
"Mamaaaa, mama mana pa?" Rangga sudah siuman, dan dia terlihat sehat.
"Sayang, syukurlah kau sudah sehat, kalau kau benar benar pulih, kita akan pulang ya! oh iya. Kak Zahwa juga sudah pulang lho!"
Ucap Fathir.
"Benarkah? apa kak Zahwa sudah tidak marah lagi?" Tanyanya.
"Nggak kok, kak Zahwa sayang kok sama Rangga, sekarang Rangga makan duku ya? nanti kalau sehat biar kita pulang dan bisa kumpul kembali sama Zahwa ya?"
Fathir pun menyuapi bubur untuk Rangga. Rangga bersemangat makan karena ingin bertemu Zahwa.
"Helo Rangga, udah sehat, waah makan yang banyak ya?"
Suster yang jaga pun menggoda Rangga biar dia terhibur.
"Sus, boleh pulang hari ini nggak? aku mau ketemu sama kakakku dan minta maaf."
Ucap Rangga.
"Tentu sayang, kakau Rangga udah sehat tentu boleh pulang hri ini. Makan yang banyak ya!"
Suster pun memeriksa infus rangga dan tekanan darahnya.
...
...
...
"Hey...lepaskan aku! aku mau ke roilet."
Ucap Laila yang masih teringat di ruang tamu kontrakkan."
Dret dret
Hp ujang berdering.
"Nona Shaina."
Bisiknya lada rekan yang lain.
'Helo Bos!'
Sapanya
'Ujang, Zahwa udah ketemu, taoi ternyata yang membawanya selama ini Nenek nya dan juga Laila. apa kau masih bersama Laila?'
Tanyanya.
'Iya Bos, trus harus kami apaan dia Bos?"
Tanya Ujang lagi.
"Bawa dia ke kantor polisi, karena dia juga terlibat." Ucap Shaina.
__ADS_1
"Baik Bos."
Tap
Tap
Tap
Hap
"Mari ikut kami!"
Ajak Ujang
"Mau di bawa ke mana aku? lepaskan!"
Laila memberontak.
"Kau akan kami bawa ke kantor polisi, ayo cepat!" Ujang menarik paksa Laila
"Tunggu! aku sakit perut, izinkan aku untuk ke kamar mandi dulu sebentar."
Pinta Laila. Itu hanya alasannya saja, pasti sedang mencari cara untuk melarikan diri.
"Baiklah, hanya 5 menit!"
Ujang melepas cengkraman nya dan mengiringi Laila masuk kontrakkan kembali.
"Mau ke mana kau?"
"Aku akan mengawalmu sampai depan Wc, aku takut kau akan kabur, cepatlah!, jangan buang waktuku, atau kepalamu akan terlepas dari tubuhmu."
"Iya iya, ah."
Laila pun masuk ke dalam Wc dan merencanakan sesuatu.
"Aku harus melarikan diri dari sini, aku harus bisa." gumamnya.
Dia terus memutar otak untuk muluskan pelaruannya.
"Apa aku rayu saja ya dia."
Cling
Ide gi la keluar dari otaknya.
Ceklek...
"Baaaang, ke marilah!"
Suara gemulai Laila kini sedang merayu Ujang yang memang terlihat seperti buaya darat.
"Apa!"
Awalnya Ujang kasar, namun saat melihat pemandangan Laila sudah melepas baju kaosnya dan memperlihatkan separo badannya yang menggoda.
__ADS_1
Bukit kembar Laila yang memang masih Virgin, karena belum di sentuh Hendra sebelumnya. sangat menggo da ujang.
Tap
"Kau ingin bermain?"
Tanya Ujang.
"Hmmm." Laila menggigit bibir bawahnya.
Dia memeluk Ujang namun ternyata dia mengambil kunci kamar mandi, dan menuker tempatnya. Dan melemper baju kaosnya keluar.
"Hmmmmh," Laila sengaja pura pura menggelinjang saat Ujang bermain gila di atas bukit bukit itu.
Bruk
Bugh
Laila mendorong Ujang kasar hingga lelaki itu terjatuh di pojokan, dengan sigap Laila keluar dan mengunci pintu.
Hap
mengambil baju kaos dan secepat kilat memakainya.
"Tolooong."
Teriak Ujang yang ada di dalam kamar mandi, sementara,Laila,sudah hilang lewat pintu belakang.
"Ujang, ada apa?"
2 temannya yang sedang santai di depan pun
kaget dan berhamburan mendekati Ujang yang berteriak.
"Ujang, (Bugh bugh ), kau di dalam?"
"Buka kuncinya!" Ucap Ujang.
Mereka pun sadar kalau Ujang sekarang sedang terkunci.
Ceklek
"Sialan, kejar!"
Ujang pun berlari kebelakang namun tidak menemukan Laila, tentu saja Laila sudah jauh meninggalkan kontrakkan itu naik Ojek yang ada di pangkalan sebelah.
"Sialan, bagaimana ini?" Ujang sangat kesal.
"Pasti kau tergoda dengan godaannya kan? dan akhirnya kau tertipu heh?"
Ucap temannya. Ya memang betul dia tergoda dan membuat Laila lolos.
"Ayo kita cari saja, jangan banyak bicara."
Mereka pun menyusuri gang kecil yang ada di belakang rumah kontrakkan teraebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG....