperkenalkannya dari pihak kepolisian membuat jantung Manisya berdenyut kencang.


"Adamnya ke Mana Pak" tanya Manisya sambil menenangkan dirinya.


"Mas Adam sekarang di rumah sakit, mengalami kecelakaan".


***


Terimakasih yang tak terhingga untuk para pembaca, yang like dan yang komen. Semoga kita semua di jauhkan dari segala penyakit.

__ADS_1


😊😇😇


__ADS_2