Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Clubing lagi


__ADS_3

"Salma? kenapa? kok nangis?" Tanya Ummi yang melihat Salma menyeka air matanya.


"Nggak Mi, perih ini, mungkin kemasukan binatang kecil," Sahutnya.


Ternyata Salma lah orang yang ada di dekat kamar kecil tadi. Betapa hancurnya hati Salma mendengar Fathir ingin kembali ke pangkuan Shaina. Walau dia tau kalau Shaina menolaknya mentah mentah.


"Ayo di makan lagi, masih banyak ini, mubazir." Ucap Ummi pada Salma.


Sementara di Kamar kecil.


"Tuan, tolong jangan ganggu aku dan Bang Hendra lagi, kita sudah sama sama berkeluarga, Salma juga sedang hamil anak Tuan, jangan mengulangi kesalahan yang sama." Ucap Shaina mengingatkan.


"Shain, apa kau benar brnar tidak ingin menerimaku? aku bisa menunggumu, kalau Hendra tiada, aku akan menceraikan Salma atau..."


"Astagfirullah, Tuan tolong, setelah ini kita jangan bertemu lagi, silahkan kau menemui Zahwa, lewat perantara Ummi, aku tidak ingin melihat wajah Tuan lagi permisi." Shaina pun berjalan hendak melewati Fathir.


Hap


"Shaina, beri aku kesempatan." Fathir mencengkram tangan Shaina erat.


"Tuan! Lepaskan!" Shaina menghentakkan tangannya, namun cengkraman Fathir begitu kuat.


"Ku mohon," Kali ini Fathir duduk bersujud di kaki Zahwa.


"Tuan, tolong jangan buat aku tambah masalah, aku bukan pelakor, Sbelum aku benar benar membenci Tuan, tolong lepaskan !"


Teriak kecil Shaina sedikit di tahan, karena malu kedengeran orang.

__ADS_1


Fathir pun pelan pelan melerai genggaman tangannya dengan air mata yang menetes, wajah tampannya kini seakan tak berharga di hadapan Shaina.


Tap tap tap


"Ummi, ayo kita pulang! Mas, ayo! Salma, kami duluan ya, kamu tunggu Fathir dulu." Shaina pun mengangkat Zahwa dari pelukan umminya dan berjalan menuju mobil.


"Lho kok terburu buru? Ummi jadi Heran, sementara Hendra yang sedikit pusing hanya mengikuti Shaina berjalan menuju mobil.


" Terimakasih Shaina." Ucap Salma, ucapan itu mewakili segalanya.


Terimakasih karena kau telah menolak Fathir.


Lirih hati Salma. Air matanya pun menetes.


"Salma, ayo!" Tiba tiba Fathir datang dan mengajaknya pulang, makanannya udah di bayat Shaina ya Thor. Salma lun berdiri mengiringi suaminya, Fathir begitu dingin dan tidak bersahabat.


"Baiklah Mas." Jawab Salma.


Apakah kau akan mendatangi Shaina lagi?


Bathinnya lagi.


Ceeet


"Kau masuklah, aku langsung berangkat." Ucap Fathir, setelah salaman, Fathir pun pergi melaju di jalanan yang siang ini terlihat sepi.


🌷

__ADS_1


🌷


🌷


Club malam 22.00


"Mon, loe ngalain kemari lagi?" Ucap teman lamanya yang tau bahwa Fathir sudah muallaf.


"Aku lagi kacau nih, pertama jatuh cinta, namun kini wanita itu menolakku mentah mentah." Jawab Fathir terlihat hampa.


"Bukankah kau sudah menikah? lalu siapa yang kau maksud?" Ucap temannya lagi.


"Seseorang di masa lalu, ibu dari anak pertamaku. Suaminya sedang sakit keras, aku berharap dia akan kembali kepadaku, kalau suaminya tiada." Ucap Fathir bercerita.


"Hey Tuan tampan, 10 wanita bahkan 100 pun bisa kau dapatkan, mengapa mengharap seseorang yang pernah kau tiduri?"


"Hey, jangan asal bicara kau. Dia adalah wanita satu satunya di hatiku, jantungku berdetak keras saat ku menatap keteduhan matanya. Dia idaman semua lelaki."


Fathir membayangkan saat malam itu, menatap wajah cantik yang tertidur pulas di bawahnya.


"Ah sudahlah, terserah kau saja, aku mau asoy geboy." Seorang wanita cantik pun mendekati temannya dan melingkarkan tangannya di pundaknya.


Sementara Fathir terus meneguk minuman haram itu tanpa Henti, akhirnya dia pun mabok berat.


"Shainaaaa...shainaaa...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2