Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Mengintai Seseorang


__ADS_3

"Obang, besok Mamah ngajak Shaina berobat, bagaimana menurut Obang?" Tanya Shaina.


"Emang harus ya? apa masih sakit?"


"Iya Bang, masih sakit, nyeri nyeri gitu," Jawab Shaina.


"Oh, kalau begitu, ayo kita ke luar kota! aku akan menemanimu ke sana." Ucap Hendra.


"Tapi kan luka Obang belum sembuh? nanti kenapa napa lagi, aku sama mamah, sopir juga Ummi saja, nggak papa kok, cuma 2 hari doang." Tawar Shaina.


"Nggak Ocan, aku nggak bisa pisah lagi sama kamu, aku pengen deket terus sama kamu, udah sangat lama lho aku nunggu saat ini." Bujuk Hendra.


"Tapi kan nggak ngapa ngapain juga." Spontan Shaina berucap demikian.


"Emang mau ngapain?" Hendra pun menatap wajah Istrinya itu tanpa berkedip.


"Hihi, nggak kok." Shaina pun malu dan kini wajahnya bersemu merah.


"Yeee... pasti kamu mikirin MP kita kan?" Canda Hendra lagi yang membuat Shaina tambah malu.


"Au ah, ayo di habiskan makannya.


Hendra pun melahap makanan yang terasa enak siang ini, sudah lama Hendra tak memakan masakan rumah, karena dia pergi dari rumah.


☘️☘️☘️


"Bos, kita mau ke mana? kok nggak nyampai nyampai?" Tanya ketua preman.


"Kita akan keperusahaan yang aku pimpin, perusahaan Manae Grop." Ucap Fathir.

__ADS_1


"Baik Bos," Preman atau Bang tejo itu pun melajukan motornya dengan kecepatan Full.


setelah,menempuh lerjalanan 1 jam Akhirnya mereka pun sampai.


"Woooow...Bos kerja di sini?" Tanya Tejo.


Fathir hanya mengangguk.


Mereka pun masuk ke mall yang ada di bawah kantor Fathir.


"Selamat siang Bos." semua karyawan menyapa, Fathir sangat di segani di perusahaan itu, selain Tampan Fathir sangat ramah walau pun terlihat dingin, namun dia tidak pernah membentak atau marah kalau karyawan punya salah.


"Mmm." cuma itu jawaban Fathir sambil melambai. Tejo yang melihat karyawan seksi dan cantik cantik itu pun terpana.


"Hey, kau, kemarilah!" Fathir melambai pada seorang karyawati, wanita itu pun segera mendekat, kesempatan sekali kalau ada karyawan yang di suruh oleh fathir hati mereka pasti berbunga bunga dapat berhadapan langsung dengan Fathir.


"Ada apa Bos?" Tanya Wanita itu.


"Baik Bos." Wanita itu pun membawa tejo menuju gudang dan menyuruh pilih baju ganti. di sana juga ada kamar mandi yang biasa karyawan lembur untuk mandi.


"Mas siapa namanya?" Tanya karyawan tersebut.


"Tejo, kalau kamu?" Tanya Tejo balik.


"Saya Mira. Silahkan Mas mandi, biar saya tunggu di depan nanti saya antar ke ruangan Bos."


Tejo pun mengerti dia memilih baju kemudian masuk kamar mandi, selang 5 menit dia pun sudah selesai.


Aroma wangi dan terlihat rapi karyawan tersebut terpesona melihat Tejo yang sudah bersih.

__ADS_1


"Ada apa? apa ada yang salah?" Tanya tejo.


"Oh, nggak, tadi kok kelihatan jorok gitu, sekarang kok bisa rapi, emang Bos dapat dari mana orang seperti mu?" Tanya karyawan itu heran.


"Hihi, tadinya aku ingin membegal Tuan itu."


"Hah? apa? becanda kamu, orang 100 pun bakal kalah dapat Bos apalagi kamu cuma cengkring gini, ayo!Bos pasti sudah nungguin."


Mereka pun ke lantai 3 untuk menemui Bos Fathir.


Tejo



Tap


Tap


Tap


Tok tok tok


Ceklek


"Masuk!"


"Terimakasih Bos."


"Duduklah..............aku ingin kau mengintai seseorang, mau pun malam siang atau di mana saja. ini fotonya, gerak geriknya laporkan ke padaku. Alamat orang itu, akan aku kirim."

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2