Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku

Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku
Terpana


__ADS_3

"Tuan, ayo kita pulang!" Salman yang di telpon oleh security datang menjemput Fathir, dengan susah payah dia menggandeng dan membawanya berjalan menuju mobil.


"Akhirnya, rasa remuk badanku euy." Salman pun melajukan mobilnya menuju kediaman Manae, karena tidak mungkin Salman mengantar tuannya ke rumah istrinya dengan dalam keadaan mabuk.


"Tuaaaan....Tuan, apa masih saja kau menyimpan rasa untuk nona Shain, padahal kemaren kau sudah baikan, kok balik gini lagi sih?" Gerutu Salman.


Mereka sampai di halaman luas Manae.


tepat jam 3 dini hari.


Hap


Tap


Tap


Tap


Ceklek.


Bruk


Fathir di letakkan di sofa ruang tamu.


"Huuuuh, beratnya,.


...


...


...


Pagi menjelang.


"Kira kira ke mana Mas Fathir ya? aku harus jawab apa saba abah? baik aku telpon saja."


Dreeet dret dret


Tak berapa


'Mbak Salma, maaf, Tuan masih tidur, aku tidak berani membangunkannya.' Ucap Salman.


'Iya, nggak papa, kalian di mana?' Tanya salma.


'Kami di Mansion Pak Manae.' Jawab Salma.


'Baiklah, Assalamualaikum.' Salma hendak menutup telponnya.

__ADS_1


'Wa alaikum salam.' Jawab Salman.


"Bagaimana Salma? Fathir ke mana?" Abah yang mendengar percakapan Salma tadi, baru tau kalau Fathir tidak ada di rumah, maklum beliau datang ceramah kemaleman.


"Di rumah Bosnya Bah, mungkin dia akan bekerja keluar kota beberapa hari, katanya dia tidak pulang beberapa hari ke depan." Ucap Salma, dia tidak ingin menceritakan masalahnya tadi siang. Biarlah jadi rahasia,dia dan suaminya saja.


"Baiklah," Abah pun pergi berolahraga pagi.


🌷


🌷


🌷


"Salman, aku ingin ke luar negeri beberapa hari, apa kau mau ikut?" Tanya Fathir.


"Keluar negeri? kemana tuan?" Tanya Salman.


"Kau mau ikut tidak? tak penting mau kemana pun aku pergi!" jawab Fathir.


"Tentu Bos.'


Salman sangat senang dengan ajakan Fathir.


"Kau persiapkan keperluanku juga ya, aku mau istirahat, apa saja yang kau kemas, itu nanti yang akan ku pakai." Ucap Fathir lagi.


"Mmmmm." Teriak Daxon yang tampak bermain bersama Zeze di halaman rumahnya.


"Fathir, kau ini kenapa? terlihat loyo begitu?"


"Hello sayaaaang, emch(Mencium Daxon) aku mau keluar negeri." Ucap Fathir pada Zeze.


"Bulan madu ya? ya baguslah." Ucap Zeze.


"Tidak! aku dengan Salman saja." Ucap Fathir.


"Fathir, kamu kenapa sih? Salma itu wanita yang baik, dari segi agamanya, nggak kalah sama Shaina, kamu aja yang nggak bisa membuka hatimu, aku dengar Salma juga sedang hamil." Zeze sangar perduli dengan Salma, karena mereka sering chat.


"Aku ingin menjernihkan pikiranku dulu." Fathir tampak menatap kosong ke depan, entah apa yang ada di pikirannya.


"Fathir, kalau kau ajak Salma, mungkin saja di sana ada cinta yang akhirnya menyadarkanmu, kau harus move on, Shaina juga sudah bangkit dari keterpurukannya dulu, kau jangan mengganggunya lagi." Nasehat Zeze pada sahabatnya itu.


"Bagaimana denganmu?" Tanya balik pada Zeze, yang sampai saat ini belum menjatuhkan pilihan untuk menjadi ayah Daxon.


"Aku sudah punya seseorang, namun aku belum mengutarakannya, oh ya! apa aku dan Daxon boleh ikut?" Tanya Zeze tiba tiba.


"Kau serius? boleh boleh!" Fathir terlihat bersemangat, maklum, dia sangat sayang dengan Daxon.

__ADS_1


"Tapi menyusul ya, aku ada sedikit pekerjaan, kau duluan saja."


"Yaaah, nggak asyik dong, bareng aja yuk!"


"Kau duluan sehari, nanti ak nyusul, janji kok!"


"Baiklah.janji ya!"


"Mmmm." Zeze pun masuk kedalam dan memandikan Daxon.


Hari berganti, Daxon dan Salman sudah sampai di Jepang, Fathir ingin melihat musim Semi bunga Sakura yang sangat cantik. Hari ini axalah hari Zeze menyusul ke Jepang. Fathir pun menyewa mobil untuk menjemputZeze dan Daxon ke babdara.


"Salman, kau yang nyetir, aku masih ngantuk."


"Baik Tuan."


Mereka meluncur menuju bandara. Setelah 30 menit, mereka pun sudah sampai.


Terlihat Zeze sudah duduk di bangku panjang dengan Daxon berbaring terlihat tertidur.


"Hey, ayo!" Ajak Damon hendak mengangkat Daxon.


"Tunggu! duduk dulu, kita nikmati pemandangan di sini sebentar." Balas Zeze.


Fathir pun duduk di samping kaki Daxon.


Hap


Tiba tiba ada yang menutup mata Fathir dari belakang.


"Ho? hey Salman, jangan becanda ah, nggak lucu." ucap Fathir tanpa menyentuh tangan yang menutupi matanya.


Cup


Sebuah kecupan halus mendarat di pipi Fathir lembut dan aroma wangi tercium tajam di hidung Fathir.


"Si siapa?" Fathir pun menarik tangan itu kasar. dia kira bule yabg gemes, sementara Zeze hanya tersenyum melihatnya.


"Mas."Senyuman yang sangat manis seorang wanita cantik berjilbab dengan sedikit polisan make up tipis, sangat cantik.


"Salma!" Fathir pun sampai kaget melihat kecantikan Salma, dia terpana, selama ini dia tidak pernah berdandan, bahkan memolis lipstik di bibirnya oun tidak pernah.


"Mas." Salma memeluk Fathir dari belakang dan menemoelkan pipinya dengan malu malu.


Ini semua rencana Zeze dan Shaina yang telah bekerja sama. Agar Fathir jatuh cinta kembali.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2