Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Hamil bohongan


__ADS_3

Shaina membeli testpak 2 buah dan membawa beberapa buah apel. kemudian dia kembali ke rumah.


"Dari mana kamu? tuh Hendra mencarimu terus!"


Ucap Ny.Linggar.


"Bang Hendra minta belikan apel Mah."


Jawab Shina, sambil memperlihatkan apel di tangannya.


"Benarkah? pasti ini karena Laila sedang hamil, ini namanya istri yang hamil, suami yang ngidam." Ucap Ny.Linggar sangat senang


"Lailaaaaa...kemarilah!"


Ny.Linggar berteriak kecil memanggil menantu kesayangannya itu.


Tap tap tap


"Ada apa mah?"


"Kamu pengen apel? Shaina, berikan setengahnya padanya!"


Tanpa menunggu jawaban dari Laila atau Shaina Ny.Linggar pun mengambil kantong kresek apel dan mengambil beberapa buah.


"Ini!"


Dia menyerahkan kembali sisanya.


"Maaf mah aku ke kamar dulu."


Shaina pun pamit dan masuk ke kamarnya.


Ceklek


"Obang! kau di mana?"


Shaina tidak menemukan Hendra di kamar.


"Apa di kamar mandi?"


Ceklek.


"Obang? ada apa? kok diem di situ?"


Hendra hanya diam di atas closed.

__ADS_1


"Huak huak."


Shaina muntah karena mencium bau menyengat. Dia pun keluar dan mengambil maskernya. Kembali ke kamar mandi.


"Obang BAB? kok nggak di siram?"


"Kakak.. tolong."


Shaina pun menyiram kotoran Hendra, dan mencuci dengan telaten.


Ceklek


"Shaina Mas Hendra mana? aku pengen Huak..huak, bau apa ini?"


Ternyata Laila yang masuk.


"Laila, sini!"


Shaina pun memanggil Laila.


"Ada apa?"


Laila menengok Kamar mandi.


"Hah? apa ini? kok berantakan?" Terlihat sabun mandi di lantai juga alat mandi lainnya.


Shaina ingin membangunkan Hendra yang duduk di lantai.


"Dia BAB di situ? bau banget, aku tak tahan ah."


Laila pun keluar dengan muntah muntah.


"Ada apa Laila?"


Ny.Linggar juga datang menengok.


"Mas Hendra BAB di lantai mah, aku nggak tahan."


"Ah, masa?"


Ny.Linggar pun masuk dan terkejut.


"Shaina, kamu bereskan ya, aku tidak tahan juga nih."


Dia pun pergi meninggalkan Shaina yang terlihat membersihkan Hendra.

__ADS_1


"Ada apa mah? kok berisik?"


Papah Hendra yang baru datang untuk makan siang heran melihat Laila tadi keluar dari kamar Shaina, juga istrinya dengan tangan menutupi hidung.


"Tuh Hendra sangat parah Pah, masa BAB di lantai?"


Mamah Hendra pun pergi ke kamar Laila.


Sementara Papah Hendra menuju kamar Hendra.


"Obang...separah inikah kondisimu sekarang...Bang... ini sudah bersih...oh ya aku punya kabar gembira lho, mungkin saja aku sedang hamil sekarang, tapi aku tidak ingin mamah tau kondisi ini, aku melihat mamah sudah berubah, bahkan sesekali dia memperlihatkan kebencianya padaku. hanya kamu Bang, yang membuat aku bertahan di sini."


Lirih Shaina, namun masih bisa di dengar oleh Papah Hendra.


Dia pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar mandi dan kembali keluar.


Apa benar Shaina hamil? dan Laila juga sedang hamil.


Bathin pa Linggar


Laila sudah mengumumkan kalau dia sedang hamil, padahal se ujung kuku pun Hendra belum pernah menyentuhnya. Dia ingin warisan Hendra, bagaimana pun caranya.


"Laila? kau harus melahirkan pewaris keluarga Linggar ingat itu!"


Ucap Mamah Hendra pada Laila saat mereka sudah berdua.


"Mah, Mas Hendra sekarang sudah sangat parah, aku sedang hamil mah, aku nggak bisa dekat dekat lagi dengan dia, dia sangat jorok."


Ucap Laila.


"Biar Shaina yang mengurusnya, kau cukup lahirkan pewaris keluarga ini, kalau kau melahirkan seorang perempuan, maka kau akan terusir dari rumah ini."


Ucap Ny. Linggar mengancam.


"Aku yakin akan melahirkan anak laki laki msh."


Bagaimana melahirkan, hamil juga nggak😃


"Kalau kau melahirkan anak perempuan, kita akan cari cara untuk itu!"


Ucap Ny.Linggar yang membuat Laila binging.


"Maksudnya?"


Tanpa mereka sadari, ada sepasang telinga sedang menguping di balik pintu depan.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2