Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Lelah namun Pasrah


__ADS_3

Pembunuh Bayaran


7 #Lelah namun pasrah


Mereka pun duduk di ruangan luas yang rapi itu.


Tring tring


Suara Hp pak Manae memecah keheningan.


("Helo,")


("Aku ingin kau mengirim anak buah mu ke kota X, aku ingin kau menghabisi seorang Pria bernama Danu dari perusahaan Senjaya grop.")


("Maaf tuan, kami sudah pensiun dari pekerjaan itu.")


"Aku mohon, satu kali ini saja, aku akan membayar sangat mahal untuk ini.")


("Baiklah, aku akan menghubungimu kembali setelah menentukan hari.")


"Damon aku ada pekerjaan untukmu, mungkin ini pekerjaan yang sedikit sulit, tapi aku yakin kamu bisa."


"Apa tidak bisa yang lain saja? aku sudah lama tidak melakukannya Pak!"


"Tidak ada orang lain yang bisa ku percaya selain dirimu."


"Bapak tau kan, kalau aku sebenarnya tidak pernah melakukan ini, aku hanya mengikuti Tim saja, bahkan melihat darah saja aku tidak bisa, bisa pingsan pak."


"Kau harus mencobanya, tak ada penawaran lain, selasa depan kau berangkat." Pak Manae pun pergi meninggalkan ruangan itu, Damon sangat kesal dan mengutuk Bosnya itu berulang-ulang. Akhirnya dia pun turun mengikuti Bosnya, walau lun tertinggal sangat jauh.


"Waaaah tampan sekali dia, aku kebelet." Ucap seorang karyawan, namun masih bisa didengar Damon.


"Kebelet apa loe?" Tanya karyawan lain.


"Kebelet mau kawin ama krang baru itu." Jawabnya asal. Damon pun tersenyum dan berbalik mendekati 2 karyawan itu.


"Benarkah kau kebelet kawin?"


"Mmm ah Tuan tidak maaf," Karyawan itu pun tampak takut karena Damon mendengar pembicaraan mereka, sedang Damon memasang wajah serem dan angkuh.


"Lain kali jangan sembarangan kalau ngomong." Masih dengan suara mematikan. Damon pun pergi dengan menyunggingkan senyum. Dia puas menakuti 2 karyawan itu.


Sesampainya di parkiran pa Manae sudah menunggunya. Dengan santai Damon pun masuk dan melajukan mobil mewah itu.


Hari yang di tunggu pun tiba, malam di mana Damon akan beroperasi sendiri.


"Ini mobil yang akan kau pakai!" Tuan Manae menyerahkan kunci dan menunjuk sebuah mobil Taksi yang terparkir.


"Taksi? apa aku akan jadi tukang Taksi Pak?"


"Ya, malam ini kau datangi perusahaan Mega Grop, seorang wanita berkelas yang kaya raya, kau harus membunuh nya tanpa meninggalkan jejak."

__ADS_1


"Apa? wanita? Pak, apakah ada target pria saja, aku tidak tega kalau menghadapi wanita Pak!"


"Targetnya telah di ganti."


"aku tidak,bisa membunuh wanita pak,"


"Kau ini, mana boleh pilih-pilih, sudah ayo cepat! persiapkan dirimu untuk ini! aku mau ketemu cucuku dulu." Pa Manae pun pergi meninggalkan Damon sendirian, mau tak mau Damon lun terpaksa menuruti.


Depan gedung jam 22.00


Damon sengaja memarkirkan mobilnya dari jarak yang sangat jauh dari pintu utama perusahaan itu. Tampak seorang Wanita yang masih terlihat cantik dan anggun dengan rok mini dan bluse keluar dari pintu lift bersama 2 orang rekannya, atau mungkin saudaranya.


"Maaf Kakak, aku tidak bisa mengantar Kakak, kami ada acara malam ini, dan arah kami sangat berlawanan dengan tujuan Kakak." Wanita cantik di sampingnya mohon maaf pada seorang wanita yang di panggilnya Kakak."


"Tidak apa-apa Bela, aku mengerti kok, Baiklah, aku,akan menjaga taksi kalian pergi saja."


"Tunggu Kak ipar, biar aku carikan." Laki-laki itu kira-kira suami Bela pun menyodorkan diri untuk mencarikan Taksi, ini sudah di rencanakan, dia pun melambai ke arah Damon. Sementara Damon merasa deg-deg kan, apakah rencananya akan berhasil kali ini. Dia pun maju menuju sasaran.


"Ayo Kakak Ipar silahkan." Suami Bela pun membukakan pintu belakang."


"Pak, tolong antar Kakak saya me Mansion Praja."


Mansion Praja?


Bukankah itu rumah pengusaha terkaya no 1.


Gumam Damon.


"Bukankah Nyonya orang terkaya no 1 di Indonesia?" Ucap Damon.


"Oh, jadi kau mengetahuinya?"


"Hemm." Damon pun melajukan mobilnya dengan sangat pelan.


"Mengapa pelan sekali? aku harus cepat sampai rumah."


"Maaf Nyonya, kepalaku pusing, aku harus membeli obat sebentar" Damon lun memarkirkan mobilnya di tepi jalan.


"Kalau kau pusing baik aku naik taksi lain saja." Ucap ibu itu.


"Jangan Nyonya, setelah minum obat aku pasti baikan lagi, kasihani aku Nyonya, aku perlu biaya."


"Baiklah, tapi hati-hati jangan sampai kecelakaan." Damon pun purs-pura ke warung dan membeli obat.


Ceklek


"Maaf Nyonya, aku perlu air, air ku ada di belakang, bekas anak ku kemaren."


Ibu iti tanpa curiga duduk santai di kursinya.


Hap

__ADS_1


dengan sekali bekapan, ibu itu tak berdaya, dia meronta namun dia kalah tenaga. Ibu itu pun Pingsan.


Mobil melaju cepat ke arah luar kota. Dia pun menelpon seseorang.


Tring Tring Tring


("Hello, mengapa kau menelpon, ini baru jam 11 malam, apa kau sudsh melancarkan aksimu?")Ternyata suara Pak Manae di sebrang sana.


("Lihatlah ini Tuan,")Damon pun berhenti di tepi jalan dan meng-aktifkan VC. Terlihat seorang wanita terbujur kaku dengan bersimbah darah,Pak Manae pun tersenyum luas.


("Bagus, setelah selesai, kau cepat kembali, Zeze terus memanggil nama Hero."


("Baik Pak." Damon Bingung harus kemana membawa wanita itu dan akhirnya dia pun punya ide cemerlang.


Mansion Manae. 03.00


"Mas Heroooo, kemana dia Yah? Mas Herooo." Zeze terus berteriak dan memanggil nama pacarnya.


"Suamimu lagi Kerja Nak, ayo kamu tidur sama Bibi." Pak Manae terus membujuk Zeze, namun tak mempan, akhirnya dia pun kehabisan akal, lalu dia membekap mulut Zeze dengan obat bius. Sementara Dixon(arti Anugrah tuhan) Pewaris tunggal Manae grop terlihat sudah tidur pulas di ayunan bayi.


Malam itu pun berlalu begitu saja. Damon tidak pulang malam ini karena mengurus wanita yang di bawanya.


###


3 bulan setelah kejadian malam itu.


Aku belum haid bulan ini


apa terjadi sesuatu denganku


oooh Allah tolong jangan berikan beban moral padaku


Gumam Shaina.


Agar aku tau, aku harus beli tespek agar aku tau hasilnya.


"Abi, Shaina mau keluar sebentar." Shaina pun salim dengan abinya yang sedang duduk di ruang tamu.


"Ke mana Nak?"


"Mau ke mini market sebentar, nyari cemilan." Shaina pun pergi keluar mengambil motornya. Dia pun menghidupkan mesin dan mulai melaju di jalanan yang sedikit ramai. Sesampainya di Apotik dia pun membeli 2 Tespek lalu dia juga menuju mini market yang bersebelahan dengan Apotik untuk membeli cemilan. Setelah selesai dia pun pulang.


"Assalamualaikum, Bi, Mi, Shaina pulang." Sepi tak ada sahutan.


Mungkin mereka sedang sholat


ashar.


Batinnya.


Shaina pun mengambil handuk dan pakaian ganti, dia pun menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur. Shaina mencari wadah bekas untuk menampung urane nya, dia membaca cara mempergunakan Taspek, setelah mengerti dia pun mulai melakukan cara tersebut. Shaina sangat Gugup, sudah 3 bulan dia tidak haid, perasaan takut dan was was pun menghantuinya. Setelah lama menunggu dia pun sudah mulai melihat hasilnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2