
Luna yang panik pun pergi ke warung depan untuk menenangkan diri. Rencananya dia ingin ngopi dan makan gorengan.
"Ibu...ibu, apakah orang itu yang sekarang ada di televisi?"
Suara ibu ibu dan menunjuk ke arahnya pun membuat Luna kaget. Dia segera berbalik dan mempercepat langkahnya.
"Sial, bahkan sekarang aku sudah ada di televisi dan Medsos lainnya." Gerutunya kesal.
Bruk
"Ghia, tolong aku! aku sedang di kejar kejar orang orang Linggar sekarang."
Ucapnya.
"Uwak, Uwak harus pergi dari klinik ku ini, aku tidak ingin citra klinik ku buruk, ini uang, ayo sekarang uwak pake kerudung yang rapet masker dan pergi entah ke mana saja yang Uwa bisa." Usir Ghia.
"Ghia, kemana aku harus pergi? aku tidak punya siapa siapa lagi!"
Ucapnya.
"Itu kesalahan uwak, seandainya kemaren Uwak datang baik baik, tentu aku adalah anak ponakan uwak yang baik hati, tapi sekarang uwak adalah kriminal, ayo cepet cepet."
Ghia pun menggandeng Luna keluar klinik dan menjagakan taksi.
"Aku harus ke mana?" Tanya Luna lagi bingung.
"Jalan pak!"
Ucap Ghia menyuruh sopir. Sedang Ghia mendadah cantik dari luar.
...
..
...
Di Rumah sakit.
"Ranggaa...ayo bangun nak? jangan dampai terjadi sesuatu padamu, pasti Shaina akan hancur kalau kau juga pergi."
Ucap Fathir, Fathir kan belum di beri tau, kalau Zahwa sudah pulang.
Klo
Wa masuk di Hp Fathir.
__ADS_1
{Beng, Zahwa udah kembali, lalu bagaimana keadaan Rangga?} Shaina.
"Alhamdulillah, Rangga, kakakmu sudah datang nak, ayo bangun!"
Fathir mengelus elus kepala Rangga.
{Alhamdulillah, benarkah? Rangga masih belum sadar} Fathir.
{Kenapa dia belum sadar? apakah ada luka serius?} Shaina.
{Belum tau, masih menunggu dokter} Fathir.
{Baiklah, assalamualaikum} Shaina
{Wa alaikum salam} Fathir.
"Sayang, kakakmu udah datang? ayo bangun nak!"
Fathir terus mengelus kepala Rangga penuh kasih sayang.
Sementara di rumah Shaina, Zahwa dan Yola tampak menikmati makan sore.
"Zahwa, yola, apa mau nambah? mama mau ke kamar ngantar makanan kakek dulu."
Ucap Shaina.
Mungkin Zahwa sudah terbiasa makan sendiri, sudah lebih 15 hari Zahwa di luar sana bersama Luna, dan kalau pun ingin makan dan minum pasti ngambil sendiri.
"Baiklah, kalau Yola?"
Sekarang yola makin sensitif, dia hanya menggeleng. Dia merajuk namanya di no 2 kan😄
"Baiklah, mama ke kamar kakek ya."
Tap
Tap
Tap
Tok tok tok
"Masuk!"
Ceklek
__ADS_1
"Pah, ini makanan papah, apa mau yang lainnya?" Tanya Shaina.
"Aku tidak mau makan, aku sudah merasa kenyang."
Ternyata Pa Linggar pun lagi merajuk. Karwna Shaina dan Rangga akan pindah rumah.
"Pah, nanti papah sakit,"
Bujuk Shaina.
"Sakit atau tidak itu bukan urusanmu, bukankah kalian akan meninggalkan rumah ini?"
Tanyanya, jelas Pa Linggar sangat sedih. Dia hanya punya Rangga, tak ada istri atau pun anak.
"Pa, sementara kami tidak akan pindah dulu, masalahnya..."
Shaina ragu untuk mengatakan kalau Rangga sedang sakit.
"Kenapa? cepat atau lambat, kalian pasti akan pergi dari rumah ini kan?"
Ucap Pa Linggar lagi.
"Rangga dia...dia sedang sakit pa, tadi dia terjatuh di depan teras."
Ucap Shaina.
"Sakit? sakit apa? tadi dia baik baik saja kok? kok mendadak sakit?" Pa Linggar pun kaget.
"Belum tau Pa, tadi Beng Fathir sedang menemaninya periksa ke Rumah sakit. Oh iya pa, Zahwa baru saja pulang di antar seseorang, sekarang dia sedang makan di dapur."
Shaina pun memberikan kabar yang mungkin saja bisa menghibur Pa Linggar, karena sejak kecil pa Linggar juga sering bertemu Zahwa.
"Jadi Zajwa,sudah kembali? lalu Rangga maduk Rumah sakit? heh, pasti ada apa apanya ini."
Wajah Pa Linggar terlihat tidak bersahabat,
"Apa maksud papah?" Tanya Shaina.
"Apa mungkin ada kesialan dengan kedatangan Zahwa? Mengapa tiba tiba Rangga sakit? padahal tadi dia baik baik saja kok."
Jawabnya ketus.
"Pah!"
BERSAMBUNG....
__ADS_1