
Zahwa terus menangis minta di antar pulang, namun Luna terus membujuknya.
"Mamaaaa." Rengeknya.
"Sayang ini Nenek Nak, mama lagi sibuk ngantor ya, nanti nene antar kok."
Bujuk Luna atau mantan istri pa Linggar yabg baru keluar dari penjara.
"Tante, emang mau di apain anak ini?"
Ternyata Luna tak sendirian dalam melakukan aksinya ini, dia bersama Lala mantan istri Hendra.
"Kita akan minta tebusan semahal mahalnya, lagian mereka berdua sama sama pengusaha kaya raya." Ucap Luna lagi.
"Benar juga ya? oh iya, bagaimana kalau aku pura pura menyelamatkan Zahwa, mungkin saja aku bisa menjadi istri sirinya si Fathir itu." Ucap Lala lagi.
"Trus...bagaimana dengan tebusannya? malah aku nanti tidak kebagian."
Protes Luna.
...
...
...
"Hik hik hik." Shaina terus menangis di kamarnya, walau sudah di laporkan ke polisi namun titap saja Shaina merasa takut, bagaimana bisa anak semanja Zahwa bisa terpisah jauh dari dirinya.
"Yola...mengapa kau mengajak Zahwa mainan di halaman heh, sudah ku bilang kalau mainan jangan di luar, cukup di dalam saja! dasar tak penurut"
Fathir pun marah marah tak karuan. Tak luout Yola pun kena imbasnya.
"Maafin Yola paaa,"
Yola akhirnya ikut menangis karena takut di omelin papa nya.
__ADS_1
"Beng, sudah ah, kasian Yola, itu bukan salahnya, tapi salah aku yang tidak bisa menjaga mereka bertiga." Cecer Shaina sembari mendekati Yola yang duduk di lantai.
"Aaaaaah, Bugh bugh bugh."
Fathir memukul pintu kasar, hingga tangannya pun mengeluarkan darah.
"hik hik hik.Papaaaaaa."
Yola makin histeris melihat darah mengucur dari tangan Fathir.
"Beng...sadar. Biiiii tolong bawa Yola keuar!"
Teriak Shaina.
"Baik Nyonya."
Yola di bawa Lala yang sedang duduk di ruang tamu.
Hap
Shaina memeluk Fathir dan membawanya duduk di ranjang.
"Shaina, Zahwa, dia anak pertama kita, anak yang telah menyatukan kita. Shaina, di mana dia, hik hik hik."
Fathir pun kali ini menangis. Sedang Shaina memberi obat luka di luka Fathir. Sambil sesekali menyeka air matanya yang mengalir, namun dia mencoba menahan isakannya.
Brak
Fathir berdiri.
"Mau ke mana Beng?"
Shaina pun ikut berdiri, Terlihat Fathir mengambil kunci motor dan juga jaketnya.
"Mau ke mana Beng?" Teriak Shaina lagi berulang ulang.
__ADS_1
"Aku harus menemukan anak itu, bagaimana bisa dia tidur tanpamu, dia tidak akan bisa tidur kalau berpisah darimu!" Suara Fathir menggema di kamarnya.
"Ada ala lagi sih?"
Pa Linggar yang mendengar keributan lun ikit berbicara.
"Zahwa nelim ketemu pa."
Sahut Shaina.
Fathir pun keluar, dan mengambil Hpnya.
Dia mulai menghubungi benerapa orang.
...
...
...
Dan benar saja, mereka bertemu di suatu tempat di rumah pinggiran kota. ada Ujang Baron dan teman teman lainnya teman waktu mereka adalah pembunuh bayaran.
"Aku ingin kali ini kalian bekerja untukku, berapa pun akan aku gajih, kalau kalian bisa menemukan Zahwa." ucapnya.
"Mon, kai hebat, dulu kau bekerja lda kami, dan sekarang malah kami yang bekerja padamu." Ucap Ujanh.
"Maaf, aii Fathir, bukan Damon lagi." jawabnya.
Drettt
Telpon Shaina berdering yang tersambung di Hp Fathir, karena ke ahliannya Fathir dia bisa merangkai itu..
'Helo Shaina, Kau tentu tidak ingin Zahwa sakit dan aku ingin tebusan 10M.'
ucap Luna. Suara Luna sengaja di bikin bikin aneh, agar tidak di ketahui Shaina.
__ADS_1
Teman teman Fathir pun langsung mengecek pakai alat yang canggih.
BERSAMBUNG....