Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Menyaksikan Pernikahn ke Dua(Sakiiit)


__ADS_3

Mereka sudah berkumpul di ruang makan, Hendra Laila Shaina kedua orang tua Hendra.


"Hen, ini Laila, malam ini setelah kita makan malam kita akan menikahkanmu dengan Laila."


"Ha? Laila? benarkah?"


Hendra menatap gadis berambut panjang itu lama. Shaina yang ada di samping Hendra hanya mampu menundukkan kepalanya.


"Iya Mas, aku Laila, gadis kecil yang dulu sering bersamamu di waktu SD."


Ucap wanita cantik itu.


"Dia?"


Hendra sedikit oleng dan menunjuk Shaina. Rupanya saat ini dia sedang kumat dan melupakan Shaina. seperti biasa, mereka akan pura pura tidak mendengar. Shaina dengan cepat menyelesaikan makannya.


"Bang, aku kembali ke kamar duluan ya."


Shaina pun berlalu dengan cepat, air matanya tak lagi bisa di bendung.


Ceklek


Bruk


"Hik hik hik...sebenarnya ada apa denganku, mengapa aku merasa sakit ya Allah...kalau ini takdirMU aku terima ya Allah, ikhlaskan hati ini."


Ceklek


"Kau?....Shaina?"


Ternyata Hendra sudah datang.


"Obang."


Hap


Shaina langsung memeluk Hendra erat, dan menahan tangis walau air matanya berjatuhan.


"Kenapa, ada apa sayang?"


Ternyata Hendra kembali mengingatnya.


"Obang? ayo!"


Shaina mengajak berbaring di ranjang, Shaina pun menggoda Hendra, dia bercerita dan ber angan angan. sampai akhirnya mereka hanyut dalam buaian malam, malam ini, mereka saling bertaut menyatukan cinta yang hampir hilang di ingatan Hendra. Hingga mereka selesai melakukan kegiatan pasangan suami istri dengan senyuman mengembang di bibir mereka.


"Obang, cepat mandi, bentar lagi isya."

__ADS_1


Ternyata tadi kan baru Maghrib. makan malam bersama.


Tok tok tok


"Hen, cepat ya, penghulu sudah datang, setelah isya kita akan melaksanakan pernikahan.


"Ha? pernikahan siapa?"


Tanya Hendra pada Shaina.


"Bentah Mah, biar aku urus."


Ucap Shaina.


"Bang, ayo mandi!"


Hendra pun mandi dan berpakaian rapi, yang di pasangkan oleh Shaina sendiri.


"Obang jadi imam ya?"


"Iya sayang."


Mereka pun sholat berjemaah bersama. ingatan Hendra masih bagus sejauh ini.


Apakah Obang akan menikah? apakah aku mampu ya Allah. Apakah semua ini sudah benar?


Air matanya pun kembali keluar. Dia mencium tangan Hendra lamaaa banget. Hendra pun membelai kepala Shaina.


Aku harus menulis deary, sebelum aku melupakan semuanya.


Lirih Hendra.


Rupanya dia ingat bahwa dia punya penyakit itu.


"Ayo kita keluar Bang!"


Ajak Shaina.


"Kau duluan saja ya...aku ada sedikit pekerjaan."


Shaina pun keluar menemui mertuanya.


Dengan cepat. Hendra mengambil bukunya, dan mulai menulis. Air matanya pun kini mulai menetes. banyak kata yang sudah dia tulis.


Ceklek


"Obaaaaang," panggil Shaina manja.

__ADS_1


Shaina masuk saat Hendra sudah selesai menulis dan menyimpan bukunya di bawah tumpukan bajunya.


"Iya sayang."


Hendra pun mendekati Shaina dan menggandeng Shaina menuju ruang tengah.


"Duduk sini!"


Shaina menyandingkan duduk Hendra dengan Laila di depan penghulu.


"Sda apa ini?"


Tanya Hendra.


"Dia Laila nak, wanita yang kamu cari selama ini." Ucap Ny.Linggar.


"Aku sudah menikah Mah, untuk apa aku mencari wanita lain?" Ucap Hendra.


"Tapi kemaren kamu yang panggil Laila!"


Ucap Ny.Linggar lagi.


"Benarkah?"


Hendra pun memandangi wajah Laila. kini bayangan mada kecilnya mulai timbul, di mana mereka sering naik pohon ceri dan memotong tebu di halaman. ada banyak teman, namun hanya wajah Laila yang hadir.


"Laila? jadi kamu laila?"


Kini Hendra oleng, wajahnya berbinar.


"Ayo penghulu! mulai saja!"


Papah Hendra menyuruh acara di mulai.


Shaina yang menyaksikan dari belakang hanya bisa diam, air matanya jatuh setetes demi setetes. Hatinya terasa teriris melihat semua itu. kilasan cerita bagaimana Hendra dulu mengejarnya hadir di pelupuk matanya.


"Sah."


Ketika mereka mengucap sah Shaina baru sadar kalau ijab kabul sudah selesai.


Hendra memeluk Laila dan mengecup jidadnya.


BERSAMBUNG....


😭komen komen


kenapa semua novelku komennya bsa di itung, apa tulisannya terlalu jelek, ataukh terlalu sempurna😃😃😃banyak typo.

__ADS_1


padahal itu bikin semangat Ku bangkit


__ADS_2