
Sebelum Salma ke Jepang.
'Hello, Salma, Assalamualaikum, aku Shaina, bisa kita bertemu?' Suara Shaina dari telepon.
'Ooh wa alaikum salam, Mbak Shain, ada apa mbak?' Salma terdengar bingung.
'Apa kau ada waktu? kita bertemu sore ini.' Pinta Shaina
'Iya mbak bisa, tapi ada apa?' Salma penasaran.
'Temui saja aku, nanti aku jelaskan.' Ucap Shaina.
'Baik mbak.' Jawabnya.
'nanti ku kirim lokasi ya, yang paling deket dengan rumahmu, assalamualaikum.'
Sebelumnya Zeze telah menelpon Shaina dan menceritakan keadaan Fathir yang kacau dan clubing pada Shaina, karena mereka rekan bisnis, maka mereka tentu saja akrab.
...
...
...
"Assalamualaikum Mbak Shain." Salma sudah datang dengan menggunakan motor maticnya sendirian.
"Wa alaikum salam." Sementara Shaina menggunakan mobil dengan sopir pribadinya, langsung dari pulang kantor.
"Ada apa mbak?" Salma tak sabar ingin mengetahui kabar dari Shaina, mengapa Shaina menyuruhnya menemuinya.
"Siapkan dirimu, besok kau akan ke jepang bersama mbak Zeze!" Ucap Shaina tanpa mendengar persetujuan Salma.
"Ha? untuk apa mbak?" Salma tambah bingung dibuatnya.
__ADS_1
"Fathir dan Salman hari ini tadi berangkat ke Jepang. Di sana sedang musim semi, pasti sangat indah." Ucap Shaina.
"Mas Fathir ke jepang? mengapa dia tidak memberi tahuku?"
Salma terlihat sedih. Dia kira Fathir memberi tahu Shaina. Atau mungkin mengajaknya juga.
"Salma, aku juga tidak tau lho! tapi Zeze yang memberitahuku, kau harus mendekatinya, jangan Jaim, coba kau lebih agresif, simpan rasa malumu, dia suamimu lho!?"
Shaina bersemangat sekali ingin menyatukan Salma dan Fathir.
"Tapi aku tidak pernah ke luar negeri mbak, bagaimana kalau aku tersesat, atau mungkin dia mengusirku, karena telah mengusik liburannya." Salma terlihat frustasi sendiri.
"Tidak mungkin, kau akan berangkat bersama Mbak Zeze, anggap saja dia Mbakmu, seandainya Fathir tak bermasalah denganku, aku pun mau kok membantumu ke sana." Shaina tulus, dia ingin Fathir bisa menjadi ayah yang baik bagi Zahwa dan anak yang di kandung Salma kelak, menjadi orang yang bertanggung jawab.
"Baik mbak, aku bersedia."
"Bagus, ingat, kau harus lebih agresif, mengerti?"
"Mmmm." Salma mengangguk.
Mereka pun menghabiskan Jus yang tadi di pesan, dan keluar bersamaan.
mereka berpelukan dan akhirnya pergi sendiri sendiri meninggalkan tempat.
...
...
...
Jepang 14.00
"Mas, emch."
__ADS_1
Fathir yang sedang tidur siang terbangun, saat merasakan kecupan hangat di pipinya pelukan erat dan menyentuh kulit seseorang.
"Salma?" Ketika dia membuka matanya Salma sudah ada di sisinya, di dalam selimut yang sama hanya menggunakan Sarang burung walet yang di berikan Shaina sebelum berangkat ke Jepang.
"Mas, maaf, aku di ajak mbak Zeze kemari, aku juga pengen liburan, mengapa Mas nggak ngajak ngajak." Ucapnya manja di telinga Fathir. Fathir hanya diam. dia tidak mungkin mendorong Salmakan? entar jatuh, trus kalau ke guguran gimana?
"Nggak papa kok," Awalnya cuek tubuh Salma nempel berat di tubuhnya, sedang dia hanya menggunakan kolor tanpa baju. namun lama kelamaan Salma bermain gelitik dan meraba raba tubuh Fathir manjaaaah.
Kesetrum tuh si Cool.
Tak bertahan lama, siang ini pun mereka bermandikan keringat berakhir dengan kecupan mesra dari Fathir.
"Maafkan aku," Fathir meraba perut Salma lembut, dan kemudian mengecupnya.
Salma yang melihat pun jadi meneteskan air mata.
Mbak Shaina dan mbak Zeze, terimakasih perhatian kalian, aku akan mengingat kebaikan kalian ini.
Lirih Salma.
Akhirnya mereka tertidur, sampai azan Ashar berkumandang. Entah tu jadi apa sprei Hotelπππ
Salma terbangun duluan dan baru ingat tentang amplop tebal pemberian shaina. Dia pun melihatnya sambil mengambil baju ganti. Salma terbelalak saat melihat isinya ada buanyak uang ratusan ribu rupiah di sana. mungkin sekitar 100 juta.
...
...
...
Pagi cerah di kota Jepang.
Tampak Salma dan Fathir berjalan jalan di sepanjang jalan di bawah pepohonan bunga Sakura yang sangat indah.
__ADS_1
Tangan Salma terus nempel di tangan Fathir tanpa terlepas.
BERSAMBUNG...