
Semua orang masih mencari Rangga, namun tak satu pun bisa menemukannya.
"Memang kenapa Rangga sampai ngambek heh?" Pa Linggar tampak sedikit emosi, mengetahui Cucu semata wayangnya hilang.
"Nggak apa apa kok pah, cuma kalah cepet aja tadi sama Zahwa, lalu Rangga menjambak rambut Zahwa, aku pun menasehatinya baik baik, dan menyuruhnya minta maaf. Mefwka sudah maafan kok" Shaina coba menjelaskan permasalahannya.
"Trus? sekarang ke mana Rangga? kok nggak ada?" Pa Linggar terus saja mencecer dengan nada tak bersahabat.
"Tolong csri di Balkon Lala!"
Perintah Shaina.
Bay sitter Lala pun,segera ke Balkon.
Drettt
HP Shaina berbunyi.
'Hello. Assalamualaikum.'
Salam Shaina pada seseorang.
'Wa alaikum salam. Kok kamu belum datang? jadi rapat nggak? ini juga ada Mbak Mita dan adik iparnya Hanan."
Ucap mbak Luri sekretaris setia Shaina sejak dahulu.
'Mbak, Rangga hilang nih, aku masih mencarinya, mbak atur aja rapatnya ya, tolong mbak urus sebaik baiknya, aku percayakan semuanya lada Mbak.'
'Hilang? hilang bagaimna?'
Malah Luri jadi khawatir.
'Nggak hilang sih, cuma ngumpet karena ngambek, udah ya Assalamua alikum.'
'Wa alaikumsalam.'
"Nyona muda...Tuan muda ada di Balkon."
Ucap Lala sedikit meninggikan suaranya.
Tap tap tap
Shaina pun naik ke atas.
"Sayaaang, kok tidur di sini sih?"
Ternyata habis ngomel sendirian Rangga tertidur, dengan posisi berbaring miring memeluk lutut. Shaina pun membawanya kebawah.
"Papa.papa..."
Rangga mengigau, membuat hati Shaina kembali bergetar.
Shaina membawa Rangga ke kamar, dia pun tidak jadi berangkat ngantor.
__ADS_1
Dret dret dret.
Hpnya Berbunyi.
'Helo sayang! kok kamu bwlum nyampai kantor?'
Ternyata Fathir yang telpon.
'Nggak jadi ngantor Bang, Rangga lagi ngambek.' Jawabnya.
'Ngambek kenapa lagi tu anak?'
'Tadi bertengkar sama Zahwa Bang, hanya hal hal sepele.'
Jawab Shaina.
'Pasti Rangga lagi yang berulah kan?'
Tebak Fathir, karena mrmang Rangga si bungsu paling usil dan juga paling jail paling aktif, maklum anak bontot dan juga anak Yatim.
'Udah Bang ya.'
Setelah salam Shaina pun menutup Telpon.
'Mama...Rangga kenapa? apa dia sakit?"
Tanya Zahwa sambil membelai pili montok adiknya, Walau berulang kali bertengkar pin Zahwa akan selalu baik sama Rangga atau pun Yola.
"Nggak sayang, cuma ngantuk aja, mama nggak jadi ngantor, kamu bermain gih sama Yola!" Titah Shaina.
"Ayo main!" Ajak Zahwa pada Yola.
Mereka bermain ayunan di halaman rumah. sudah lama mereka bermain.
"Mamaaaaaaaa, Zahwa maaaa."
Tap tap tap
Suara berlari Yola menghampiri rumah.
"Ada apa?" Shaina yang mendengar teriakan panik Yola pun keluar untuk memeriksa.
"Zahwa di bawa orang ma, hik hik hik."
Ucap Yola sambil menangis.
"Di bawa kemana?"
Shaina pun berlari keluar.
"Ke sana ma."
Yola menunjuk arah.
__ADS_1
"Paman...paman, mana paman Satpam?"
Teriak histeris Shaina, ketika mendapati paman tidak ada di pos satpam.
"Ada apa Nyonya Muda? kenapa?"
Bibi pun ikut keluar mendengar keributan di halaman.
"Bi, tolong Bi, telpon Bang Fathir, aku akan menyusuri jalanan. Yola ayo!"
Shaina pun membawa Yola naik gojek dan menyisiri jalan.
"Sayang, kau tau kan mobil yang membawa Kakakmu?"
Tanya Shaina.
"Iya Ma."
Shaina sangat khawatir dan gugup, bagaimana menghadapi Fathir, Fathir sangat pemarah kalau ada hal yang bisa memicu kemarahannya.
...
...
...
"Bibi, mana Shaina?"
Fathir berlari menuju rumah."
"Ada apa ini, kok ribut ribut." Ucap Pa Linggar yang keheranan.
"Zahwa hilang oa, ada yang membawanya."
Bibi menjelaskan.
"Rangga mana? mana cucuku?"
Pa Linggar jadi gugup dan mencari cucu kesayangannya.
"Rangga ada di kamar Tuan muda."
Pa Linggar pun segera mendorong kursi Rodanya ke kamar Shaina.
"Mana Lala dan Rara, juga paman Satpam heh? kenapa Zahwa sampai hilang?"
Teriak Fathir, dia pun mengambil kunci motor dan segera pergi tak tau arah.
Hari yang melelahkan, namun Zahwa tak juga di temukan.
"Sayaaang, mau makan?"
Ucap Luna. masih ingat dengan Luna? mama tiri Hendra itu lho.
__ADS_1
"Mau pulaaaang, hik hik jik." Tangis Zahwa.
BERSAMBUNG...