Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Asyik asyik gool


__ADS_3

"Tuan, tuan tidak papa? Tuan bangun..." Ucap Salman panik.


Tampak Fathir berlumurkan darah karena habis berkelahi dengan 3 pria besar yang menculik Salman dan targetnya.


"Salman...tolong...sampaikan... maafku...pada....Zahwa...dan ...Shaina..."


Fathir pun tidak sadarkan diri.


tampk 3 Pria besar juga tergelatak tak berdaya. Salman pun menelpon pak manae. setelah selesai menelpon.


"Pak, aku harus menyembunyikanmu disuatu tempat, sebelum ada orang lain yang mencelakaimu, kau harus percaya pada Bos Fathir." Ucap Salman meyakinkan.


Bos itu pun percaya. Setelah menelpon grabe mereka pun membawa Fathir menuju pegunungan bersama Bos yang akan di opersi.


Setelah 2 jam perjalanan, mereka sampai di kaki gunung di sebuah rumah kecil yang di kelilingi pepohonan.


"Sebebarnya nama Tuan siapa?" Tanya Salman pada Bos tersebut.


"Broto." jawabnya singkat. Dia terlihat lelah mungkin karena kurang istirahat.


"Kita akan diam di sini mungkin dalam beberapa hari." Ucap Salman.


waktu menelpon Pak Manae, ternyata Salman di arahkan utuk pergi meninggalkan kota untuk beberapa saat, dan rumah ini adalah markas Salman waktu masih jadi begal.


🌷


🌷


🌷


Tak terasa sudah 2 bulan sejak Shaina periksa ke dokter dan sekarang sudah sembuh di luar. walau masih terasa nyeri luka dalamnya.


"Ocan, akhir akhir ini aku kok merasa sering lupa ya meletakkan sesuatu. kepala juga kadang masih pusing, padahal udah 2 bulan sejak kejadian itu." Keluh Hendra.


"Kecapean aja kale Bang, banyakin istirahat aja, gimana kalau Obang ngawasin toko mini market aja, biar Shaina yang ke kantor." Ucap Shaina, karena Shaina khawatir kalau di kantor ada masalah akan memperparah penyakit Hendra.


"Kamu kan lemah Shaina kamu suka nggak tegaan, nanti malah kamu di remehkan," Ucap Hendra lagi.


"Kalau aku jadi Bosnya, aku akan berusaha tegas dong Bang, bahkan aku nggak segan segan memecat orang yang begunjing di nelakangku.",Ucap Shaina.


"Benarkah? kalau memang begitu aku setuju, asal kau benar benar kuat dan kejam, mulai besok kau yang ke kantor, aku ke mini market." Sahut Hendra menantang.

__ADS_1


"Oke, setuju!" Jawab Shaina.


Shaina dan Hendra berbaring di ranjang yang sama sambil Hendra memeluk tubuh Shaina.


"Ih geli Bang," Ternyata tangan Hendra mulai nakal.


"Icip icip dooong." Goda Hendra yang semakin erat memeluk tubuh Shaina dan tangannya pun bergerayangan ke mana mana.


"Uweeek uweeeek uweeek." Suara tangisan Zahwa menghentikan aktifitas nakal Hendra.


"Zahwa nggak asyik ah, ganggu, hihi." ucap Hendra sambil cengengesan.


"Resiko Bang, kalau nikah sama wanita beranak bayi." Sahut Shaina sambil menghadap ke arah Zahwa dan memberinya ASI.


"Cuma becanda doang kok," Hendra kembali memeluk tubuh Shaina. Tangannya kembali nakal ikut nimbrung di makanannya Zahwa😃 Shaina hanya diam, karena itu hak Hendra, apalagi sudah 2 bulan Hendra belum pernah ngapa ngapain.


Zahwa pun tertidur kembali


Hendra kembali beraksi.


GOOL


cut cut cut


Takut klo ada Bocil.


*


*


*


Pagi yang cerah, Hendra dan Shaina tampak sudah sholat subuh berjamaah setelah mandi bersama. Lho ada apa ya???


Lirih hati Hendra saat salaman dan mengecup jidad Shaina mesra.


"Sekarang kau adalah milikku se utuhnya, tak boleh ada rahasia, oke?" Ucap Hendra.


"Iya Bang,"


Maaf, tapi yang satu itu aku nggak bisa bilang Bang.

__ADS_1


Lirih Shaina lagi.


Selesai sholat Shaina pun turun ke dapur dan melihat masakan yang sudah di siapkan Bibi.


"Mah, Bang Hendra suka masakan seperti spa?" Tanya Shaina saat bertemu mertuanya di dapur.


"Dia nggak ribet ribet, semua dia makan, asal halal." Jawab Mamahnya.


"Mah, mulai hari ini aku yang akan ke kantoe menggantikan Bang Hendra, dan Bang Hendra akan ke mini market, biar dia santai cukup mengawasi karyawan." Ucsp Shaina.


"Ooh, bagus, aku ikut ya, biar nanti aku kenalkan sama semua karyawan." Ucap mamahnya.


"Oh ya Mah, bagaimana dengan Sisil? apakah perlu aku pindah ke cabang saja?" Tanya Shaina, karena dia tidak mau wanita itu nanti bermulut ember.


"Biarkan saja, kalau nanti dia ngapangapain kamu, kamu bisa pecat dia." Jawab Mamah Hendara. Lho, padahal kan Sisil itu suruhan Mamah Hendra. jangan jangan ni Ny.Linggar baik sama Shaina karena ada maunya hihi.


"Aku bawakan nasi Bang Hendra ke atas saja." Shaina pun mengambil lauk pauk untuk Hendra dan kembali ke atas.


"Bang, makan dulu." Ajak Shaina.


Shaina pun menyerahkan piring dan hangat.


"Suapin yank." Manjanya Hendra minta di suapin.


"Iya...sini!" Shaina akan menuruti semua kemauan Hendra, dia berjanji akan memberikan semua yang Hendra perlukan, tiap kali mengingat usia Hendra yang tak lama lagi, dia pun meneteskan air mata.


Selesai makan.


"Bang, aku kebawah sekalian makan dan ke kantor ya, apa Obang mau bareng, kalau tidak, biar aku pesan grabe saja.


"Aku antar saja, sekalian aku ke mini market." Hendra oun bersiap.


🌷🌷🌷


"Mas Fathir, bangun, udah siang nih." Ucap seorang wanita cantik yang terlihat sudah mandi basah.


"Kok nggak di bangunkan tadi de'." Balas Fathir.


BERSAMBUNG....


Mampir ya....

__ADS_1


Wanita Bercadar Biru


up eps 103


__ADS_2