
'Bos, Target terlihat ke luar kota, apakah aku harus mengikutinya?' Ucap preman itu, kita namai saja dia Salman😁
'Iya, kau harus mengikutinya, dan jangan sampai kehilangan jejak.'
'Baik Bos.'
Salman pun mengendarai motor Ninjanya yang di belikan Fathir( kapan belinya ya?😄)
Dia mengikuti perjalanan Shaina dan Hendra.
*
*
*
"Kita akan mencari Hotel di kota ini, karena Rumah sakit sudah dekat dari sini." Ucap Ny.Linggar.
Pak sopir pun menuruti perintah dan mulai mencari Hotel mewah. Di sebuah gedung yang tinggi menjulang, dia pun memarkirkan Mobil mereka.
"Biar aku saja yabg bertanya Nyonya." Sopir itu oun turun dan menuju resepsionis.
Tak berapa lama dia kembali.
"Nyonya, masih banyak kamar kosong, mari!" Sopir pun membukakan pintu dan Shaina juga Hendra yang sudah bangun pun turun duluan.
"Obang, kepalanya masih sakit?" Tanya Shaina saat mereka turun."
"Nggak kok sayang, sini biar Zahwa aku yang gendong." Hendra menawarkan diri untuk menggendong anak sambungnya yang cantik.
"Nggak Bang, aku bisa kok, lagian masih kecil juga." Jawab Shaina.
"Nak sini, biar Ummi saja, nggak papa kok nak." Cicit Umminya ingin mengambil Zahwa.
"Nggak Mi, Shain bisa kok sebentar juga sampai, nanti kalau Shain berobat, pasti Ummi yang akan di repotin." Jawab Shaina.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai Lobi dan memesan kamar Vip.
***
Ceklek
"Shain tunggu!" Ketika Hendra membuka pintu Ummi tiba tiba memanggil.
"Ada apa Mi?" Shaina jadi heran.
"Biar Zahwa sama Ummi, nanti kau kerepotan." Sahut Ummi.
"Nggak papa kok Mi, Zahwa juga pinter kok." Ucap Hendra.
"Nggak papa, ayo! biar Zahwa sama kami saja, lagian kan ASInya bisa di peres, biar nanti antar ke kamar sebelah ya!" Ny.Linggar tiba tiba mengambil Zahwa xsri gendongan Shaina. Lagian dia mungkin nggak rela kale melihat mantunya sibuk sama bayi, sementara anaknya manggut manggut sendiri.
"Mah, maaf merepotkan." Akhirnya Shaina hanya bisa bilang maaf, wong bayinya sudah berpindah tangan.
"Nggak papa Yuk Mi!" Ny.Linggar pun menggandeng pindak kurus besannya dengan tangan yang satunya. Mereka pun masuk kamar masing masing.
Buk
"Ocan! kemarilah!" Hendra memanggil istri mungilnya sambil memejamkan mata.
Buk
Shaina pun merebahkan dirinya di pergelangan tangan suaminya. Karsna tak ada pilihan, wong Hendra menguasai tempat itu.
Hap
Hendra memeluk tubuh mungil dan mengecup Jidad istrinya penuh perasaan.
"Obang, maaf." Ucap Shaina tiba tiba.
"Kenapa? kok kamu banyak minta maafnya?" Tanya Hendra, setiap kata kata Shaina slalu saja minta maaf, itu sih yang di dengar Hendra.
__ADS_1
"Bang, setiap orang itu pasti banyak salahnya, kalau Shain salah dan minta maaf, teus Obang maafin, kan Shain nggak dosa lagi kan?" Jawab Shaina sambil memeluk tubuh suami tampannya.
"Mmmm, kalau begitu Obang minta maaf juga ya?" Ucap Hendra kembali.
"Untuk apa?" Malah bertanya balik.
"Laaaa, kan Kamu yang bilang, kalau hidup itu harus sering minta maaf."
"Hahaha." Mereka bertawa bersama.
Lobi......
'Bos, aku sudah mengikuti mereka sampai tempat terakhir mereka. sekarang apa yang harus aku lakukan?' ucap Salman.
'Kau pesan kamar berjarak 2 buah kamar di sebelahnya, faham?' ucap Fatjir.
'Baik Bos, untuk apa kamar itu Bos? apa aku harus menginap di Hotel semewah ini?'
Tanya Salman terlihat girang, pasti sangat nyaman dan empuk, dalam pikirannya.
'Ya buat aku lah, aku akan menyusul ke sana, kau share look, enak aja, kau nanti tidur di bawah, kita tidur sekamar, cepat ya.'
tut
Fathir mematikan Telponnya.
Fathir akan menyusul ke luar kota dan menginap di hotel yang sama dengan Hendra juga Shaina.
BERSAMBUNG.
Terimakasih readerku semua. Berkat kalian, like dan komen.Novel ini kembali lolos kontrak
2 juni 2022
Jajakimullah khoiran katsiran aamiin
__ADS_1