Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Rencana Kandas karena Zahwa


__ADS_3

Club Malam.


"Hey, siapa namamu, aku ingin kau memberikan minum pada lelaki itu, lihatlah! aku akan memberimu upah yang sangat banyak." Bujuk Fathir pada gadis malam yang duduk di sampingnya, dan menunjuk pada seseorang target yang akan dia lenyapkan malam ini.


"Memangnya Tuan berani bayar berapa?" Tanya wanita malam itu.


"Berapa pun yang kau inginkan akan aku berikan." Jawab Fathir santai dan dingin, tanpa menatap sedikitpun pada wanita itu.


"Sebuah rumah?" Canda wanita itu seperti becanda, sambil tertawa kecil.


"Setuju, aku beri waktu kau 10 menit."


Fathir oun menyandarkan tubuhnya di sofa dan menutup matanya, sambil menghirup Asap rokok dalam dalam dan sekalian menelannya, hatinya sangat kesal dan jengkel, karena Shaina benar benar telah menjauh darinya.


"Apa tuan becanda, heh. mana ada hanya untuk membius seseorang tuan berani bayar sebuah rumah." Ucap wanita itu tak percaya.


"Kau kerjakan saja, baikalah.......Ini DP."


Fathir mengeluarkan uang 10 lembar dari tas kecilnya.


"Hah? baiklah, baik Tuan." Wanita itu mengambil uang dia sumringah, lalu dia mengawasi lelaki itu, dan mengambil minum yang sama dengan laki itu.


"Sayaaaang, mari aku temani." Wanita itu bergulit manja di samping target Fathir.


"Hemmmm." Lelaki itu lun men cium pipi wanita, kesempatan wanita itu, dia pun mengambil air minum lelaki dan menukarnya dengan punyanya.


"Ayo kita bersulang.-


Cessss

__ADS_1


Lelaki itu lun meminum habis minumannya.


"Mari tuan, kita pindah tempat." Sebelum lelaki itu pingsan sang wanita sudah membawanya berjalan keluar. Ini di luar lerintah Fathir, ternyata wanita itu punya inisiatif.


Hap


Fathir merangkul lelaki yang sudah terlihat teler.


"Kau masuk ke dalam, besok aku akan kemari lagi." Sang wanita pun percaya, seandainya tidak kembali pun, kan dia udah dpat 1 juta DP dari Fathir.


Fathir membawa lelaki menjauh menuju Luar kota.


🌷🌷🌷


"Di mana aku? oooh, kepalaku sakit sekali." Seorang lelaki paruh baya terlihat meringis sambil memegangi kepalanya yang terada pusing.


"Hmmm, kau sudah bangun? baguslah, agar kau bisa merasakan apa yang aku rasakan sekarang." Ucap Fathir sambil memegang senjata di tangannya.


"Kalian orang orang kaya, tentu sesuka hati bisa membeli apapun, termasuk wanita yang mana saja kalian mau." Ucap Fathir, wajahnya datar dan terlihat dingin.


"Apa maumu? kalau kau ingin Uang akan aku berikan, tapi ku mohon lepaskan aku!" Mohon lelaki yang sudah di ikat ke dua tangannya.


"Heh, kalian memang bisa membayar, tapi kalian tentu tidak akan bisa menyembuhkan hati seseorang kan?" Ucap Fathir lagi.


"Aku tidak paham maksudmu Tuan, berapa yang kau ingin, aku akan memberikannya."


Ucap lelaki itu lagi.


"Tidak, aku tidak perlu uang, aku hanya perlu nyawamu untuk dapatkan uang."

__ADS_1


Fathir pun mengarahkan senjata ke kepala Lelaki tua itu.


"Ampun Tuan, ku mohon, aku masih punya anak istri Tuan, tolong, bagaimana dengan mereka?"


Deg


Hati Fathir bergetar ketika mendengar kata anak. Dia teringat Zahwa. Sesaat terdiam.


"Tidak! aku tidak perduli dengan itu, aku tidak punya siapa siapa." Ucapnya.


"Tuan tolong. kasian anakku yang kecil, siapa yang akan memberinya makan, aku punya bayi berusia 2 bulan, kami baru mendapatkan karunia setelah menunggu 10 tahun menikah." Ucap Pria itu lagi.


Kali ini Wajah Zahwa hadir di pelupuk matanya, seakan gadis kecilnya itu mengatakan


jangaaaan papah.


Fathir menjatuhkan pistolnya yang tadi sudah dia pegang erat.


"Tuan, kasihani kami." ucap pria lagi.


Salman yang melihat adegan itu pun deg degkan, walau pun dia preman jalanan, namun dia tidak pernah benar benar membunuh orang.


"Mengapa kau ke club malam itu?" Tanya Fathir.


"Kami ada janji dengan rekan bisnisku, dia yang menyuruhku menunggu, aku sebenarnya sudah berhenti ke club malam sejak setahun lalu saat istriku mau hamil. Tuan tolong aku." Rengek pria itu lagi.


"Baik, aku akan tetap melenyapkanmu, tapi ada satu permintaan yang akan ku berikan padamu. yang mungkin bisa menyelamatkan hidupmu namun tidak ragamu.


"????" Pria itu melongok bingung

__ADS_1


Kali ini dia melihat tawa Zahwa di pelupuk matanya. benar benar manis.


BERSAMBUNG....


__ADS_2